Seberapa Rendah Latensi Internet untuk Game Online di Indonesia?

Kecepatan Internet menjadi hal krusial di kehidupan sehari-hari. Koneksi internet yang lambat tentunya membuat kita merasa jengkel karena menghambat aktivitas.

Seberapa Rendah Latensi Internet untuk Game Online di Indonesia? Ilustrasi bermain game online © Shift Drive/Shutterstock

Kecepatan Internet menjadi hal yang krusial di kehidupan sehari-hari. Koneksi internet yang lambat tentunya membuat kita merasa jengkel karena menghambat aktivitas berselancar di internet. Sebaliknya, koneksi internet yang lebih cepat memungkinkan pengguna lebih engaged (user engagement), lebih setia (user retention), serta mampu meningkatkan efektivitas dan pengalaman pengguna dalam mengakses internet.

Selain bandwidth, ada komponen utama yang mempengaruhi kinerja dari lalu lintas jaringan internet dan kecepatan internet secara umum, yaitu elemen latensi.

Banyak orang, mungkin termasuk Anda pernah mendengar istilah yang satu ini. Lantas, apa sih yang dimaksud dengan latensi? Latensi adalah waktu yang dibutuhkan agar data terkirim dari tempatnya berasal hingga ke tempat tujuan. Latensi diukur dalam satuan mili detik (mili-second/ms).

Dalam hal latensi jaringan, ini dapat ditentukan oleh waktu yang dibutuhkan untuk permintaan melakukan perjalanan data dari pengirim ke penerima. Kemudian penerima akan memproses permintaan tersebut. Dengan kata lain, waktu perjalanan dari browser ke server.

Secara singkat, hal tersebut bisa dianalogikan seperti sebuah jalan tol Balikpapan-Samarinda. Latensi merupakan waktu yang diperlukan mobil berangkat dari Balikpapan sampai tiba di Samarinda. Semakin rendah latensi, maka waktu yang diperlukan akan semakin cepat. Sebaliknya, lambatnya pergerakan dapat terjadi karena besarnya angka latensi.

Jaringan yang terkoneksi dengan cepat dan stabil tentu menjadi harapan bagi semua pengguna internet. Termasuk bagi pemain game, mereka membutuhkan jaringan internet yang mumpuni guna menghindari terjadinya kemacetan (lag) selama permainan berlangsung. Apalagi, dewasa ini industri game di Indonesia semakin menunjukkan gairahnya.

Menurut laporan GSMA.com di kuartal 1 (Q1) 2020, terdapat catatan terkait latensi pada broadband tetap (fixed) dan broadband seluler (mobile) di Indonesia yang bisa menjadi informasi, khususnya bagi para "gamers" untuk mengetahui seberapa rendah angka latensi yang mempengaruhi pengalaman dalam bermain game.

Deretan Perusahaan Game Asal Indonesia yang Sukses Hingga Ke Mancanegara

Tingkat latensi pada Q1 2020 lebih rendah dibandingkan Q1 2019

Pergerakan latensi mobile dan fixed broadband di Indonesia periode Q1 2019-Q1 2020 | GoodStats

Berdasarkan data Ookla, kecepatan internet Indonesia selama Q1 2020 rata-rata mengalami latensi dibawah 50 ms, dengan 20 ms untuk broadband tetap dan 42 ms untuk seluler.

Rendahnya angka latensi pada Q1 2020 membuat sensasi bermain game pada periode tersebut lebih nyaman dibandingkan dengan Q1 2019. Hal tersebut karena pada periode Januari hingga Maret 2019, rata-rata jaringan mengalami latensi di atas 20 ms untuk broadband tetap dan di atas 50 ms untuk broadband seluler.

Secara keseluruhan, rentangan angka lantensi sepanjang Q1 2019 hingga Q1 2020 dapat digambarkan berada di bawah 30 milidetik hingga menyentuh angka 20 milidetik untuk broadband tetap. Sedangkan untuk seluler, rentangan angkanya berada di bawah 60 ms hingga menyentuh angka 42 ms.

Provider dengan latensi terendah pada fixed broadband di Indonesia

Telkom Indonesia menjadi provider dengan latensi terendah pada fixed broadband di Indonesia. Telkom Indonesia tercatat memiliki latensi 16 mili detik. | GoodStats

Sejumlah layanan broadband tetap di Indonesia seperti Telkom Indonesia, MyRepublic, Biznet, dan First Media berlomba-lomba menawarkan pelayanan terbaik dalam jaringan internetnya. Pada periode Q1 2020, Telkom Indonesia menjadi provider layanan internet yang lebih unggul dibanding provider lain.

Telkom Indonesia tercatat memiliki latensi terendah pada broadband tetap (fixed), yakni menyentuh 16 ms. MyRepublic menyusul di peringkat ke-2 dengan latency yang sedikit lebih tinggi, 17 ms. Sementara operator Biznet dan First Media memiliki latensi tertinggi, yang masing-masing menyentuh 24 ms dan 35 ms.

Berdasarkan data Speedtest Intelligence pada Q1 2020, dapat disimpulkan bahwa dari keempat provider pada broadband tetap di Indonesia, operator Telkom Indonesia menempati posisi pertama dengan layanan internet terbaik, sedangkan posisi ke-4 jatuh kepada operator First Media.

Menelisik Tren Peningkatan Pengguna Internet di Indonesia

Provider dengan latensi terendah pada mobile broadband di Indonesia

Smartfren menjadi provider dengan latensi terendah mobile fixed broadband di Indonesia. Smartfren tercatat memiliki latensi 16 mili detik. | GoodStats

Beralih ke tingkat latensi provider pada broadband seluler di Indonesia. Berdasarkan data Speedtest Intelligence Q1 2020, Smartfren menempati posisi pertama dengan layanan internet terbaik.

Spesifiknya, operator Smartfren memiliki latensi terendah pada broadband seluler, yakni 16 ms. Di posisi kedua operator Telkomsel dan Tri secara bersamaan menyusul dengan 36 ms. Latensi di atas 40 ms diraih oleh operator IM3 Ooredoo dengan 43 ms dan XL mencapai angka 46 ms.

Performa internet selama awal pandemi Covid-19 di Indonesia

Kecepatan internet di Indonesia pada awal pandemi meningkat secara dramatis pada periode 9 Maret 2020 hingga 13 April 2020. Kemudian mulai mengalami penurunan setelah 13 April 2020. | GoodStats

Seperti yang telah disinggung pada awal tulisan, kecepatan internet menjadi salah satu kunci penting saat bermain game. Berdasarkan data dari Speedtest Intelligence sepanjang periode 2 Maret 2020 hingga 8 Juni 2020, tercatat rata-rata broadband tetap dan broadband seluler mengalami peningkatan kinerja jaringan Internet.

Spesifiknya, data tersebut menampilkan kecepatan internet di Indonesia selama pandemi meningkat secara dramatis antara minggu 9 Maret 2020 dan 13 April 2020. Sedangkan performa kecepatan internet mengalami penurunan setelah 13 April 2020.

Bukan Jakarta, Kota ini yang Punya Kecapatan Internet Ngebut di Indonesia

Tingkat latensi di 5 kota besar Indonesia

Tingkat latensi untuk fixed dan mobile broadband di 5 kota besar Indonesia. Kota Bandung menjadi yang terendah dengan latensi 15 ms | GoodStats

Mari sejenak menjelajahi tingkat latensi di 5 kota terbesar di Indonesia.

Data dari Speedtest Intelligence pada Q1 2020 mencatat, total angka latensi pada broadband tetap di 5 kota besar di Indonesia mencapai 97 ms. Capaian angka latensi terendah berada di Kota Bandung dengan latensi 15 ms.

Kemudian diikuti oleh Jakarta dengan 18 ms, Medan 20 ms, sedangkan Surabaya dan Bekasi menjadi dua kota besar yang mencatat angka latensi tertinggi pada broadband tetap yang mencatatkan angka 22 ms.

Jika Bekasi memiliki latensi tertinggi pada broadband tetap, maka sebaliknya Bekasi berhasil mencatat latensi terendah pada broadband seluler, yakni 32 ms.

Lebih lanjut, berdasarkan sumber data yang sama, tercatat total angka latensi yang mencapai 192 ms pada broadband seluler di lima kota besar di Indonesia pada Q1 2020.

Bekasi memiliki angka latensi terendah, disusul Bandung dengan 33 ms, Jakarta 34 ms, Surabaya 42 ms, dan terakhir Medan menjadi kota dengan latensi tertinggi pada broadband seluler di Q1 2020 dengan angka 51 ms.

Provinsi pemilik latensi fixed broadband terendah

10 provinsi pemilik latensi fixed broadband terendah. Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah menjadi provinsi dengan angka latensi terendah, yakni 16 ms | GoodStats

Dalam skala cakupan wilayah yang lebih besar, analisis latensi pada broadband tetap di 10 provinsi di Indonesia selama Q1 2020 mengungkap bahwa semua provinsi memiliki latensi rata-rata dalam kisaran yang dapat diterima untuk game online.

Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah menjadi provinsi dengan angka latensi terendah, yakni 16 ms. Posisi kedua dengan angka latensi 17 ms ditempati oleh empat provinsi sekaligus, yakni Jawa Barat; Maluku; Kalimantan Selatan; dan Kepulauan Riau.

Latensi dengan 18 ms ditempati oleh Provinsi Jakarta dan 19 ms berada di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sedangkan provinsi dengan latensi tertinggi pada broadband tetap selama Q1 2020, berada di Sumatra Utara dan Sulawesi Selatan, yakni 20 ms.

Provinsi pemilik latensi mobile broadband terendah

10 provinsi pemilik latensi mobile broadband terendah. Banten menjadi provinsi dengan latensi terendah, yakni 33 ms. Masih di Pulau Jawa, posisi selanjutnya ditempati Jakarta 34 ms dan Jawa Barat 35 ms | GoodStats

Jika pemain game menggunakan internet seluler dalam permainannya, maka Banten menjadi provinsi dengan latensi terendah, yakni 33 ms. Masih di Pulau Jawa, posisi selanjutnya ditempati Jakarta 34 ms dan Jawa Barat 35 ms.

Sedangkan latensi dengan 42 ms ditempati oleh dua provinsi sekaligus, yakni Jawa Timur dan Sumatra Selatan. Kondisi yang sama juga terjadi pada Sulawesi Selatan dan Riau, dengan latensinya mencapai 44 ms.

Kepulauan Riau memiliki angka latensi 45 ms, disusul Daerah Istimewa Yogyakarta dengan 47 ms. Sedangkan provinsi dengan latensi tertinggi pada seluler selama Q1 2020, berada di Sumatera Barat, yakni 48 ms.

DreadOut, Game Horor Indonesia yang Mendunia

Penulis: Iip M Aditiya
Editor: Editor

Artikel Sebelumnya Negara ini Punya Biaya Parkir Mobil Termahal, Bagaimana dengan Indonesia?
Artikel Selanjutnya Negara Ramah Lingkungan Didominasi Wilayah Eropa, Apa Saja?