Pada Selasa, 2 Juni 2026, Presiden Prabowo Subianto melalui Menteri Sekretaris Negra (Mensesneg) mengumumkan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN). Keputusan ini mengeluarkan Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN, serta dua wakil kepala BGN yaitu Brigjen Pol Sony Sonjaya dan Mayjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung.
Mensesneg Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa pergantian tersebut merupakan hasil monitoring dan evaluasi selama sekitar 1,5 tahun pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikoordinasi BGN.
Selain itu, Mensesneg juga memastikan pergantian pimpinan BGN tidak akan mengganggu pelaksanaan Program MBG.
‘Kami juga menyampaikan bahwa pemerintah akan terus memastikan bahwa selama proses evaluasi yang harus kita laksanakan, seluruh program berjalan sebagaimana mestinya," ujar Prasetyo Dikutip dari Kompas TV pada Selasa (2/6/2026).
Siapa Saja Pimpinan Baru BGN Setelah Perombakan?
Berikut susunan lengkap pimpinan BGN sebelum dan setelah mengalami perombakan berdasarkan pengumuman resmi Mensesneg:
Baca Juga: 87% Publik RI Setuju Program MBG Rawan Dikorupsi
Sebagai pengganti, Presiden menunjuk tiga nama baru. Nanik S. Deyang diangkat menjadi Kepala BGN menggantikan Dadan Hindayana. Sementara itu, Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono ditunjuk masing-masing sebagai Wakil Kepala BGN.
Ketiga pejabat baru tersebut berasal dari latar belakang yang berbeda, tetapi tidak ada satupun yang berlatar ilmu gizi secara spesifik. Melansir Liputan6.com, Nanik S Deyang yang dipilih sebagai Kepala BGN baru memiliki pengalaman panjang di dunia media sebagai jurnalis sebelum terjun ke pemerintahan.
Perempuan kelahiran Madiun, 3 Januari 1968 ini mengawali karier sebagai wartawan Tabloid Bangkit di lingkungan Kompas Gramedia yang kemudian menduduki berbagai posisi strategis, sebagai pemimpin umum, direktur utama, hingga komisaris di sejumlah perusahaan media nasional.
Di bidang politik, Nanik dikenal dekat dengan Presiden Prabowo Subianto. Pada Pilpres 2019, ia bergabung dalam tim pemenangan Prabowo-Sandi sebagai Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Koalisi Adil Makmur.
Wakil Ketua BGN baru Agustina Arumsari berlatar belakang sebagai birokrat di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Sementara itu, Trenggono berlatar militer dengan pengalaman pengelolaan pangan.
Sebelum perombakan, struktur BGN juga sempat dikritik karena dipimpin Dadan Hidayana yang merupakan birokrat dan akademisi ahli serangga (entomolog). Serta kedua Wakil Ketua yang berlatar belakang pejabat militer yang tidak memiliki ilmu dasar atau kemampuan di bidang gizi.
Dengan pergantian ini, tampak bahwa komposisi pimpinan BGN tetap belum diisi oleh ahli gizi profesional, yang menuai pertanyaan publik tentang relevansi latar belakang pemimpin BGN dengan tugas peningkatan kualitas gizi masyarakat.
Apa Alasan Prabowo Mengganti Kepala BGN?
Prabowo mengganti pimpinan BGN setelah melakukan evaluasi terhadap kinerja lembaga tersebut selama sekitar 1,5 tahun. Berdasarkan hasil evaluasi, pemerintah menemukan sejumlah catatan terkait pelaksanaan Program MBG, mulai dari kedisiplinan dalam menjalankan prosedur operasional (SOP), tata kelola organisasi, hingga pengawasan kualitas makanan.
Salah satu sorotan utama adalah mengenai kualitas makanan MBG yang dinilai belum memenuhi standar gizi dan keamanan pangan. Selain itu, beberapa kasus dugaan keracunan makanan yang terjadi di sejumlah daerah turut menjadi perhatian pemerintah.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan bahwa keputusan pergantian pimpinan diambil berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi secara menyeluruh. Presiden juga mempertimbangkan berbagai masukan dari kementerian terkait, pemerintah daerah, serta masyarakat untuk memperbaiki pelaksanaan program MBG ke depan.
Sementara itu, terkait dugaan praktik jual beli titik dapur MBG dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pemerintah menyebut informasi tersebut masih dalam proses pemeriksaan internal. Dengan perombakan ini, pemerintah berharap tata kelola BGN dan pelaksanaan program MBG dapat berjalan lebih baik serta lebih transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Baca Juga: MBG Dapat Rp335 T dari RAPBN 2026, Siapa yang Paling Diuntungkan?
Penulis: Helni Sadiyah
Editor: Firda Wandira