Serbuan beragamnya produk asing sempat membuat khawatir industri lokal. Pasalnya, produk asing biasa menawarkan harga yang jauh lebih rendah dengan kualitas serupa dengan produk lokal, membuat daya saing dalam negeri menurun. Meski begitu, kecintaan terhadap produk lokal sepertinya masih tinggi di kalangan warga Indonesia.
Survei Jakpat pada 2025 menyebutkan bahwa produk lokal masih menjadi primadona dibanding produk asing. Sebanyak 85% responden lebih suka membeli produk lokal, sedangkan produk asing hanya mendapat 21% suara responden.
Preferensi terhadap produk lokal juga dominan di setiap kelompok generasi, mulai dari Gen Z yang 94% respondennya memilih produk lokal, Milenial dengan 97%, dan Gen X dengan 96%. Sebanyak 4 dari 5 responden juga berencana membeli produk lokal dalam beberapa waktu ke depan.
Menariknya, dominasi produk lokal di hati masyarakat Indonesia bukan karena masalah nasionalitas, melainkan masalah harga.
Menurut survei Jakpat, 72% responden membeli produk lokal karena harganya yang lebih terjangkau. Untuk beberapa produk, barang lokal memang diberi harga lebih murah karena biaya produksi dan distribusinya juga lebih rendah, meningkatkan persaingan antar produk lokal.
Selain murah, 56% responden menggunakan produk lokal atas dasar kebanggaan. Kualitas produk lokal yang kini tidak kalah dengan produk asing menumbuhkan dukungan masyarakat. Ada kebanggaan sendiri ketika menggunakan produk dalam negeri.
Lebih lanjut, 56% responden merasa produk lokal lebih mudah diakses dibanding produk impor yang kadang lebih sulit ditemukan. Tidak semua minimarket menjual makanan dan minuman impor, berbeda dengan produk lokal yang bisa ditemukan dengan mudah di mana pun.
Sebanyak 50% responden menggunakan produk lokal untuk mendukung UMKM lokal dan 37% untuk mendorong terciptanya lapangan kerja baru. Hal ini mencerminkan perilaku pembelian masyarakat Indonesia yang tidak hanya fokus pada produk yang ditawarkan, melainkan juga dampaknya terhadap lingkungan sosial secara luas.
Kemudian, 35% responden merasa produk lokal punya kualitas yang juga bagus, mampu bersaing dengan produk asing. Sebanyak 32% responden menggunakan produk lokal karena keterikatannya dengan pasar lokal dan 22% karena produknya eco-friendly yang aman bagi lingkungan.
Menariknya, 21% responden memilih produk lokal untuk menghindari risiko impor, seperti produk rusak dalam perjalanan, hilang, dan lain sebagainya. Terakhir, 21% membeli produk lokal karena sentuhan unik yang tidak ditemukan pada produk asing.
Lebih lanjut, kebanyakan responden mengenal produk lokal lewat iklan di media sosial dan rekomendasi dari teman dekat. Pembelian produk lokal juga lebih banyak dilakukan di e-commerce dibanding minimarket maupun toko fisik, menunjukkan peran teknologi dan media sosial dalam mempromosikan produk lokal.
Adapun survei Jakpat ini melibatkan 1.394 responden pada 24-25 Juli 2025, menghasilkan data dengan margin of error di bawah 5%. Responden tersebar di seluruh wilayah di Indonesia, dengan 49% berasal dari Pulau Jawa non-Jabodetabek, 36% di Jabodetabek, dan 15% responden di luar Pulau Jawa.
Baca Juga: Media Sosial Dorong Anak Muda Pilih Produk Lokal
Sumber:
https://insight.jakpat.net/local-product-shopping-behavior-in-indonesia/
Penulis: Agnes Z. Yonatan
Editor: Editor