Pendidikan merupakan salah satu pilar utama dalam menentukan kualitas sumber daya manusia (SDM) serta daya saing suatu kelompok masyarakat di era globalisasi. Sebagai salah satu suku terbesar di Indonesia dengan populasi yang masif, potret capaian pendidikan warga suku Sunda menjadi cermin krusial bagi pemerataan pembangunan sosial dan ekonomi, khususnya di kawasan Tatar Sunda dan sekitarnya.
Memahami struktur sebaran jenjang pendidikan terakhir tidak hanya memberikan gambaran mengenai tingkat aksesibilitas terhadap institusi formal, tetapi juga menjadi landasan utama untuk memetakan akar tantangan dalam meningkatkan taraf hidup, kesejahteraan, serta mobilitas sosial antargenerasi.
Sebaran Penduduk Sunda Berdasarkan Jenjang Pendidikan
Baca Juga: Tingkat Pendidikan Masyarakat Indonesia 2024
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai profil pendidikan masyarakat suku Sunda, struktur pencapaian formalnya masih didominasi oleh tingkat pendidikan dasar. Lebih dari enam dari sepuluh penduduk suku Sunda tercatat memiliki pendidikan terakhir SD atau SMP, dengan porsi gabungan mencapai 62,64%.
Secara lebih terperinci, kelompok lulusan SD/sederajat memegang porsi terbanyak yaitu mencapai 43,38%, disusul oleh tingkat SMP/sederajat yang berada di angka 19,26%. Tingginya angka pada tingkat dasar ini terlihat semakin mencolok ketika dibandingkan dengan jenjang akademis lanjutan, proporsi lulusan SD tercatat hampir 5,7 kali lebih besar daripada lulusan perguruan tinggi, yang mengindikasikan masih kuatnya dominasi pendidikan dasar dalam lanskap demografi mereka.
Di sisi lain, partisipasi masyarakat pada jenjang pendidikan menengah dan tinggi memperlihatkan potensi yang terus berkembang meski masih memerlukan dorongan akselerasi. Kelompok lulusan SMA/sederajat menempati posisi kedua terbesar dengan porsi mencapai 23,75%, sedangkan masyarakat yang berhasil menuntaskan studi hingga jenjang perguruan tinggi berada di angka 7,59%. Adapun proporsi ini digenapi oleh kelompok masyarakat yang belum/tidak pernah sekolah dengan persentase sebesar 6,01%.
Profil sebaran ini memberikan gambaran nyata mengenai tantangan sekaligus peluang besar dalam memperkuat kualitas SDM suku Sunda di masa depan. Perluasan akses terhadap perguruan tinggi serta optimalisasi program wajib belajar hingga tingkat menengah atas menjadi kunci mendesak untuk mendorong transformasi ekonomi daerah.
Sinergi antara kebijakan pemerintah, peningkatan fasilitas sekolah, dan kesadaran keluarga diharapkan mampu secara bertahap menggeser dominasi pendidikan dasar menuju tingkat yang lebih tinggi.
Baca Juga: Provinsi Mana di Jawa yang Paling Sering Gunakan Bahasa Daerah di Rumah?
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/publication/2024/12/12/6feb932e24186429686fb57b/profil-suku-dan-keragaman-bahasa-daerah-hasil-long-form-sensus-penduduk-2020.html