11 Desa di Jawa Barat Tidak Memiliki Sinyal pada 2024

Sebanyak 11 desa di Jawa Barat tidak mendapat sinyal pada 2024, 6 desa di antaranya terletak di Sukabumi.

11 Desa di Jawa Barat Tidak Memiliki Sinyal pada 2024 Ilustrasi Tidak ada Sinyal | Weboost
Ukuran Fon:

Di era digital ini, akses sinyal telepon seluler yang merata di seluruh wilayah menjadi kebutuhan primer masyarakat Indonesia. Sinyal telekomunikasi yang kuat tidak hanya memudahkan komunikasi, namun juga membantu meningkatkan efektivitas pekerjaan sehari-hari hingga mendorong infrastruktur pembangunan daerah.

Namun kenyataannya, sejumlah wilayah di Indonesia masih tidak memiliki jaringan koneksi yang stabil, beberapa bahkan tidak memiliki akses ke sinyal telepon seluler (ponsel). Kondisi ini dinilai dapat membatasi akses komunikasi serta menghambat pelayanan digital di desa.

Di Jawa Barat, terdapat 11 desa yang tersebar di 4 kabupaten yang tidak memiliki akses terhadap sinyal alias blank spot pada tahun 2024. Adapun 523 desa lainnya berada pada kondisi susah sinyal seperti di Kabupaten Cianjur, Sukabumi, hingga Tasikmalaya.

Meski dikenal sebagai salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur yang baik, data Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) menegaskan bahwa akses sinyal telekomunikasi di Jawa Barat masih belum dapat diakses sebagian masyarakat.

4 Wilayah Tanpa Sinyal di Provinsi Jawa Barat Tahun 2024 | GoodStats
4 Wilayah Tanpa Sinyal di Provinsi Jawa Barat Tahun 2024 | GoodStats

Baca Juga: Masalah Sinyal dan Jaringan Jadi Gangguan Umum Internet Seluler

Grafik dari Open Data Jabar menunjukkan bahwa Kabupaten Sukabumi masih memiliki 6 desa yang tidak mendapat sinyal seluler pada tahun 2024. Angka tersebut menjadikan Sukabumi sebagai kabupaten dengan desa tanpa sinyal terbanyak dibandingkan wilayah lainnya di Jawa Barat.

Lebih lanjut, Kabupaten Garut dan Kabupaten Tasikmalaya memiliki wilayah tanpa sinyal alias blank spot sebanyak 2 desa. Meski demikian, Kabupaten Garut menunjukkan tren penurunan desa tanpa sinyal yang baik dari tahun-tahun sebelumnya, yakni dari 7 desa pada 2021 menjadi 2 desa pada 2024. Sementara itu, masih ada 1 desa yang tidak memiliki sinyal di Kabupaten Bogor.

Mengapa Tidak Ada Sinyal?

Sulitnya akses sinyal di sejumlah wilayah Provinsi Jawa Barat tidak terlepas dari kondisi geografis berupa kawasan pegunungan, yang menyebabkan terhambatnya penyebaran sinyal radio.

Tidak hanya itu, operator Base Transceiver Station (BTS) yang jauh dari desa, atau bahkan belum memadainya akses transportasi untuk membangun BTS menjadi faktor signifikan dalam  menghadirkan sinyal di seluruh wilayah.

Meski 11 desa tercatat tidak memiliki sinyal di Jawa Barat pada 2024, DPMD mengungkapkan terdapat tren penurunan jumlah desa tanpa sinyal secara berkala dari tahun 2020, yang saat itu mencapai 24 desa tanpa sinyal.

Upaya Pemulihan Sinyal Seluruh Desa Jawa Barat

Menanggapi persoalan ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat berkomitmen menuntaskan masalah desa tanpa sinyal atau blank spot pada tahun 2024. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat (Diskominfo Jabar), Adi Komar, menyatakan bahwa hasil verifikasi menunjukkan kondisi tanpa jaringan masih terjadi di 61 desa.

“Pemprov Jabar komitmen akan memenuhi seluruh konektivitas komunikasi, salah satunya ada beberapa desa yang sampai sekarang masih belum bisa mengakses internet. Dan data yang kami dapat ada 61 desa,” tutur Adi Komar pada Rabu (26/6/2025), dilansir dari Detik Jabar.

Adapun langkah pemulihan jaringan ini dirancang secara kolaboratif melalui dana bantuan pemerintahan pusat, CSR, serta APBD untuk menyusun rencana sesuai kondisi lapangan masing-masing desa.

Baca Juga: Sudah Sampai 5G, Simak Cakupan Sinyal 2G-5G di Indonesia

Sumber:

https://opendata.jabarprov.go.id/id/dataset/jumlah-desa-berdasarkan-kekuatan-sinyal-telepon-seluler-di-jawa-barat

Penulis: Talita Aqila Shafidhya
Editor: Editor

Konten Terkait

Judi Online Jadi Penyumbang Terbesar Laporan Transaksi Mencurigakan pada 2025

PPATK mencatat 47,49% laporan transaksi mencurigakan sepanjang 2025 berasal dari perjudian.

Bukan Cuma Fisik, Ini 6 Bentuk Kekerasan Pemicu Toxic Relationship

Survei Populix menunjukkan bahwa perilaku toxic yang diterima mayoritas responden adalah kekerasan verbal, jumlahnya mencapai 68%.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook