10 Negara dengan Layanan Kesehatan Terbaik di Dunia

Kesehatan tiap individu memengaruhi kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan tiap negara. Sehingga, tiap negara di dunia menyediakan layanan kesehatan.

10 Negara dengan Layanan Kesehatan Terbaik di Dunia Potret memeriksa pasien | Gerain0812/Shutterstock

Kesehatan menjadi komponen utama dalam diri untuk dapat melakukan segala aktivitas. Kesehatan juga berpengaruh pada berlangsungnya pekerjaan, yang tentu berimbas pada beragam sektor seperti pertanian, pertambangan, ekonomi, pendidikan, dan lain sebagainya.

Kesehatan tiap individu juga memengaruhi kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan tiap negara. Oleh karena itu, tiap negara di dunia menyediakan fasilitas layanan kesehatan untuk warga negaranya. Pemerintah tiap negara turut ambil andil menyiapkan anggaran untuk memenuhi fasilitas layanan kesehatan yang berkualitas agar berdampak pada kualitas hidup masyarakat disuatu negara tersebut.

Termasuk juga World Health Organization (WHO) telah mengeluarkan peraturan yang memasang patokan alokasi anggaran kesehatan setiap negara minimal 15 persen dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) atau setara dengan 5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Bahkan, beberapa negara mengeluarkan anggaran yang cukup besar untuk menunjang layanan kesehatan berkualitas. Dapat dilihat dari Amerika Serikat mengeluarkan anggaran layanan kesehatan sebesar 16,9 persen dari GDP bahkan melampaui dari patokan minimal alokasi anggaran kesehatan yang ditetapkan WHO.

Negara dengan fasilitas pelayanan kesehatan yang baik dapat dilihat dari tingginya angka harapan hidup, kualitas tenaga medis, akses masyarakat untuk mendapatkan fasilitas layanan kesehatan tersebut dan lain sebagainya.

CEOWORLD mengungkapkan kualitas pelayanan kesehatan terbaik di dunia lewat indeks layanan kesehatan (HCI) ditentukan dari berbagai aspek seperti kemampuan tenaga kesehatan, harga, ketersediaan obat yang berkualitas, kesiapan pemerintah, lingkungan, akses air bersih, sanitasi dan lain sebagainya.

10 negara layanan kesehatan terbaik di dunia | GoodStats

1. Korea Selatan

Fasilitas pelayanan kesehatan yang disediakan Korea Selatan mendapatkan skor 78,72 dari HCI. Hal tersebut terbukti dari beragam fasilitas seperti permasalahan kesehatan umum, kanker, saraf, otak, mata, hati, gigi, dan estetika. Korea Selatan juga memiliki tingkat keberhasilan transpalantasi organ tertinggi di dunia.

Bahkan, data dari Korean Health Industry Development (KHIDI) mengungkapkan pasien dari luar Korea Selatan juga turut merasakan fasilitas kesehatan tersebut, di antaranya pasien internal medicine sebesar 21,4 persen, operasi plastik 10,6 persen, dermatologi 10,2 persen, dan medical checkup 10,1 persen.

2. Denmark

Negara yang beroperasi dibawah Monarko konstitusional sejak 1894 tersebut memiliki skor layanan kesehatan sebesar 74,11. Hal itu disebabkan oleh Denmark melalui perpajakan progresif menggunakan perawatan kesehatan universal, di mana warga negaranya sebagian besar menerima perawatan kesehatan medis gratis.

Pengeluaran layanan kesehatan yang dikeluarkan pemerintah Denmark berkisar 10,4 persen dari PDB, dimana sekitar 84 persen didanai dari pajak daerah dan kota yang didistribukan lagi oleh pemerintah pusat. Pengeluaran untuk fasilitas rumah sakit sebesar 43 persen dari total pengeluaran perawatan kesehatan, tentu angka tersebut berada diatas rata-rata negara lingkup OECD.

3. Austria

Pelayanan kesehatan Austria mendapatkan skor 71,32. Sebagaimana pengaturan pelayanan kesehatan sebagian besar fungsi dan sistem pelayanan dikontrol pemerintah. Sehingga, Austria juga dinobatkan sebagai salah satu negara tersehat di dunia dengan kualitas pelayanan kesehatan yang baik.

Pelayanan kesehatan tersebut didapatkan seluruh warga Austria dengan adanya pemberian asuransi kesehatan dari pemerintah. Oleh karena itu, angka harapan hidup negara tersebut cukup tinggi sebesar 78,4 tahun.

4. Jepang

Negara dengan total penduduk berkisar 127 juta orang tersebut memiliki layanan kesehatan yang baik dengan skor 70,73. Layanan kesehatan Jepang memiliki akses universal ke berbagai fasilitas dan biaya pengobatan rumah sakit tergolong rendah yang disebakan adanya asuransi kesehatan.

Hal itu didukung dari peraturan pemerintahnya untuk mewajibkan setiap penduduk Jepang mendaftarkan dirinya dalam asuransi kesehatan. Asuransi tersebut akan membiayai sebesar 80 persen dari pengeluaran perawatan dan 20 persen sisanya dibayar oleh warga sendiri. Sementara, warga Jepang yang sudah lansia hanya membayar 10 persen dari biaya asuransi perawatan.

5. Australia

Negara yang identik dengan hewan kangguru tersebut memiliki skor layanan kesehatan sebesar 67,99. Layanan kesehatan yang diberikan sudah diakui negara menjadi salah satu yang terbaik. Layanan kesehatan tersebut terdiri dari sistem kesehatan untuk publik dan sistem kesehatan untuk swasta. Meskipun begitu, masyarakat Australia dapat mengakses keduanya secara gratis sebab adanya asuransi dari pemerintah.

Australia menyediakan asuransi negara yakni Medicare yang dikelola pemerintah mencakup berbagai layanan perawatan kesehatan primer. Pengeluaran sebesar 67 persen untuk Medicare sebagai asuransi negara dan program kesehatan lainnya.

6. Prancis

HCI memberikan skor sebesar 65,38 pada Prancis sebagai layanan kesehatan terbaik. Hal itu serupa dengan pengakuan WHO pada tahun 1997 dan 2000 sebagai negara yang memberikan perawatan kesehatan terbaik dan menangani secara gratis penyakit kronis.

Pemerintah juga konsisten memberikan pelayanan pada masyarakat hingga menjadikan sebagai salah satu negara tersehat di dunia. Prancis menggunakan sistem reimbursement dimana biaya perawatan akan dikembalikan kepada pasien dalam waktu tiga hingga lima hari setelah perawatan dari 70 persen hingga 100 persen. Bagi warga tidak mampu akan dibiayai gratis.

7. Spanyol

Negara yang pernah menduduki peringkat ke-7 perawatan kesehatan terbaik dunia dari WHO ini memperoleh skor 64,66 layanan kesehatan yang baik. Spanyol mengoperasikan sistem perawatan kesehatan universal dengan pengeluaran kesehatan sebesar 9,4 persen dari PDB dan diatas rata-rata lingkup OECD sebesar 9,3 persen.

Sejak 2012, Spanyol memberikan layanan kesehatan dasar secara gratis bagi seluruh penduduknya bahkan penduduk illegal sekalipun. Kebijakan tersebut dilakukan sebagai bentuk penghargaan pemerintah pada penduduk telah berkontribusi dari segi keamanan sosial.

8. Belanda

HCI memberikan skor sebesar 60,16 pada Belanda dalam layanan kesehatan. Hal itu juga terlihat menjadi peringkat pertama dalam perkembangan studi membandingkan sistem perawatan kesehatan Amerika Serikat, Australia, Kanada, Jerman dan Selandia Baru.

Belanda juga mewajibkan warganya mengambil asuransi dengan pembagian asuransi umum dan asuransi jangka panjang. Perawatan kesehatan tersebut dibiayai sistem ganda dimana sumber lain dari pembayaran perawatan kesehatan ialah pajak 14 persen, pembayaran langsung 9 persen, paket asuransi opsional tambahan 4 persen, dan berbagai sumber lainnya. Pemerintah turut mengontrol pembiayaan agar tarifnya tetap terjangkau.

9. Finlandia

Negara yang memiliki sistem kesehatan yang terdesentralisasi tiga tingkat dan didanai publik ini memiliki skor 59,6 layanan kesehatan. Pemerintah juga bertangggung jawab menawarkan layanan kesehatan kepada warga negaranya.

Pendanaan fasilitas kesehatan tersebut berasal dari dua sumber yakni pembiayaan kota berdasarkan pajak yang digunakan dan asuransi kesehatan nasional. Asuransi tersebut mencakup pelayanan kesehatan pribadi, kesehatan kerja, dan rawat jalan. Oleh karena itu, 88 persen warganya puas dengan pelayanan kesehatan tersebut.

10. Thailand

Layanan kesehatan Thailand mendapatkan skor 59,32. Perolehan tersebut menjadi contoh bagi negara Asia Tenggara lainnya seperti yang dikatakan Michael Gideon dalam World Medical Association, ditambah lagi perekonomian negara tersebut yang berkembang hingga mampu menyediakan layanan kesehatan bagi pekerja berpenghasilan rendah.

Sistem jaminan kesehatan Thailand mulai berlaku sejak tahun 2002 sebagai sistem kesehatan menyeluruh dan terlengkap. Sistem tersebut mencakup sekitar 29 juta masyarakat. Selain itu, Thailand memiliki sistem kesehatan UHC di mana masyarakat dilindungi sebanyak 99 persen dengan 3 skema yakni cakupan semesta sebesar 75 persen, skema asuransi kesehatan pegawai swasta sebesar 20 persen dan skema asuransi pegawai negeri sebesar 5 persen. Pelayanan kesehatan ini berupa sistem rujukan berjenjang dengan kurang lebih 8.000 PCU dan menjamin 5.000-10.000 jumlah penduduk.

 

Penulis: Naomi Adisty
Editor: Editor

Artikel Sebelumnya Keamanan Siber Negara Asia Tenggara 2022, Indonesia Peringkat Berapa?
Artikel Selanjutnya 10 Negara Penghasil Kurma Terbanyak di Dunia, Siapa Juaranya?
Konten Terkait