Presiden Prabowo Subianto pada Selasa, (2/6/2026) telah merombak susunan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) dengan menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN dan Agustina Arumsari serta Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN.
Keputusan penggantian ini diambil setelah pemerintah melakukan pemantauan (monitoring) dan evaluasi kinerja BGN selama 1,5 tahun. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, pemerintah menemukan banyak laporan dan catatan terkait pelaksanaan program mulai dari ketidakdisiplinan dalam menjalankan prosedur operasional (SOP), masalah tata kelola organisasi, hingga pengawasan kualitas makanan yang dinilai kurang.
Melalui perombakan kepemimpinan ini, pemerintah berharap dapat memperkuat tata kelola organisasi, mempercepat pelaksanaan program-program prioritas seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan berbagai program peningkatan kualitas gizi masyarakat dapat berjalan dengan baik, efektif, dan tepat sasaran.
Berikut merupakan profil pimpinan BGN terbaru berdasarkan informasi yang telah dihimpun dari beberapa laporan media dan laman resmi lembaga terkait.
Profil Pimpinan Baru BGN
Baca Juga: Prabowo Resmi Ganti Kepala BGN, Siapa Penggantinya dan Apa Alasannya?
1. Nanik S. Deyang
Melansir dari laman resmi BGN, Nanik S. Deyang lahir di Madiun, Jawa Timur, pada 3 Januari 1968. Ia menempuh pendidikan Sarjana (S1) Biologi di Universitas Jenderal Soedirman dan melanjutkan studi Magister (S2) Ilmu Kehutanan di Universitas Gadjah Mada (UGM). Sebelum berkiprah di dunia pemerintahan, Nanik dikenal sebagai jurnalis yang pernah berkarier di Tabloid Bangkit, media yang berada di bawah naungan Kompas Gramedia.
Karier Nanik di bidang politik dimulai saat ia bergabung dengan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi sebagai Wakil Ketua pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.
Melansir dari Antaranews, kiprahnya di dunia politik semakin menguat pasca kemenangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka di Pilpres 2024. Ia kemudian dilantik sebagai Wakil Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) bersama Budiman Sudjatmiko untuk periode 2024–2029 berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 145/P Tahun 2024.
Selain berkiprah di birokrasi pemerintahan pusat, Nanik juga dipercaya menduduki posisi strategis di sektor korporasi. Melalui Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-150/MBU/06/2025 dan Nomor SK.012/DI-DAM/DO/2025 tertanggal 12 Juni 2025, ia ditunjuk sebagai Komisaris Independen PT Pertamina (Persero).
Selanjutnya, setelah Presiden Prabowo melakukan perombakan Kabinet Merah Putih pada September 2025, Nanik dilantik sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi. Seiring dengan penunjukan tersebut, ia juga mengakhiri masa jabatannya di Wakil Kepala BP Taskin.
Selama menjabat sebagai Wakil Kepala BGN, Nanik dikenal aktif dan tegas dalam mengawasi pelaksanaan Program MBG. Ia sering turun langsung (sidak) ke berbagai Satuan Layanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memastikan program berjalan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) dan mencapai sasaran yang ditetapkan.
Nanik juga dipercaya memimpin Tim Koordinasi pelaksanaan program MBG di berbagai daerah berdasarkan Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 28 Tahun 2025 tentang Tim Koordinasi Penyelenggaraan Program MBG.
Selain itu, Berbekal pengalaman sebagai jurnalis senior, Nanik turut berperan dalam menyampaikan informasi mengenai program BGN kepada masyarakat agar tersampaikan secara terbuka dan membangun narasi optimisme terkait program BGN. Pengalaman tersebut menjadi modal penting saat dirinya dipercaya untuk memimpin Badan Gizi Nasional sebagai kepala yang baru.
2. Agustina Arumsari
Mengutip Kompas.com, Agustina Arumsari lahir di Purbalingga, Jawa Tengah, pada 9 Oktober 1970. Ia memiliki latar belakang pendidikan di bidang akuntansi dan hukum. Agustina menyelesaikan pendidikan Diploma III dan Diploma IV Akuntansi di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), kemudian meraih gelar Magister Hukum dari Universitas Indonesia (UI) pada 2014.
Selain pendidikan formal, Agustina juga mengantongi berbagai sertifikasi profesional yang menunjukkan kompetensinya di bidang audit, investigasi, dan manajemen risiko. Beberapa sertifikasi yang dimilikinya antara lain Certified Fraud Examiner (CFE), Certified Forensic Auditor (CFrA), Chartered Accountant (CA), Qualified Internal Auditor (QIA), hingga Certified Risk Professional (CRP).
Sebagian besar perjalanan karier Agustina berlangsung di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Ia pernah menduduki sejumlah jabatan strategis, mulai dari Asisten Pengawas Keuangan dan Pembangunan, Direktur Investigasi BUMN dan BUMD, Direktur Investigasi III, hingga Deputi Kepala BPKP Bidang Investigasi. Pada Februari 2025, ia dipercaya menjadi Wakil Kepala BPKP sebelum akhirnya ditunjuk sebagai Wakil Kepala BGN pada Juni 2026.
Pengalaman panjang di bidang audit dan investigasi membuat Agustina memiliki keahlian utama dalam pengawasan keuangan, pencegahan fraud, investigasi, tata kelola organisasi, serta manajemen risiko. Kehadirannya di BGN diharapkan dapat memperkuat aspek transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan program-program gizi nasional.
3. Mayjen TNI Trenggono
Mayjen TNI Trenggono lahir pada 21 November 1969. Ia merupakan perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang menempuh pendidikan militer di Akademi Militer (Akmil) dan lulus pada tahun 1993 dari kecabangan Infanteri atau Kopasus. Latar belakang militer tersebut membentuk pengalaman panjangnya dalam bidang kepemimpinan, manajemen organisasi, dan logistik.
Dikutip dari CNN Indonesia, sebelum bergabung dengan Badan Gizi Nasional, Trenggono mengemban berbagai jabatan strategis di lingkungan TNI. Ia pernah menjabat Direktur Umum Akademi Militer pada 2023-2024, Direktur Pengkajian dan Pengembangan (Dirjianbang) di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) pada 2024-2025, serta Staf Khusus Panglima TNI. Selain itu, di luar bidang militer ia juga dipercaya sebagai Wakil Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara yang bergerak di sektor pangan nasional.
Pengalaman tersebut membuat Trenggono memiliki pemahaman yang kuat mengenai pengelolaan sumber daya, distribusi logistik, serta koordinasi lintas lembaga. Keahlian tersebut dinilai relevan untuk mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang membutuhkan sistem distribusi dan pengawasan yang terintegrasi di berbagai daerah.
Sebagai Wakil Kepala BGN, Trenggono diharapkan dapat memperkuat aspek operasional dan manajemen pelaksanaan program gizi nasional sehingga manfaat program dapat tersalurkan secara lebih efektif, efisien, dan merata kepada masyarakat.
Baca Juga: 87% Publik RI Setuju Program MBG Rawan Dikorupsi
Sumber:
https://setneg.go.id/baca/index/presiden_prabowo_lakukan_pergantian_kepemimpinan_badan_gizi_nasional_perkuat_akselerasi_program_makan_bergizi_gratis
Penulis: Helni Sadiyah
Editor: Firda Wandira