Keamanan Siber Negara Asia Tenggara 2022, Indonesia Peringkat Berapa?

Terjadi fenomena kebocoran data situs pemerintah mulai dari Kemendikbud, Prakerja, hingga CPNS. Bagaimana tingkat keamanan siber di Indonesia?.

Keamanan Siber Negara Asia Tenggara 2022, Indonesia Peringkat Berapa? Ilustrasi kebocoran data siber | Markus Spiske/Unsplash

Ribuan data rahasia situs pemerintah diduga bocor akibat sebuah infeksi program malware. Dugaan kebocoran data tersebut pertama kali diunggah di laman Twitter oleh akunĀ Dark Tracer, akun pemantau kebocoran data pada Jumat, 8 April 2022 lalu.

Akun tersebut menyebut setidaknya ada sebanyak 878.319 data rahasia dari 34.714 situs pemerintah telah bocor. Berdasarkan data yang dikumpulkan Dark Tracer, terdapat beberapa situs pemerintah yang menjadi korban. Tak main-main jumlah data yang bocor hingga mencapai ribuan.

Mulai dari dashboard.prakerja.go.id (17.331 data), ssso.datadik.kemendikbud.go.id (15.729 data), info.gtk.kemdikbud.go.id (10.761 data), situs djponline.go.id (10.049 data), myaspk.bkn.go.id (7.027 data), daftarsscasn.bkn.go.id (6.770 data), hingga ereg.pajak.go.id (5.083 data).

Kasus kebocoran data bukan kali pertama terjadi di Indonesia. Hasil survei dari National Cyber Security Index (NCSI) pada Maret 2022 mencatat keamanan siberĀ Indonesia berada di peringkat ke-6 se Asia Tenggara.

Daftar indeks keamanan siber negara Asia Tenggara 2022 | GoodStats

Jika dibandingkan dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya, keamanan siber di Indonesia mendapatkan skor 38,96 poin. Peringkat pertama diisi oleh Malaysia dengan capaian skor 79,22 poin. Disusul oleh Singapura dengan 71,43 poin, dan Thailand 69,94 poin.

NCSI melakukan penilaian berdasarkan beberapa indikator, yakni aturan hukum negara terkait keamanan siber, ketersediaan lembaga pemerintah di bidang keamanan siber, kerja sama pemerintah terkait kemanan siber, dan juga bukti-bukti publik seperti situs resmi pemerintah atau program lain yang terkait.

Tidak hanya di Indonesia saja, kasus kebocoran data pemerintah asing juga turut menjadi korban. Seperti misalnya situs giris.turkiye.gov.tr yang mengalami kebocoran data sebanyak 15.313 kredensial, dan login.caixa.gov.br sebesar 12.680 data.

Penulis: Nabilah Nur Alifah
Editor: Editor

Artikel Sebelumnya Bagaimana Kecenderungan Masyarakat Indonesia Menggunakan Media Sosial?
Artikel Selanjutnya 10 Negara dengan Layanan Kesehatan Terbaik di Dunia
Konten Terkait