Harga batu bara mencetak rekor baru setelah 14 bulan. Pada Selasa, 3 Maret 2026, harga batu bara Newcastle untuk April ditutup di angka US$138 per ton. Angka ini menunjukkan lonjakan sebesar 7,3% dibandingkan hari sebelumnya dan juga merupakan level tertinggi sejak November 2024.
Lonjakan tajam harga batu bara mencerminkan respons pasar terhadap gangguang pasokan energi global. Hal ini mengacu pada konflik AS-Israel dengan Iran yang diikuti oleh penutupan Selat Hormuz, serta penyerangan terhadap fasilitas energi di Doha.
Baca Juga: Indonesia Kuasai Pasar Ekspor Batu Bara Global 2025
Serangan Iran terhadap Doha Pengaruhi Harga Batu Bara
Kenaikan harga batu bara kali ini tidak terjadi tanpa sebab. Kenaikan dipicu oleh serangan drone Iran terhadap fasilitas energi di Doha, Qatar. Insiden tersebut meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan distribusi energi.
Pada Senin, 2 Maret 2026, Kementerian Pertahanan Qatar memberitakan penyerangan yang dilakukan oleh Iran. Iran mengirimkan dua drone yang menargetkan fasilitas energi di Ras Laffan dan Mesaieed. Aksi ini merupakan bentuk balas dendam pasca serangan udara AS-Israel kepada Iran.
Serangan ini menjadi salah satu faktor kenaikan harga batu bara. Qatar adalah salah satu produsen Gas LNG (Liquified Natural Gas) terbesar di dunia. Serangan terhadap fasilitas-fasilitas energi ini dapat mempengaruhi pasokan energi, terutama minyak dan gas. Jika itu terjadi, batu bara dapat menjadi substitusi jangka pendek. Hal inilah yang menyebabkan harga batu bara dapat melonjak secara signifikan.
Statistik Perkembangan Harga Batu Bara 6 Bulan Terakhir
Jika melihat tren enam bulan terakhir, harga batu bara menunjukkan pola fluktuatif dengan kecenderungan menguat sejak awal tahun 2026.
Pada September 2025, harga batu bara Newcastle berada di angka US$108.80 per ton. Memasuki bulan Oktober 2025, harga turun menjadi US$105. Angka ini merupakan penurunan sebesar 3,49%.
Namun, pada November 2025, harga batu bara kembali naik menjadi US$109,60 atau peningkatan sebesar 4,38%. Tren ini tidak bertahan lama karena pada Desember 2025, harga sedikit terkoreksi menjadi US$108.50.
Memasuki tahun 2026, harga batu bara kembali mengalami pelemahan. Pada bulan Januari, harga tercatat sebesar US$106.55 per ton. Angka ini menunjukkan penurunan sekitar 1,80% dari bulan Desember. Sejauh ini, kondisi pasar batu bara relatif stabil tanpa adanya momentum kenaikan yang signifikan.
Namun, perubahan besar mulai terlihat pada Februari 2026. Harga batu bara Newcastle melonjak ke angka US$114,70. Angka ini naik 7,65% dari bulan Januari. Kenaikan ini menandai perubahan sentimen pasar, terutama akibat meningkatnya ketegangan geopolitik global dan gangguan distribusi energi.
Kenaikan paling signifikan terjadi pada Maret 2026. Per 3 Maret 2026, harga batu bara menembus US$138 per ton. Dibandingkan bulan Februari, angka ini merupakan kenaikan 20,31% hanya dalam satu bulan. Jika dibandingkan dengan bulan September 2025, kenaikan mencapai sekitar 26,84%.
Secara kronologis, terlihat bahwa sejak awal 2026, harga batu bara menunjukkan akselerasi tren dengan bulan Maret sebagai katalis.
Melihat tren ini, harga batu bara diperkirakan akan tetap meningkat. Hal ini terutama jika ketegangan geopolitik tidak mereda. Ketidakpastian pasokan energi global menjadi faktor utama yang menjamin sentimen bullish harga batu bara.
Dari sisi konsumen dan industri, perlu melakukan diversifikasi sumber energi. Hal ini dapat membantu mengurangi risiko ketergantungan pada satu jenis bahan bakar terutama di situasi yang tidak stabil. Terlepas dari itu, jika konflik geopolitik dapat direndam dan pasokan energi kembali stabil, tren harga batu bara kemungkinan dapat mengalami koreksi.
Baca Juga: 10 Negara Paling Bergantung pada Impor Batu Bara Indonesia 2025
Sumber:
https://tradingeconomics.com/commodity/coal
Penulis: Aisha Zahrany
Editor: Editor