Tata Busana jadi Lembaga Pelatihan Paling Diminati Masyarakat Tingkat Desa

BPS 2021 menyebut lembaga keterampilan menjahi/tata busana menjadi peringkat pertama pendidikan nonformal yang paling diminati di tingkat desa.

Tata Busana jadi Lembaga Pelatihan Paling Diminati Masyarakat Tingkat Desa Ilustrasi menjahit | Nana Margono/ Shutterstock

Jenjang pendidikan merupakan rangkaian penting dalam membangun Potensi Desa (Podes). Tak hanya pendidikan formal setingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), pendidikan nonformal juga memiliki peran penting mendukung Podes.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) pendidikan nonformal meliputi pendidikan anak usia dini, pendidikan kepemudaan, pendidikan keaksaraan, pelatihan kerja, serta pendidikan keterampilan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik.

Merilis data BPS 2021 pendidikan nonformal melalui lembaga keterampilan masih banyak diminati. Lembaga bidang menjahit/tata busana menjadi lembaga keterampilan dengan jumlah terbanyak.

Lembaga keterampilan adalah pendidikan luar sekolah yang dikelola oleh lembaga/pelatihan/kursus keterampilan. Model pendidikan nonformal ini memiliki ciri dengan jangka waktu pendidikan yang relatif pendek, ditujukan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat umum, dan menyediakan sertifikat bagi peserta yang lulus.

Statistik potensi desa berdasarkan Lembaga Keterampilan 2021 | GoodStats

Pada tahun 2021 lembaga keterampilan menjahit/tata busana berada di peringkat pertama yakni sejumlah 7.382 desa/kelurahan di seluruh Indonesia. Angka ini bisa menjadi penilaian potensi peningkatan perekonomian usaha garmen di tingkat desa.

Sejumlah peminatan lembaga keterampilan lainnya pada peringkat 2 terdapat lembaga pelatihan Komputer sejumlah 6.173 desa/kelurahan. Disusul oleh lembaga keterampilan montir mobil/motor sebanyak 5.571 desa/kelurahan.

Lembaga keterampilan lainnya yang masih banyak diminati yakni pendidikan kecantikan, bahasa asing, elektronika, dan lainnya.

 Dari total 3.405 pendidikan latihan yang tersebar di seluruh Indonesia. Provinsi yang paling banyak memiliki lembaga pelatihan terdapat di Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Sebaliknya, jumlah lembaga pelatihan terendah terdapat di Provinsi Kalimantan Utara, Gorontalo, dan Papua Barat.

Survei Podes 2021 merupakan penilaian di seluruh wilayah kabupaten/kota, kecamatan, dan wilayah administrasi pemerintah terendah setingkat desa. Wilayah yang mencakupi Podes meliputi desa, kelurahan, nagari di Sumatra Barat, Unit Permukiman Transmigrasi (UPT), dan Satuan Permukiman Transmigrasi (SPT) yang masih dibina oleh kementerian terkait.

Hasil survei ini berasal dari penilaian di 84.096 wilayah administrasi pemerintah setingkat desa yang terdiri dari 75.584 desa, 8.461 kelurahan, dan 51 UPT/SPT.

Podes bertujuan untuk menyediakan data keberadaan dan perkembangan potensi yang dimiliki desa/kelurahan yang meliputi pendidikan, sosial, ekonomi, sarana, dan prasarana wilayah sebagai indikator pembangunan/kemajuan desa.

Penulis: Nabilah Nur Alifah
Editor: Iip M Aditiya

Artikel Sebelumnya Negara dengan Persentase Penduduk Muslim Tertinggi di Dunia, Indonesia Peringkat Berapa?
Artikel Selanjutnya 10 Kota dengan Populasi Terbanyak di Asia Tenggara 2022, Indonesia Mendominasi
Konten Terkait