6 Kota Kuliner Terbaik di Indonesia yang Mendunia, Tertarik Berkunjung?

Kota Jakarta jadi kota kuliner terbaik ke-21 di dunia dan ke-2 di Asia Tenggara versi TasteAtlas Awards 25/26.

6 Kota Kuliner Terbaik di Indonesia yang Mendunia, Tertarik Berkunjung? Nasi uduk | Instagram/koh_aming
Ukuran Fon:

Dari Sabang sampai Merauke, kekayaan kuliner Indonesia seolah tak pernah habis untuk dijelajahi. Setiap kota menyajikan hidangan dengan cita rasa rempah khas yang memanjakan lidah, sehingga membuat siapa pun tergiur untuk mencicipinya lagi dan lagi. Keberagaman hidangan inilah yang menjadikan sejumlah kota di Indonesia pantas untuk mendapatkan sorotan sebagai kota kuliner terbaik yang mendunia.

Baru-baru ini, Taste Atlas merilis daftar 100 Best Food Cities dan kabar membanggakan pun datang dari tanah air. Setidaknya ada enam kota di Indonesia yang bertengger pada daftar pemeringkatan bergengsi tersebut.

Adapun penobatan kota kuliner terbaik di dunia ini diperoleh dari penilaian atas 18,8 ribu kota dalam database TasteAtlas dan ditinjau berdasarkan lebih dari 590 ribu rating makanan. Hasilnya, enam kota Indonesia dengan ragam kuliner khasnya kembali menunjukkan pesonanya di kancah internasional.

Berikut daftar lengkap kota-kota di Indonesia yang berhasil masuk dalam top 100 sebagai kota kuliner terbaik di dunia disertai dengan rating hidangan jawaranya.

Baca Juga: Bukan Cuma Rasa, Publik RI Prioritaskan 10 Fasilitas Ini Saat Kuliner

1. Jakarta

Kota Jakarta menempati peringkat ke-21 dalam daftar kota kuliner terbaik di dunia dan ke-2 di wilayah Asia Tenggara. Beberapa hidangan yang cukup populer, antara lain nasi uduk (rating 4,4), bubur ayam (4,4), dan gado-gado (4,1).

Taste Atlas juga merekomendasikan sejumlah restoran tradisional yang dikenal dengan sajian autentiknya, seperti Restoran 1945, Lapo Marpadotbe, dan Asinan Betawi H. Mansyur.

2. Bandung

Bandung berada di urutan ke-34 dengan deretan makanan khas yang populer antara lain, batagor (rating 4,6), nasi kuning (4,3), dan cireng (4).

Selain itu, kota ini juga menawarkan restoran tradisional ikonik yang bisa dikunjungi, yaitu Warung Nasi Ibu Imas 81, Lemper Purnama, dan Baso Tahu Mang Ade.

3. Padang

Kota Padang menyusul di peringkat ke-45 dengan ditopang oleh hidangan khas yang mendunia, seperti nasi padang (rating 4,8), rendang (4,5), dan gulai (4,5).

Reputasi kuliner di kota ini juga semakin kuat berkat restoran-restoran tradisional yang melegenda, seperti Lamun Ombak Rumah Makan, Kripik Balado Christine Hakim, dan Pagi Sore.

4. Surabaya

Tepat setelah kota Chania City di Yunani, Surabaya mengamankan posisi ke-65 sebagai kota kuliner terbaik di dunia. Hidangan unggulan yang direkomendasikan TasteAtlas dari Kota ini meliputi rawon (rating 4,4), soto Lamongan (4,3), dan rujak cingur (3,8).

Beberapa restoran tradisional yang populer di kota ini, antara lain Soto Ayam Ambengan Pak Sadi , Soto Ayam Cak To, Bebek Goreng Papin.

5. Surakarta

Surakarta atau Solo menempati peringkat ke-92 di dunia sebagai salah satu kota kuliner terbaik. Tiga hidangan yang juga menjadi favorit banyak orang dari kota ini adalah nasi liwet (rating 4.2), bakso Solo (4.1), tengkleng (3.8).

Kota ini juga dikenal lewat deretan restoran tradisional dengan citra kuliner yang kuat, seperti Bakso Alex dan Bakso Klewer Pawirorejo.

6. Yogyakarta

Yogyakarta melengkapi daftar dengan berada di posisi ke-97 dunia. Sajian khas yang cukup populer, yakni sayur lodeh (rating 3,9), gudeg (3,8), sate kere (3,7).

Popularitas gudeg juga semakin terasa berkat restoran tradisional di Kota ini yang dikenal luas, seperti Gudeg Sagan, Gudeg Yu Djum, Jejamuran, dan Gudeg Bu Hj Amad.

Baca Juga: 10 Tempat Kuliner Paling Diminati Publik RI, Mana Favoritmu?

Sumber:

https://www.tasteatlas.com/best/cities

Penulis: Faiza Az Zahra
Editor: Editor

Konten Terkait

Simak Ragam Makna Ramadan 2026 bagi Publik RI

Mayoritas publik RI memaknai Ramadan 2026 sebagai momen untuk memperdalam iman dan refleksi diri, dengan persentase mencapai 62%.

Keluarga Jadi Penyebab Utama Gangguan Kecemasan Selama Ramadan 2025

Sebanyak 58% kasus gangguan kecemasan selama Ramadan 2025 ternyata didorong konflik dan tekanan relasi keluarga.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook