Pemerintah Indonesia melalui Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025–2029 telah menetapkan percepatan wajib belajar 13 tahun sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional. Kebijakan yang mencakup 1 tahun prasekolah dan 12 tahun pendidikan dasar hingga menengah ini bertujuan untuk memastikan setiap warga negara mengakses pendidikan yang berkualitas dan merata.
Namun, laporan Badan Pusat Statistik (BPS) berjudul Statistik Pendidikan 2025 menunjukkan target tersebut masih menghadapi tantangan besar, tercermin dari tingkat penyelesaian pendidikan SMA/SMK sederajat secara nasional yang baru mencapai 73,90% pada tahun 2025.
Kendati demikian, beberapa provinsi menunjukkan capaian yang luar biasa terkait penyelesaian pendidikan SMA/SMK. Berikut adalah tujuh provinsi dengan tingkat penyelesaian SMA/SMK tertinggi di Indonesia.
Baca Juga: PR Besar Pendidikan Indonesia: Literasi dan Numerasi Perlu Ditingkatkan
DI Yogyakarta berhasil menempati peringkat pertama dengan tingkat penyelesaian SMA/SMK untuk penduduk usia 19-21 tahun sebesar 92,55%, jauh di atas rata-rata nasional yang hanya 73,90%.
Statusnya sebagai kota pendidikan dengan perguruan tinggi ternama seperti UGM, UNY, dan UIN Sunan Kalijaga menciptakan budaya akademik yang kuat, sehingga masyarakat terdorong menyelesaikan pendidikan menengah atas sebagai langkah minimal menuju pendidikan tinggi. Selain itu, berdasarkan data statistik persekolahan, DI Yogyakarta memiliki 69 SMA negeri dan 106 SMA swasta dengan rasio murid-guru yang sangat ideal, yaitu 15 murid per guru untuk jenjang SMA.
DKI Jakarta berada di posisi kedua dengan 91,20%. Sebagai ibu kota negara, Jakarta memiliki akses baik terhadap fasilitas pendidikan. Bali menempati peringkat ketiga dengan 85,90%. Kepulauan Riau menyusul di posisi keempat dengan 84,88%.
Selanjutnya, Maluku berada di posisi kelima dengan persentase 79,34% diikuti Sumatra Utara dengan 78,21%. Pemeringkatan ditutup oleh Kalimantan Timur dengan 77,94%.
Mengapa Menyelesaikan Pendidikan SMA/SMK Penting?
Menyelesaikan pendidikan hingga jenjang SMA/SMK menjadi fondasi penting bagi seseorang untuk meningkatkan kualitas hidup, memperoleh penghasilan yang lebih layak, serta berkontribusi aktif dalam pembangunan daerahnya. Dengan kata lain, semakin tinggi tingkat penyelesaian SMA/SMK di suatu wilayah, semakin cerah pula masa depan ekonomi dan sosial masyarakat di wilayah tersebut. Ketujuh provinsi ini layak menjadi contoh bagi daerah lain dalam mewujudkan akses dan kualitas pendidikan menengah yang merata.
Tak hanya itu, pada Rabu (24/9/2025), Wakil Menteri Dikti Sains dan Teknologi, Stella Christie, menegaskan bahwa memperkokoh basis pendidikan dasar dan menengah adalah strategi krusial untuk mencetak generasi yang kompetitif secara global. Menurutnya, kualitas pendidikan yang mumpuni sejak dini merupakan syarat mutlak agar siswa memiliki keberlanjutan prestasi hingga ke jenjang perguruan tinggi, yang nantinya akan mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis pengetahuan di Indonesia.
Baca Juga: Tingkat Pendidikan Masyarakat Indonesia 2024
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/publication/2025/11/21/d048070f37740b0e04d99350/statistik-pendidikan-2025.htm
Penulis: Anggia Leksa
Editor: Editor