Sentimen Publik terhadap Ledakan Bom di SMAN 72 Jakarta

Sentimen publik terhadap ledakan di SMAN 72 Jakarta didominasi oleh sentimen netral dan negatif, baik di media sosial maupun media online.

Sentimen Publik terhadap Ledakan Bom di SMAN 72 Jakarta Ilustrasi Lorong Sekolah | Unsplash
Ukuran Fon:

Pada Jumat (7/11/2025), terjadi ledakan di masjid SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Peristiwa ledakan terjadi menjelang salat Jumat, sekitar pukul 12.30 WIB. Peristiwa ini disebabkan oleh salah satu siswa SMAN 72 Jakarta yang memasang bom rakitan di area masjid, mengakibatkan puluhan siswa menjadi korban. Pelaku sendiri disinyalir merupakan korban perundungan.

Peristiwa ini lantas mengundang ragam reaksi dari warganet. Sentimen publik menunjukkan pola yang berbeda antara media sosial dan media online. Perbedaan ini muncul karena masing-masing platform punya cara tersendiri dalam merespons sebuah peristiwa. Media online cenderung fokus pada penyampaian fakta dan informasi, sementara percakapan di media sosial lebih dipenuhi reaksi emosional, opini spontan, hingga berbagai spekulasi. Alhasil, dinamika percakapan berkembang dengan karakter yang tidak sama meski membahas isu yang serupa.

Drone Emprit melakukan analisis percakapan terkait isu ledakan di SMAN 72 Jakarta di media sosial dan media online pada 7-13 November 2025. Data diambil dari berbagai media yang mencakup media sosial, seperti Twitter/X, Youtube, Instagram, Facebook, dan Tiktok, serta berbagai media online.

Sentimen Media Online

Sentimen Publik terhadap Ledakan di SMAN 72 Jakarta
Sentimen Publik terhadap Ledakan di SMAN 72 Jakarta di Media Online | GoodStats

Sentimen publik di media online cenderung netral dengan persentase 73%. Sentimen ini berfokus pada penyampaian fakta kejadian yang meliputi waktu, lokasi ledakan, jumlah korban, serta barang bukti dari peristiwa tersebut. Narasi netral turut menyoroti motif pelaku yang disinyalir melakukan aksinya atas inisiatif pribadi, seperti yang ditegaskan pihak kepolisian.

Sementara itu, terdapat 27% narasi bersentimen negatif. Sentimen negatif ini menyoroti dampak dari ledakan yang terjadi, seperti korban yang mengalami luka serius dan cacat permanen. Selain itu, publik mendorong agar pemerintah membatasi konten kekerasan dan memperketat akses terhadap gim yang memiliki unsur kekerasan yang dapat mengancam psikologi anak.

Sentimen Media Sosial

Sentimen Publik terhadap Ledakan di SMAN 72 Jakarta Media Sosial
Sentimen Publik terhadap Ledakan di SMAN 72 Jakarta di Media Sosial | GoodStats

Sentimen publik terhadap peristiwa pengeboman di SMAN 72 Jakarta di media sosial sedikit berbeda dengan yang terjadi di media massa, meski keduanya sama-sama didominasi sentimen netral dan tidak ada satu pun sentimen positif.

Terdapat 53% sentimen netral yang terjadi di media sosial. Publik banyak menginformasikan fakta-fakta dan membicarakan barang bukti yang ditemukan pasca kejadian. Publik juga menyoroti temuan dari pihak kepolisian yang menyebutkan bahwa pelaku pengeboman merupakan siswa aktif dari SMAN 72 Jakarta itu sendiri.

Sementara, terdapat 47% sentimen negatif terkait isu ini di media sosial. Publik menilai bahwa pelaku telah terpapar ideologi ekstremis dan Neo-Nazi serta berspekulasi bahwa motif pelaku merupakan dendam pribadi yang disebabkan tindakan perundungan.

Publik juga menyoroti dampak yang disebabkan oleh tragedi tersebut berupa trauma yang dialami oleh siswa lainnya dan guru-guru. Warganet turut beranggapan bahwa hal ini terjadi karena lemahnya pengamanan meski sekolah sudah berada di area militer, dan publik menilai bahwa pemerintah tidak serius menindak kasus-kasus perundungan yang terjadi di lembaga pendidikan.

Dari masing-masing media, tidak ada narasi dengan sentimen positif. Publik lebih cenderung mengulas detail dari peristiwa yang terjadi, dampaknya, dan menyoroti lemahnya pengawasan dari pemerintah terhadap kasus kekerasan yang terjadi di lembaga pendidikan.

Jumlah Interaksi

Peristiwa ledakan yang terjadi di SMAN 72 Jakarta menjadi pembicaraan hangat di berbagai media. Di media online terdapat 18.931 interaksi yang terjadi. Sedangkan, jumlah interaksi di media sosial jauh lebih tinggi.

Tiktok menjadi media sosial dengan tingkat interaksi tertinggi di antara media lain, mencapai 124,79 juta interaksi, diikuti Twitter (X) dengan 25,92 juta, YouTube dengan 14,31 juta, Instagram dengan 456 ribu, dan Facebook dengan 67 ribu.

Tren Percakapan

Percakapan di media sosial melonjak pada 8 November 2025, dengan total 3.478 pemberitaan terkait peristiwa ini. Selain itu, tren pembicaraan didominasi oleh pembicaraan terkait lemahnya pengawasan sekolah, radikalisasi, respons dari pemerintah, peristiwa bagian dari pengalihan isu, serta pentingnya peningkatan keamanan dan pelarangan paham-paham ekstremisme.

Selain itu, pemberitaan di media online banyak terjadi pada 7 November 2025. Terdapat 5.037 pemberitaan yang dipicu oleh fakta terkait pengeboman yang terjadi di masjid SMAN 72 Jakarta, pelaku berusia 17 tahun yang merupakan korban perundungan, kondisi korban peristiwa tersebut, sistem keamanan sekolah, dorongan transparansi penyelidikan, dan banyak spekulasi publik di media sosial yang diberitakan di media massa.

Baca Juga: Sentimen Publik terhadap Usulan Gelar Pahlawan Nasional Soeharto

Sumber:

https://pers.droneemprit.id/sentimen-publik-terhadap-ledakan-di-sman-72-jakarta/

Penulis: MUSYAFFA AKMAL
Editor: Editor

Konten Terkait

Kualitas Kelapa Menurun, 75% Publik Sebut Karena Usia Panen Terlalu Dini

Menurut publik, alasan utama para petani lakukan panen lebih awal karena desakan permintaan dari pemasok dan agen besar, capaiannya 57,5%.

Harga Pupuk Turun dan Gabah Naik, Petani Lebih Terlindungi dan Sejahtera

Kabar baik, harga gabah kering panen kini ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook