Penalti menjadi instrumen penting dalam satu pertandingan sepak bola. Tak jarang pemenang laga ditentukan oleh ‘dinginnya’ para eksekutor penalti.
Pentingnya kemampuan mengeksekusi penalti bahkan digarisbawahi oleh pelatih Persib Bandung Bojan Hodak. Hodak merasa timnya perlu meningkatkan kualiltas para penendang timnya dari titik putih.
“Kami jadi nomor satu di liga, saya merasa senang dan puas. Tapi disamping itu kami masih bisa lebih baik. Kami beberapa kali gagal memanfaatkan penalti, ada lima kali kami melewatkannya tanpa gol,” kata Hodak dikutip dari situs resmi liga.
Musim ini, Persib mendapat tujuh kali penalti. Namun empat dari tujuh penalti itu gagal dikonversi jadi gol. Entah sepakan algojo dihalau kiper lawan atau tendangannya melenceng.
Dari situs Transfermarkt diketahui terdapat beberapa pemain di BRI Super League 2025-2026 dengan kemampuan eksekusi penalti mencapai 100 persen. Bahkan capaian sempurna itu tercatat setelah lebih dari sekali kesempatan mengeksekusi penalti.
Nama striker Arema FC Dalberto serta gelandang serang PSIM Jogja Ze Valente menempati rangking pertama algojo terbaik. Dari empat kesempatan, keduanya selalu sukses mencetak gol dari titik penalti.
Di luar kedua nama itu, terdapat pemain-pemain lain yang bertindak ‘dingin’ menjadi eksekutor. Berikut top five algojo penalti di BRI Super League 2025-2026 sampai separuh musim
|
Nama/Tim |
Jumlah Penalti |
Penalti Sukses |
Persentase Sukses Penalti |
|
1.Dalberto/Arema FC |
4 |
4 |
100 % |
|
2.Ze Valente/PSIM |
4 |
4 |
100 % |
|
3.Mariano Peralta/Borneo FC |
3 |
3 |
100 % |
|
4.Luquinhas/PSBS |
3 |
3 |
100 % |
|
5.Bruno Moreira/Persebaya |
3 |
3 |
100 % |
Penulis: Tri Candra