Kasus Pelanggaran Kebebasan Berekspresi Digital Awal 2026, Isu Apa yang Paling Rawan?
Sosial • 9 Mei 2026Pada awal 2026, 13 kasus politik mendominasi pelanggaran kebebasan berekspresi digital, disusul ekonomi 8 kasus dan agama 6 kasus
Pada awal 2026, 13 kasus politik mendominasi pelanggaran kebebasan berekspresi digital, disusul ekonomi 8 kasus dan agama 6 kasus
Sejak pandemi berakhir, angka pelanggaran kebebasan berekspresi di Indonesia mengalami eskalasi yang cukup signifikan
Berdasarkan survei Litbang Kompas, 71,4% responden merasa media sosial belum menjadi ruang yang aman untuk berekspresi.
Selama satu dekade terakhir, Safenet mencatat 776 kasus pelanggaran kebebasan berekspresi di ranah digital
75% masyarakat Indonesia setuju pemerintah harus bisa dikritik secara terbuka, tapi tetap dilakukan dengan sopan santun.
Meski ada kritik soal pembukaan Olimpiade 2024, Prancis masih menghargai kebebasan berekspresi warganya. Lantas, bagaimana dengan Indonesia?
Kebebasan berpendapat menjadi salah satu topik yang disinggung calon presiden nomor urut 1, Anies Baswedan, dalam debat pertama pada Selasa (12/12/2023). Debat
Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.
Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook