Kasus Kekerasan di Satuan Pendidikan Indonesia 2020–2025
Masyarakat • 27 Januari 2026Kasus kekerasan di satuan pendidikan meningkat dari 91 kasus pada 2020 menjadi 641 kasus pada 2025
Kasus kekerasan di satuan pendidikan meningkat dari 91 kasus pada 2020 menjadi 641 kasus pada 2025
Sebanyak 21,35% ruang kelas di Sulawesi Barat mengalami kerusakan berat pada tahun ajaran 2024/2025, tertinggi di Indonesia.
Sebanyak 22% pekerja bergaji di bawah UMK merupakan lulusan SMA, tertinggi dari tingkat pendidikan lain pada 2025
Program revitalisasi sekolah, bantuan insentif, dan bantuan subsidi upah (BSU) untuk guru non-ASN jadi upaya pemerintah tingkatkan mutu pendidikan Indonesia.
Pemerintah menyalurkan total Rp32,9 miliar untuk 16.467 guru dan tendik terdampak bencana alam.
Di tengah penurunan pengangguran yang makin melambat, pendidikan daring menjadi strategi cepat agar tetap relevan di pasar kerja.
Pada 2025, SMP Negeri 5 Yogyakarta, SMP Negeri 8 Yogyakarta, dan SMP Negeri 4 Pakem menempati top 3 SMP terbaik di Indonesia.
Tingkat partisipasi pendidikan prasekolah mencapai 97,7% pada 2025, meningkat dari 92,72% pada 2021
Papua Pegunungan jadi provinsi dengan biaya pendidikan SD termurah nasional, hanya Rp1,6 juta untuk tahun ajaran 2023/2024.
Pemuda yang menganggur di Indonesia didominasi oleh pemuda berstatus terdidik (79,9%), yakni mereka pendidikan terakhirnya SMA ke atas
Sebanyak 22,36% pekerja muda overeducated atau bekerja di bawah kualifikasi pendidikannya akibat terbatasnya lapangan pekerjaan
Baik di daerah perkotaan maupun perdesaan, angka melek huruf laki-laki lebih tinggi dari perempuan
Di antara semua jenjang pendidikan, lulusan pascasarjana jadi satu-satunya yang pesimis dengan skor indeks hanya 99,9 poin.
Baik di perkotaan maupun perdesaan, angka perempuan yang tidak memiliki ijazah lebih tinggi dari laki-laki
Mayoritas pemuda Indonesia merupakan lulusan SMA/SMK sederajat pada 2025, mencapai 43,75%
Kebanyakan lansia di Indonesia berpendidikan rendah, dengan 27,28% lansia tidak tamat SD dan 10,66% bahkan tidak pernah sekolah
Dalam 1 dekade terakhir, angka melek aksara di Indonesia bertambah sebesar 1,88%, dari yang semula 95,22% pada tahun 2015 menjadi 97,1% pada tahun 2025
Angka partisipasi sekolah perempuan di Indonesia konsisten lebih tinggi dibandingkan laki-laki pada seluruh kelompok usia sekolah
BPS mencatat hampir seluruh anak usia 6 tahun kini sudah mendapat layanan prasekolah sebelum masuk SD.
Pada 2024, pelaku e-commerce didominasi lulusan SMA sebesar 50,72%, menunjukkan bahwa usaha digital kini semakin mudah diakses oleh masyarakat
Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.