Survei Intage: Orang Indonesia Rata-Rata Habiskan Rp1,41 Juta Sebulan buat Si "Anabul"

Intage Group lakukan survei untuk menangkap pola pasar dan tren kepemilikan hewan peliharaan di 4 negara, termasuk Indonesia pada 2023 lalu.

Survei Intage: Orang Indonesia Rata-Rata Habiskan Rp1,41 Juta Sebulan buat Si "Anabul" Kucing peliharaan | Unsplash/muhamadfkri

Mempunyai hewan peliharaan di rumah sudah menjadi kebutuhan bagi sebagian orang, dan belakangan, tren ini tampaknya semakin berkembang.

Terbukti dengan nilai industri hewan peliharaan yang terus bertumbuh hingga mencapai US$320 miliar secara global pada 2023, dan diperkirakan hampir menyentuh US$500 miliar pada 2030, menurut laporan Bloomberg Intelligence.

Latar belakang orang memelihara hewan bisa bermacam-macam, mulai dari dorongan pribadi untuk mencari kesenangan dan kenyamanan, hingga dorongan atau pengaruh dari orang-orang terdekat.

Ini seperti yang ditunjukkan dalam laporan hasil survei Intage Group berjudul U&A Survey on Dog and Cat Owners - The Expanding Asian Pet Market 2023.

Survei yang dilakukan pada Maret 2023 ini memberi gambaran soal pola dan tren kepemilikan hewan peliharaan di 4 negara: India, Thailand, Tiongkok, dan Indonesia.

Hasil survei ini menunjukkan bahwa sebagian besar rumah tangga (70-80%) di keempat negara tersebut memiliki setidaknya satu jenis hewan peliharaan di rumah mereka.

Berdasarkan jenisnya, anjing mendominasi rumah tangga di India (44,8%), Thailand (48,5%), dan Tiongkok (38,7%), sedangkan di Indonesia, kucing (56,5%) jadi yang paling banyak dipelihara.

Menurut hasil survei tersebut, 80,7% dari 2.441 responden di Indonesia mengaku memiliki hewan peliharaan di rumahnya.

Selain kucing, ikan (28,7%) dan burung (20,3%) juga menjadi hewan peliharaan favorit orang Indonesia, diikuti anjing (7,4%) dan hewan jenis reptil (3,4%) di urutan 5 teratas.

Menginginkan kenyamanan dalam hidup (58,8%), menjadi alasan paling dominan orang Indonesia untuk memelihara hewan di rumah menurut survei tersebut.

“Kecenderungan ini bisa jadi disebabkan oleh perubahan gaya hidup yang dipicu oleh pandemi ini, dimana penerapan lockdown dan ancaman kesehatan dapat mengganggu kesejahteraan mental dan emosional masyarakat,” tulis Intage Group dalam laporannya.

Alasan terbesar lain, di antaranya karena ingin memiliki hewan peliharaan sejak lama (36,0%), lalu karena dorongan dari keluarga atau anak (35,4%), dan juga untuk keamanan rumah (23,1%).

Selain terbukti membawa keuntungan, memelihara hewan di rumah juga nyatanya menghadirkan beragam tantangan tersendiri bagi para pemiliknya.

Bagi para pemilik hewan peliharaan di Indonesia, membersihkan urin dan kotoran (16,4%) menjadi satu permasalahan utama yang paling banyak dirasakan.

Kemudian sulitnya melakukan perjalanan keluar rumah dalam waktu yang lama (14,8%) dan merawat hewan peliharaan ketika sakit (8,2%) juga menjadi sejumlah concern utama para pemilik hewan ini.

Dalam meninjau pola pengeluaran, survei ini berfokus pada pola pengeluaran pemilik hewan peliharaan kucing dan anjing.

Di Indonesia, hasil survei menunjukkan bahwa rata-rata biaya yang dikeluarkan untuk memelihara kucing sebesar Rp1,41 juta/bulan, lebih tinggi dibanding rata-rata pengeluaran untuk memelihara anjing yang sebesar Rp1,36 juta/bulan.

Perbedaan juga ditemukan pada jenis pengeluarannya. Untuk kucing, rata-rata pengeluaran terbesar terdapat pada belanja perawatan/kecantikan. Sedangkan untuk anjing, rata-rata pengeluaran terbesarnya ada pada belanja makanan.

Menariknya, proporsi belanja perawatan/kecantikan baik untuk kucing maupun anjing di Indonesia ternyata menjadi yang tertinggi dibandingkan di negara lainnya dalam survei ini.

Penulis: Raka B. Lubis
Editor: Iip M Aditiya

Konten Terkait

Perusahaan Ideal Seperti Apa yang Dicari Gen Z?

Memiliki lingkungan kerja yang nyaman, mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan diri, dan memiliki bos yang baik jadi kriteria perusahaan ideal menurut Gen Z.

Inilah Data Kontribusi Suara Parpol di Pemilu 2024 Kepada Prabowo-Gibran

Gerindra dan PSI dominasi jajaran atas. Menarik, lebih dari 50% pemilih Perindo-Hanura memilih 02. Selain itu, sekitar 50% pemilih PPP-PKB turut memilih 02

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Dengan melakukan pendaftaran akun, saya menyetujui Aturan dan Kebijakan di GoodStats

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook
Student Diplomat Mobile
X