Berdasarkan data dari Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Pengelolaan Modal (BKPM) tahun 2025, terlihat sebuah pola yang sangat jelas mengenai ke mana arah uang para investor dalam negeri mengalir. Meskipun pembangunan di luar Jawa terus digenjot, nyatanya magnet Jakarta sebagai pusat bisnis utama masih sangat sulit dikalahkan.
DKI Jakarta resmi menduduki peringkat pertama sebagai provinsi dengan realisasi investasi lokal atau Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) terbesar di Indonesia. Ibu kota Indonesia ini tercatat berhasil menyerap dana investasi sebesar Rp175,27 triliun. Angka yang sangat besar ini menyumbang sekitar 17% dari total seluruh investasi dalam negeri yang masuk ke Indonesia, yang mencapai angka Rp1.030 triliun.
Dominasi Pulau Jawa dalam Investasi Lokal
Data ini sekaligus menegaskan bahwa konsentrasi modal masih sangat kuat berada di pusat ekonomi dan sektor jasa yang memiliki nilai tambah tinggi. Jika menengok daftar sepuluh besar, dominasi wilayah Pulau Jawa sangat terlihat jelas dengan menempatkan lima provinsinya di jajaran teratas. Hal ini mencerminkan bahwa ketimpangan geografis dalam distribusi investasi masih menjadi tantangan yang nyata bagi kita semua.
Baca Juga: 10 Kota dengan Investasi Terbesar
Infrastruktur Jadi Penentu Daya Tarik
Salah satu hal menarik yang bisa dipelajari dari data ini adalah bahwa daya tarik sebuah daerah bagi investor kini tidak lagi hanya ditentukan oleh seberapa luas wilayahnya. Saat ini, kesiapan infrastruktur yang matang dan ekosistem bisnis yang sudah terbentuk jauh lebih dipertimbangkan oleh para pemilik modal. Itulah sebabnya Jakarta dan provinsi-provinsi di sekitarnya masih memimpin di papan atas.
Meski begitu, hadirnya provinsi-provinsi dari luar Pulau Jawa seperti Kalimantan Timur, Riau, dan NTB dalam daftar sepuluh besar memberikan angin segar bagi masa depan ekonomi nasional. Hal ini menunjukkan bahwa strategi pembangunan infrastruktur di luar Jawa mulai membuahkan hasil, meskipun perjalanannya untuk menyamai dominasi pusat ekonomi masih cukup panjang.
Dibutuhkan strategi yang lebih kuat dan inovatif agar daerah-daerah di luar Jawa bisa semakin kompetitif dalam menarik minat pengusaha lokal. Dengan begitu, aliran modal tidak hanya menumpuk di satu titik, sehingga pertumbuhan ekonomi yang adil dan merata bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat di berbagai penjuru nusantara.
Baca Juga: 10 Kabupaten/Kota dengan Realisasi Investasi Asing Tertinggi 2025
Penulis: Emily Zakia
Editor: Editor