Bicara mengenai antusiasme pecinta sepak bola di tanah air, rasanya Indonesia sedang menyaksikan fenomena luar biasa pada BRI Super League 25/26. Memasuki pekan ke-17, gairah para suporter untuk memberikan dukungan langsung di tribun stadion benar-benar berada di titik tertinggi.
Sepak bola terbukti masih menjadi hiburan nomor satu yang mampu menggerakkan ratusan ribu orang untuk datang, bersorak, dan memberikan energi luar biasa demi klub kebanggaan daerah mereka masing-masing.
Dua klub raksasa Indonesia, Persib Bandung dan Persija Jakarta, kembali membuktikan diri sebagai magnet utama dalam industri sepak bola nasional. Hingga pekan ke-17, Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) mencatatkan total kehadiran sebanyak 185.574 penonton.
Sementara itu, Persija Jakarta yang kini menggunakan kemegahan Jakarta International Stadium (JIS) sebagai rumah barunya, membuntuti sangat ketat di posisi kedua dengan total 183.443 penonton.
Kedua klub ini menjadi yang terdepan karena didukung oleh basis suporter yang sangat besar serta fasilitas stadion kelas dunia yang memadai. Berikut adalah daftar lengkap klub dengan jumlah penonton terbanyak hingga pekan ke-17 BRI Super League 25/26.
Baca Juga: Intip Daftar 10 Pemain Top Skor Liga 1 Indonesia, Pemain Persija Mendominasi!
Secara keseluruhan, angka partisipasi penonton di musim ini sangat mengesankan. Secara total, BRI Super League 25/26 telah mengumpulkan hampir 1 juta penonton dari berbagai pertandingan yang telah digelar. Angka ini diprediksi akan terus meroket seiring masuknya liga ke fase-fase krusial di putaran kedua nanti, di mana persaingan memperebutkan gelar juara akan semakin memanas.
Menariknya, kemeriahan sebuah pertandingan tidak selalu ditentukan oleh seberapa besar kapasitas tempat duduk yang tersedia. Klub dengan stadion yang relatif kecil seperti Bali United dan Borneo FC justru mampu mencatatkan rasio keterisian tempat duduk yang sangat tinggi, yakni di atas 50%.
Fenomena ini menunjukkan bahwa loyalitas dari para suporter sebenarnya jauh lebih krusial daripada sekadar besarnya bangunan stadion. Pendukung di Gianyar dan Samarinda juga terbukti sangat rajin mengisi kursi stadion setiap kali tim kesayangannya berlaga. Hal ini menciptakan atmosfer pertandingan yang hidup dan memberikan semangat tambahan bagi para pemain di lapangan.
Budaya menonton pertandingan langsung ini juga memberikan dampak ekonomi yang sangat nyata dan luas bagi daerah. Ketika ratusan ribu orang bergerak menuju stadion, roda ekonomi di sekitarnya ikut berputar kencang. Mulai dari transportasi, penginapan, hingga UMKM di sekitar stadion. Perputaran uang ini menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan asli daerah melalui pajak serta retribusi penggunaan fasilitas umum.
Dengan pengelolaan yang semakin profesional dan fasilitas yang terus diperbaiki, diharapkan kenyamanan penonton akan semakin terjaga. Pada akhirnya, tingginya angka kehadiran ini adalah bentuk apresiasi tertinggi masyarakat terhadap perkembangan sepak bola Indonesia yang terus berbenah menuju level yang lebih tinggi.
Penulis: Emily Zakia
Editor: Editor