7 Sektor dengan Kesenjangan Pendapatan Antargender Tertinggi 2025

Pertanian, kehutanan, perikanan menempati peringkat atas sebagai sektor dengan selisih pendapatan tertinggi antargender dengan persentase 69%.

7 Sektor dengan Kesenjangan Pendapatan Antargender Tertinggi 2025 Ilustrasi sektor Petanian | Freepik
Ukuran Fon:

Kondisi ketenagakerjaan di Indonesia menunjukkan sejumlah perkembangan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Agustus 2025, total pekerja di Indonesia mencapai 70,82 juta orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 56,78 juta orang berstatus sebagai buruh, karyawan, atau pegawai, sementara sisanya merupakan pekerja bebas, baik di sektor pertanian maupun nonpertanian.

Rata-rata upah, gaji, atau pendapatan bersih pekerja secara nasional tercatat sebesar Rp3.005.168 per bulan. Angka ini mengalami kenaikan dibandingkan periode Agustus 2024 yang sebesar Rp2.963.426 per bulan. Meskipun terjadi peningkatan secara nominal, struktur ketenagakerjaan Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan, salah satunya adalah adanya perbedaan pendapatan yang cukup signifikan antara pekerja pria dan wanita.

Salah satu faktor yang kerap menjadi sorotan dalam diskusi ketenagakerjaan adalah kesenjangan upah antargender. Secara nasional, rata-rata pendapatan pekerja pria pada Agustus 2025 tercatat sebesar Rp3.590.945 per bulan, sementara pekerja wanita hanya memperoleh Rp2.863.168 per bulan.

Dengan demikian, pendapatan pekerja pria sekitar 25% lebih tinggi dibandingkan pekerja wanita. Kesenjangan ini tidak terjadi secara merata di semua sektor. Di beberapa sektor, perbedaannya sangat tipis, bahkan ada sektor di mana pendapatan wanita justru lebih tinggi. Namun, di sektor lain, kesenjangannya sangat lebar.

Lebih lanjut, BPS melalui Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2025 merilis data rinci mengenai kesenjangan ini. Berdasarkan data tersebut, berikut adalah deretan sektor dengan kesenjangan pendapatan terbesar, di mana rata-rata pendapatan pekerja pria lebih tinggi dibandingkan pekerja wanita.

7 Sektor dengan Selisih Pendapatan Tertinggi Antargender
Sektor Pertanian, Kehutanan, Perikanan menempati peringkat atas selisih pendapatan tertinggi antargender | GoodStats

Baca Juga: Kesenjangan Gaji Pekerja Perempuan Masih Terasa

Sektor dengan kesenjangan terbesar adalah pertanian, kehutanan, dan perikanan. Di sektor ini, rata-rata pendapatan pekerja pria mencapai Rp2.053.109 per bulan, sementara pekerja wanita hanya memperoleh Rp1.218.094 per bulan. Pendapatan pria 69% lebih tinggi dibandingkan wanita.

Peringkat kedua ditempati oleh sektor akomodasi dan penyediaan makan minum. Rata-rata pendapatan pekerja pria di sektor ini adalah Rp2.788.195 per bulan, sedangkan pekerja wanita Rp1.941.218 per bulan. Selisihnya mencapai 44%. Sektor ini mencakup hotel, restoran, kafe, dan jasa boga, di mana pekerja wanita cukup dominan terutama sebagai pelayan atau staf kebersihan.

Kemudian, sektor pengelolaan air, limbah, dan sampah menempati peringkat ketiga dengan selisih 36%. Pekerja pria di sektor ini rata-rata memperoleh Rp2.794.620 per bulan, sementara pekerja wanita Rp2.055.928 per bulan.

Peringkat keempat adalah sektor industri pengolahan. Sektor ini mencatat selisih nominal tertinggi di antara ketujuh sektor. Pekerja pria rata-rata memperoleh Rp3.457.973 per bulan, sedangkan pekerja wanita Rp2.577.418 per bulan. Selisihnya mencapai 34% atau sekitar Rp880.555 per bulan.

Selanjutnya, sektor jasa lainnya yang mencakup aktivitas organisasi, hiburan, dan jasa perorangan menempati peringkat kelima. Pekerja pria di sektor ini rata-rata memperoleh Rp3.483.931 per bulan, sedangkan pekerja wanita Rp2.819.383 per bulan, dengan selisih 24%.

Sektor berikutnya dengan kesenjangan terbesar adalah sektor pendidikan. Di sektor ini, rata-rata pendapatan pekerja pria mencapai Rp3.469.460 per bulan, sementara pekerja wanita Rp2.799.888 per bulan, dengan selisih 24%.

Terakhir, di peringkat ketujuh terdapat sektor kesehatan dan kegiatan sosial. Sektor ini mencatat selisih terendah di antara ketujuh sektor, yaitu 18%. Pekerja pria rata-rata memperoleh Rp4.177.634 per bulan, sedangkan pekerja wanita Rp3.537.913 per bulan. Sektor kesehatan adalah sektor dengan jumlah pekerja wanita yang besar, seperti perawat, bidan, dan tenaga laboratorium.

Adapun data yang dipublikasikan BPS dalam laporan Keadaan Pekerja di Indonesia Agustus 2025 ini mencakup 38 provinsi dengan total sampel 302.860 rumah tangga. Survei dilakukan pada Agustus 2025 dengan tingkat respons mencapai 99,18%.

Upaya Atasi Ketimpangan Upah Gender

Lebih jauh, pemerintah telah melakukan berbagai upaya sistematis untuk mengatasi ketimpangan upah gender melalui penguatan kerangka regulasi dan kebijakan perlindungan tenaga kerja yang lebih inklusif.

Langkah utama dilakukan adalah penegakan aturan mengenai pengupahan yang setara untuk pekerjaan yang bernilai sama, sebagaimana diatur dalam undang-undang ketenagakerjaan, serta pengawasan ketat terhadap implementasi Struktur dan Skala Upah (SUSU) di tingkat perusahaan agar penilaian kompensasi didasarkan pada kompetensi dan beban kerja, bukan gender.

Baca Juga: Makin Tinggi Pendidikan, Makin Tinggi Gaji yang Diperoleh

Sumber: 

https://www.bps.go.id/id/publication/2025/12/23/5fe58c9723acafc73fb95bff/keadaan-pekerja-di-indonesia-agustus-2025.html

Penulis: Anggia Leksa
Editor: Editor

Konten Terkait

10 Provinsi dengan Utang Pinjol Tertinggi 2025, Jawa Barat Teratas

Jawa Barat jadi provinsi dengan utang pinjol terbanyak mencapai Rp23.938 miliar, disusul DKI Jakarta dan Jawa Timur.

Dinamika Dunia Kerja Modern dan Implikasinya bagi Tenaga Kerja

Perubahan terbesar di dunia kerja yang dirasakan pekerja pada tahun ini berasal dari pekerjaan itu sendiri, dengan persentase mencapai 49%.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook