58% Publik Tidak Puas dengan Program 19 Juta Lapangan Kerja

Sebanyak 58% publik merasa sangat tidak puas dengan program 19 juta lapangan kerja. Meski demikian, 24% lainnya masih merasa sangat puas.

58% Publik Tidak Puas dengan Program 19 Juta Lapangan Kerja Ilustrasi Pekerja | AzmanL/iStock Photo
Ukuran Fon:

Target menyediakan 19 juta lapangan pekerjaan menjadi salah satu janji utama Prabowo-Gibran dalam Pemilu Presiden 2024. Program ini dirancang untuk menciptakan 19 juta lapangan kerja dalam lima tahun, guna menahan laju peningkatan pengangguran seiring bertambahnya angkatan kerja setiap tahun.

Dalam debat calon wakil presiden di Jakarta Convention Center pada Januari 2024 lalu, Gibran Rakabuming menyampaikan bahwa 5 juta dari total target tersebut akan berasal dari sektor green jobs atau pekerjaan berbasis ekonomi hijau. Strategi ini disebut akan didorong melalui hilirisasi industri, pemerataan pembangunan, transisi energi, penguatan ekonomi kreatif, hingga pemberdayaan UMKM.

Namun, satu tahun setelah pemerintahan berjalan, persepsi publik menunjukkan cerita yang berbeda. Survei Nasional Kawula17 yang dilakukan oleh Yayasan Pelopor Pilihan Tujuhbelas (PP17) mengungkapkan bahwa mayoritas masyarakat belum merasakan dampak nyata dari program tersebut.

Tingkat Kepuasan Publik terhadap Program 19 Juta Lapangan Kerja | GoodStats
Tingkat Kepuasan Publik terhadap Program 19 Juta Lapangan Kerja | GoodStats

Baca Juga: 45% Publik Indonesia Punya Pekerjaan Sampingan, Mengapa?

Berdasarkan hasil survei terhadap 400 responden usia 17–44 tahun pada 16–19 Januari 2026, sebanyak 58% responden menyatakan sangat tidak puas terhadap program 19 juta lapangan kerja. Angka ini menunjukkan bahwa lebih dari separuh responden memiliki tingkat ketidakpercayaan yang tinggi terhadap efektivitas program dalam menjawab persoalan ketenagakerjaan.

Temuan ini turut menempatkan program 19 juta lapangan kerja sebagai salah satu kebijakan dengan tingkat ketidakpuasan tertinggi dibandingkan program pemerintah lain dalam survei ini. Ketidakpuasan ini umumnya berkaitan dengan belum meratanya penciptaan lapangan kerja serta belum terlihatnya dampak langsung di tingkat masyarakat.

Sementara itu, 18% responden menyatakan agak puas, dan 24% lainnya merasa sangat puas. Artinya, meskipun kritik mendominasi, masih terdapat sebagian masyarakat yang melihat potensi dari program ini.

Kondisi Ketenagakerjaan Indonesia

Jika ditelisik lebih dalam, data Badan Pusat Statistik (BPS) sepanjang 2025 menunjukkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) masih bergerak fluktuatif. Pada Februari 2025, TPT tercatat sebesar 4,76%, kemudian meningkat menjadi 4,85% pada Agustus, dan turun kembali ke 4,74% pada November.

Kelompok usia muda, khususnya 15–24 tahun, masih menjadi penyumbang terbesar dalam angka pengangguran. Hal ini menandakan bahwa pasar kerja belum sepenuhnya mampu menyerap angkatan kerja baru, terutama dari kalangan generasi muda.

Pemerintah kini berkomitmen akan memperluas lapangan kerja melalui program paket ekonomi penyerapan tenaga kerja, dengan melibatkan sejumlah program strategis. Contohnya seperti program Koperasi Desa Merah Putih yang ditargetkan menyerap 681 ribu tenaga kerja.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli juga menyampaikan optimisme bahwa target 19 juta lapangan kerja masih berada dalam jalur yang realistis untuk dicapai. 

“Jadi kalau 19 juta itu dibagi lima tahun, nanti kita lihat dan saya optimis, insyaallah. Ini baru tahun pertama, tapi sudah terlihat tren berbagai inisiatif luar biasa yang saya yakin akan menciptakan lapangan kerja,” ujar Yassieril dalam keterangannya di Jakarta pada Senin (20/10/2025) dikutip dari Tempo.

Baca Juga: Rata-Rata Upah Buruh Indonesia Rp3,3 Juta, Ini Lapangan Usaha dengan Gaji Tertinggi

Sumber:

https://kawula17.id/publikasi

Penulis: Talita Aqila Shafidhya
Editor: Editor

Konten Terkait

Pengadaan 21.801 Motor Listrik untuk MBG, Seperti Apa Spesifikasinya?

Mengapa ribuan motor listrik disiapkan untuk MBG? Simak alasan dan spesifikasi lengkapnya di sini.

Harga Avtur Naik 70%, Bagaimana Nasib Tiket Pesawat di Indonesia?

Harga avtur naik drastis, apakah tiket pesawat ikut melonjak? Ini penjelasan dan langkah pemerintah.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook