Utang Pinjol Indonesia Tembus Rp94 Triliun November 2025
Ekonomi dan Bisnis • 5 Februari 2026Utang pinjol warga Indonesia capai Rp94,85 triliun, naik 25% dibanding tahun lalu
Utang pinjol warga Indonesia capai Rp94,85 triliun, naik 25% dibanding tahun lalu
Sebanyak 21,5% perusahaan fintech Indonesia merupakan perusahaan pinjaman dan pembiayaan online, terbanyak dibandingkan perusahaan fintech di sektor lainnya
Survei APJII menyebut hanya 8,21% responden responden Indonesia yang menggunakan pinjaman online pada 2025
Sebanyak 45% pengguna pinjol pada 2025 berasal dari Generasi Milenial, lebih tinggi dibanding Gen Z (41,45%)
Mayoritas publik Indonesia mengakses bantuan kredit dari program Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Utang pinjol Jawa Barat capai Rp20,75 triliun pada Juni 2025, setara 25% dari total pinjaman nasional.
Nilai penyaluran pinjol capai Rp28,67 triliun per Mei 2025, dengan nilai kredit macet sebesar Rp2,63 triliun.
Penerimaan pajak ekonomi digital terus naik, kripto dan fintech jadi penyumbang terbesar. Berikut rinciannya.
Berbeda dengan Gen Z, Milenial cenderung menggunakan pinjaman online untuk memenuhi kebutuhan hidup
Ajakan gagal bayar pinjol jadi seruan viral di media sosial. Bagaimana datanya pada 2025?
Nilai penyaluran pinjol pada bulan Maret 2025 jadi yang tertinggi sepanjang 2025.
Jumlah utang pokok yang masih berjalan dari pinjol mencapai Rp78,5 triliun pada Januari 2025, sekitar 25% berasal dari Jawa Barat.
Jawa Barat menjadi provinsi dengan total nilai utang pinjol tertinggi, mencapai Rp19,56 triliun pada Desember 2024, setara dengan 25% total nilai keseluruhan.
Sebanyak 33% responden dari Gen Z dan Milenial memilih Akulaku sebagai aplikasi pinjaman online paling populer
E-wallet menjadi layanan fintech yang paling banyak digunakan warga Indonesia pada 2024
Menurut APJII, kebutuhan yang mendesak (36,41%) hingga jeratan utang (1,79%) menjadi alasan utama orang Indonesia akses pinjaman online
Penting bagi masyarakat untuk selalu waspada dan memahami ciri-ciri pinjaman online yang aman agar terhindar dari praktik penipuan yang merugikan.
Indonesia catat rekor baru dengan nilai penyaluran pinjaman online sebesar Rp27,44 miliar pada Agustus 2024
Kelompok usia 19-34 tahun mendominasi dalam pinjaman macet pada 2024, dengan total mencapai Rp652,73 miliar pada bulan Juli.
Tingginya jumlah peminjam yang bermasalah menunjukkan perlunya peningkatan edukasi keuangan dan perbaikan dalam proses penilaian kredit.
Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.
Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook