Jangan Salah Pilih Mobil Listrik! Pahami Perbedaan BEV, HEV, PHEV, dan FCEV

Bingung memilih mobil listrik? Kenali perbedaan BEV, HEV, PHEV, dan FCEV agar Anda bisa menentukan pilihan yang sesuai kebutuhan.

Jangan Salah Pilih Mobil Listrik! Pahami Perbedaan BEV, HEV, PHEV, dan FCEV Ilustrasi mobil listrik | CHUTTERSNAP/Unsplash
Ukuran Fon:

Memahami perbedaan mobil listrik seperti BEV, HEV, PHEV, dan FCEV jadi semakin penting di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan, apalagi ketika pilihan tipe mobil listrik kini makin beragam dan sering kali membingungkan bagi calon pembeli.

Meningkatnya Tren Penjualan Mobil Listrik

Total Penjualan Mobil Listrik di Indonesia Jan-Feb 2026 | GoodStats
Total Penjualan Mobil Listrik di Indonesia Jan-Feb 2026 | GoodStats

Tren kendaraan listrik di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan pertumbuhan yang cukup signifikan.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) mencatat produksi mobil nasional pada Januari 2026 mencapai 100.723 unit, lalu meningkat menjadi 108.820 unit di Februari 2026. Artinya, ada kenaikan sekitar 8 persen secara bulanan.

Dari total tersebut, produksi kendaraan listrik atau xEV sudah menyentuh angka 5.334 unit. Meski belum mendominasi, kontribusinya mulai terasa dalam industri otomotif nasional.

Dari sisi penjualan, lonjakannya bahkan lebih mencolok dari tahun ke tahun. Penjualan mobil listrik di Indonesia terus naik dari tahun ke tahun, mulai dari 10.327 unit pada 2022, menjadi 17.051 unit di 2023, lalu melonjak ke 43.188 unit pada 2024, hingga akhirnya menembus 103.931 unit di 2025.

Memasuki awal 2026, tren ini semakin kuat. Bahkan di wilayah Jabodetabek, penjualan mobil listrik sudah menyentuh lebih dari 25 persen dari total kendaraan baru.

Secara nasional, angkanya mencapai sekitar 15 persen, naik hingga tujuh kali lipat dibandingkan 2023. Hal ini menandakan bahwa mobil listrik bukan lagi sekadar alternatif, melainkan sudah mulai menjadi pilihan utama masyarakat.

Baca Juga: Data Penjualan Mobil Elektrifikasi Awal 2026: BEV, HEV, dan PHEV

Perbedaan BEV, HEV, PHEV, dan FCEV

Perbedaan Jenis Mobil Listrik | GoodStats
Perbedaan Jenis Mobil Listrik | GoodStats

Sebelum memutuskan membeli, penting untuk memahami jenis mobil listrik yang tersedia di pasaran. Berikut perbandingan singkatnya yang bisa teman-teman GoodStats pahami:

BEV (Battery Electric Vehicle) adalah mobil yang sepenuhnya menggunakan tenaga listrik dari baterai. Tidak ada mesin bensin sama sekali, sehingga tidak menghasilkan emisi gas buang.

Selain lebih ramah lingkungan, biaya perawatannya juga relatif rendah karena komponennya lebih sederhana. Namun, pengguna harus memperhatikan ketersediaan charging station.

HEV (Hybrid Electric Vehicle) menggabungkan mesin bensin dan motor listrik dalam satu sistem. Baterainya tidak perlu diisi ulang dari luar karena akan terisi otomatis saat mobil berjalan atau melalui pengereman regeneratif. Tipe ini cocok untuk yang ingin hemat bahan bakar tanpa repot charging.

PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) bisa dibilang versi lebih fleksibel dari HEV. Selain menggunakan bensin, mobil ini juga punya baterai yang bisa diisi dari luar.

Dalam jarak tertentu, mobil bisa berjalan sepenuhnya dengan listrik sebelum mesin bensin mengambil alih. Ini membuatnya ideal untuk kombinasi perjalanan harian dan jarak jauh.

FCEV (Fuel Cell Electric Vehicle) menggunakan hidrogen sebagai sumber energinya. Prosesnya menghasilkan listrik yang menggerakkan motor, dengan emisi hanya berupa uap air.

Keunggulannya ada pada waktu pengisian yang cepat dan jangkauan yang panjang. Namun, teknologi ini masih terbatas karena infrastruktur hidrogen belum merata.

Baca Juga: Singkirkan Innova, Suzuki Carry Menjadi Top 1 Mobil Terlaris di Februari 2026

Tips Memilih EV Car Sesuai dengan Kebutuhan Anda

Memilih mobil listrik tidak bisa asal ikut tren dan hanya sesuai keinginan pribadi saja. Ada beberapa hal yang perlu disesuaikan dengan kebutuhan sehari-hari. Simak tips lengkapnya berikut ini!

Kalau Anda lebih sering berkendara di dalam kota dengan jarak pendek, tipe BEV bisa jadi pilihan paling praktis. Apalagi jika sudah memiliki akses charging di rumah, penggunaan mobil listrik murni akan terasa lebih hemat dan sederhana.

Namun, jika Anda ingin efisiensi tanpa harus bergantung pada pengisian daya eksternal, maka HEV adalah opsi yang aman. Anda tetap bisa menikmati konsumsi bahan bakar yang lebih irit tanpa perlu mengubah kebiasaan berkendara.

Untuk yang punya mobilitas tinggi dan sering bepergian jarak jauh, PHEV bisa jadi solusi paling fleksibel. Anda bisa menggunakan mode listrik untuk perjalanan harian, lalu beralih ke bensin saat dibutuhkan, tanpa khawatir kehabisan daya di tengah jalan.

Sementara itu, FCEV lebih cocok untuk mereka yang tertarik dengan teknologi masa depan dan memiliki akses ke infrastruktur hidrogen. Meski belum umum di Indonesia, tipe ini menawarkan pengalaman berkendara yang efisien dengan waktu pengisian yang cepat.

Selain tipe kendaraan, pertimbangkan juga jarak tempuh (range), ketersediaan stasiun pengisian, serta anggaran yang dimiliki.

Mobil listrik entry-level biasanya memiliki jangkauan sekitar 150-250 km, sementara kelas menengah bisa mencapai 300-400 km, dan model premium bahkan tembus 500 km lebih.

Pada akhirnya, memilih mobil listrik bukan soal mana yang paling canggih, tapi mana yang paling sesuai dengan gaya hidup Anda. Dengan memahami perbedaan tiap tipe mobil listrik, keputusan yang diambil pun bisa lebih matang dan tepat guna.

Baca Juga: ASEAN Pimpin Pasar Mobil Listrik Dunia, Indonesia Masuk Top 4

Sumber:

https://www.gaikindo.or.id/overview-of-indonesias-ev-production-february-2026/ 

Penulis: Raka Adichandra
Editor: Firda Wandira

Konten Terkait

Bukan Gen Z, Pemilik Usaha E-Commerce Didominasi Kalangan Milenial

Bukan Gen Z, Milenial mendominasi proporsi pengusaha e-commerce Indonesia pada 2024 dengan capaian 42,23%.

Shopee Jadi E-Commerce yang Paling Banyak Diakses di Indonesia 2025

Sekitar 1 dari 2 pengguna internet Indonesia sering mengakses Shopee pada 2025, tertinggi dari e-commerce lain.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook