Rincian harta kekayaan pejabat pemerintah dapat diakses secara transparan bersumber dokumen pelaporan resmi negara melalui Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia (RI).
Laporan ini diperbarui secara berkala setiap tahunnya oleh setiap pejabat publik, sehingga menyajikan metodologi pendataan yang konsisten untuk memantau mutasi serta perkembangan nilai aset dari waktu ke waktu.
Menurut catatan pelaporan tersebut, terdapat perbedaan rentang nilai aset yang cukup signifikan antara Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka. Pada tahun 2025, total kekayaan Presiden Prabowo mendominasi dengan nilai aset mencapai Rp2.066.764.868.191.
Sementara itu, total kekayaan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka tercatat berada di angka Rp27.915.654.176. Jika dibandingkan, harta kekayaan Prabowo jelas jauh lebih mendominasi, bahkan mencapai 74 kali lipat dibandingkan dengan aset yang dimiliki oleh Gibran.
Kendati demikian, jika membedah lebih dalam mengenai rincian dan proporsi jenis harta kekayaan yang mereka miliki, terdapat perbedaan strategi pengelolaan aset yang signifikan di antara kedua pemimpin negara ini.
Presiden Prabowo terlihat lebih mendominasi portofolionya dengan menyimpan harta dalam bentuk surat berharga. Proporsi instrumen ini menjadi pilar terbesar dibandingkan aset kekayaannya yang lain, yaitu hingga 81,15% atau setara dengan Rp1.677.239.000.000.
Di posisi kedua, kepemilikan aset tanah dan bangunan turut menopang kekayaan Prabowo dengan porsi 15,66% senilai Rp323.758.593.500. Aset tersebut kemudian diikuti oleh kepemilikan kas dan setara kas sebesar 2,32% dengan nominal mencapai Rp48.044.251.191.
Uniknya, koleksi kendaraan atau alat transportasi dan mesin justru menjadi porsi terkecil dari keseluruhan harta Prabowo. Persentasenya hanya sebesar 0,06% atau bernilai Rp1.258.500.000.
Orang nomor satu di Indonesia ini justru mengalokasikan porsi sedikit lebih besar pada kategori harta bergerak lainnya dengan proporsi 0,8% yang bernilai Rp16.464.523.500.
Berbeda dengan Prabowo, Gibran Rakabuming Raka lebih fokus menanamkan hartanya pada aset properti berupa tanah dan bangunan. Tercatat, nilai propertinya menyentuh angka Rp17.440.000.000 atau mendominasi 62,47% dari total keseluruhan hartanya.
Dengan persentase yang lebih kecil dibandingkan Prabowo, Gibran juga berinvestasi pada surat berharga senilai Rp5.552.000.000 dengan proporsi 19,88% dari keseluruhan kekayaan.
Sebagai cadangan likuiditas, Gibran menyimpan hartanya dalam wujud kas dan setara kas dengan nominal Rp4.357.154.176 yang mengambil porsi terbesar ketiga, yaitu 15,61%.
Sementara itu, alat transportasi serta mesin yang bertengger di garasi Gibran mencakup 1,03% dari total hartanya, atau senilai Rp286.500.000.
Adapun harta bergerak lainnya menjadi jenis aset Gibran yang paling sedikit, menempati proporsi hanya 1% dengan nilai Rp280.000.000.
Dengan ini, dapat disimpulkan bahwa Prabowo lebih menyukai instrumen investasi berbasis surat berharga sebagai fondasi utama yang kemudian disokong dengan properti, kontras dengan Gibran yang justru menjadikan tanah dan bangunan sebagai penempatan aset utama, didukung oleh surat berharga dan simpanan kas yang proporsional.
Baca Juga: Tingkat Kepuasan Anak Muda terhadap Gibran Tembus 62%, Unggul dari Prabowo
Seberapa Kaya Presiden Prabowo?
Dokumen LHKPN KPK RI ini turut memberikan rincian lengkap mengenai aset-aset fisik yang dimiliki oleh pejabat negara ini, khususnya pada rincian kekayaan berupa properti tanah dan bangunan serta koleksi alat transportasi.
Dari total nilai properti sebesar Rp323,76 miliar, aset tanah dan bangunan milik Prabowo mayoritas berlokasi di kawasan Bogor, Jawa Barat. Meski begitu, terdapat dua properti bernilai fantastis yang terletak di kawasan elite Jakarta Selatan (Jaksel).
Properti termahal milik Prabowo berada di wilayah Jaksel dengan nilai mencapai Rp178.400.575.000. Aset ini memiliki spesifikasi hamparan luas tanah 8.365 m2 dan luas bangunan 175 m2.
Masih di Jaksel, properti dengan nilai paling kecil yang dipunyainya berupa tanah dan bangunan memiliki luas 818 m2/580 m2 dengan nilai sebesar Rp37.000.000.000.
Beralih ke kawasan Bogor, aset properti Prabowo termahal di area ini adalah sebidang tanah dan bangunan seluas 2.100 m2/2.000 m2 yang bernilai Rp58.000.000.000.
Adapun untuk properti berupa tanah dan bangunan dengan nilai paling terjangkau yang dikuasainya di Bogor berukuran 70 m2/61 m2 dengan nilai Rp200.000.000.
Khusus untuk aset yang murni berupa hamparan tanah tanpa bangunan milik Prabowo seluruhnya berada di Bogor. Aset lahan terluas milik Prabowo mencapai 48.970 m2 dan dihargai senilai Rp10.000.000.000.
Dari segmen otomotif, koleksi kendaraan Presiden Prabowo yang total nilainya menembus Rp1,26 miliar rupanya didominasi oleh mobil tangguh berjenis jeep. Ia mengoleksi 6 unit mobil Jeep dari total 8 unit kendaraan di garasinya.
Mobil termahal Prabowo jatuh pada Toyota Alphard Minibus (2005) dan Lexus Jeep (2002). Dua kendaraan rakitan Jepang ini masing-masing memiliki harga sebesar Rp400.000.000.
Mobil Toyota Alphard tersebut sekaligus menjadi kendaraan dengan tahun produksi yang paling baru miliknya. Sebaliknya, koleksi paling lawas sekaligus mobil termurah Prabowo adalah Toyota Land Cruiser Jeep (1980) seharga Rp50.000.000.
Jajaran mobil off-road lainnya yang turut mengisi garasi Prabowo adalah Mitsubishi Pajero Jeep (2000), Honda CR-V Jeep (2007), serta dua unit Land Rover Jeep klasik keluaran tahun 1994 dan 1992.
Sementara untuk tunggangan roda dua, Prabowo tercatat hanya mendaftarkan satu unit sepeda motor merek Suzuki (2002) senilai Rp3.500.000.
Kekayaan Tanah Bangunan dan Kendaraan Wapres Gibran
Meski nilainya tak sebesar milik presiden, Wapres Gibran Rakabuming Raka mencatatkan kepemilikan aset properti tanah dan bangunan senilai Rp17,44 miliar. Seluruh propertinya terpusat di wilayah kampung halamannya, yaitu Surakarta dan Sragen, Jawa Tengah.
Aset properti termahal Gibran berlokasi di Surakarta, berwujud tanah dan bangunan seluas 500 m2/300 m2 dengan nilai mencapai Rp6.000.000.000.
Sebaliknya, properti termurah Gibran berupa tanah dan bangunan juga berada di Surakarta, yaitu seluas 112 m2/112 m2 yang bernilai Rp1.500.000.000.
Di Sragen, Gibran berinvestasi pada dua petak tanah dan bangunan yang masing-masing identik memiliki luas 2.000 m2/2.000 m2 dengan patokan nilai yang sama pula, yaitu Rp2.600.000.000.
Khusus untuk kepemilikan lahan kosong, Gibran menempatkan seluruhnya di Surakarta. Hamparan tanah terluas yang dikuasai Wapres Gibran berukuran 1.124 m2 dengan nilai Rp2.248.000.000, sedangkan tanahnya yang paling terjangkau bernilai Rp700.000.000 untuk luas 113 m2.
Meninjau dari isi garasinya, koleksi kendaraan Gibran memperlihatkan proporsi yang cukup imbang antara jumlah mobil dan sepeda motor, tidak seperti Prabowo yang murni didominasi mobil.
Dari total 7 unit kendaraan Gibran senilai Rp286,5 juta yang terdaftar, 3 di antaranya merupakan sepeda motor.
Jika ditilik dari tipenya, mobil milik Gibran cenderung bertipe fungsional dan cocok sebagai kendaraan keluarga. Tercatat ia memiliki dua unit Toyota Avanza, masing-masing keluaran tahun 2016 dan 2012 dengan nilai berturut-turut Rp75.000.000 dan Rp50.000.000.
Kendaraan roda empat lainnya dalam daftar kekayaan Gibran adalah mobil niaga Daihatsu Grand Max (2015) dan Isuzu Panther (2012). Sementara untuk koleksi roda duanya, ia memiliki Royal Enfield (2017), Honda Scoopy (2015), serta Honda CB-125 (1974).
Motor Royal Enfield tersebut tercatat sebagai kendaraan roda dua termahal milik Gibran dengan nilai Rp40.000.000. Di sisi lain, sepeda motor lawas Honda CB-125 miliknya menjadi koleksi transportasi paling murah dengan nilai Rp5.000.000.
Sumber:
https://elhkpn.kpk.go.id
Penulis: Shahibah A
Editor: Editor