GoodStats
Pencarian
Masuk

5 Provinsi dengan Angka Harapan Hidup Tertinggi di Indonesia

Badan Pusat Statistik merilis data Angka Harapan Hidup untuk tahun 2021 yang berisi data Angka Harapan Hidup dari seluruh provinsi di Indonesia.

5 Provinsi dengan Angka Harapan Hidup Tertinggi di Indonesia Ilustrasi lansia │ Christian Bowen/Unsplash

Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), Angka Harapan Hidup (AHH) di Indonesia pada tahun 2021 adalah sebesar 71,6 tahun. Jumlah tersebut meningkat 0,1 tahun dari tahun tahun sebelumnya, di mana pada tahun 2020 AHH di Indonesia adalah sebesar 71,5 tahun.

Di sisi lain, menurut data yang dirilis World Bank pada tahun 2020, Indonesia memiliki Angka Harapan Hidup sebesar 71,91. Dengan jumlah tersebut, Indonesia berada di peringkat ke-115. 

Dalam data tersebut, tiga besar negara dengan AHH tertinggi di dunia diisi oleh negara-negara asia. Yaitu Jepang pada posisi pertama, kemudian disusul oleh Singapura dan Korea Selatan pada posisi kedua dan ketiga.

Angka Harapan Hidup tersebut adalah perkiraan jumlah rata-rata usia penduduk pada suatu negara. Jumlah tersebut dipengaruhi oleh kualitas layanan kesehatan publik yang diselenggarakan oleh pemerintah setempat. Sehingga, semakin kecil Angka Harapan Hidup, berarti semakin rendah pula kualitas layanan kesehatan publik di negara atau daerah tersebut.

Kali ini, kita akan membahas 5 provinsi di Indonesia dengan Angka Harapan Hidup tertinggi menurut BPS. Yang mana, dapat diasumsikan juga bahwa 5 provinsi di bawah ini provinsi-provinsi dengan kualitas pelayanan kesehatan publik yang cukup baik di Indonesia.

Simak daftar selengkapnya di bawah ini!

10 Provinsi dengan Angka Harapan Hidup tertinggi tahun 2021│GoodStats

1. Daerah Istimewa Yogyakarta

Posisi pertama provinsi dengan Angka Harapan Hidup tertinggi di Indonesia ditempati oleh Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Provinsi yang dipimpin oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X ini memiliki skor AHH sebesar 75,08 tahun.

Pada tahun sebelumnya, DIY juga menempati posisi pertama dalam daftar ini dengan skor 75,02 tahun. Dari data tersebut, terlihat bahwa Provinsi DIY mampu memberikan pelayanan kesehatan publik yang berkualitas dengan berada pada posisi pertama pada daftar ini. 

Bahkan Angka Harapan Hidup DIY mengalami peningkatan sebesar 0,06 tahun dari tahun sebelumnya, menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan publik DIY juga mengalami peningkatan.

2. Kalimantan Timur

Posisi kedua pada daftar ini ditempat Provinsi Kalimantan Timur dengan Angka Harapan Hidup  mencapai 74,6 tahun. Masyarakat Kalimantan Timur patut senang dengan skor ini, yang mana skor tersebut menunjukkan 3 tahun lebih banyak dari rata-rata Angka Harapan Hidup Nasional.

Angka tersebut juga menunjukkan peningkatan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pada tahun 2020, Kalimantan Timur memiliki Angka Harapan Hidup sebesar 74,3 tahun, dan berada pada urutan ketiga provinsi dengan AHH tertinggi pada tahun itu.

3. Jawa Tengah

Jawa Tengah berada di posisi ketiga dalam daftar provinsi dengan Angka Harapan Hidup Tertinggi. Jawa Tengah memiliki skor AHH sebesar 74,5 tahun pada tahun 2021, jumlah ini 0,1 tahun lebih besar dari tahun 2020. Meski begitu, peningkatan skor tersebut tidak dapat membuat Jawa Tengah mempertahankan posisinya sebagai urutan kedua pada daftar provinsi dengan Angka Harapan Hidup tertinggi di tahun sebelumnya. 

4. Jawa Barat

Pada tahun 2021, Jawa Barat memiliki skor AHH sebesar 73,3 tahun. Jumlah tersebut 0,2 tahun lebih besar dari tahun sebelumnya. Sama seperti data pada tahun 2021, Jawa Barat juga menempati urutan keempat pada data yang dirilis untuk tahun 2020.

5. DKI Jakarta

Daerah Khusus Ibukota Jakarta menempati posisi kelima dalam daftar ini. Sama seperti Jawa Barat, posisi DKI Jakarta tidak berubah dari posisi pada tahun sebelumnya. Pada tahun 2021, DKI Jakarta memiliki skor AHH sebesar 73,06 tahun. Jumlah tersebut meningkat 0,1 tahun dibanding tahun sebelumnya.

Dari daftar tersebut, terlihat bahwa 4 dari 5 provinsi dengan skor AHH tertinggi di Indonesia ditempati oleh daerah dari Pulau Jawa. Hasil tersebut berarti dua hal. Kualitas pelayanan kesehatan publik di Jawa sudah cukup baik. Di sisi lain, pelayanan kesehatan publik luar Pulau Jawa belum begitu mendapatkan perhatian dari pemerintah.

Penulis: Rangga Hadi Firmansyah
Editor: Iip M Aditiya

Artikel Sebelumnya Meski Tingkat Depresi Tinggi, Mengapa Masyarkat Jepang Lebih Panjang Umur?
Artikel Selanjutnya 10 Maskapai Penerbangan Paling Sibuk di Asia Tenggara 2022
Konten Terkait

Dengan melakukan pendaftaran akun, saya menyetujui Aturan dan Kebijakan di GoodStats

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook