Kartu SIM Prabayar Pilihan Masyarakat Indonesia 2022

Top Brand Index merilis laporan teranyar mengenai kartu SIM prabayar pilihan masyarakat Indonesia pada tahun 2022. Operator mana yang jadi pilihan?.

Kartu SIM Prabayar Pilihan Masyarakat Indonesia 2022 Beragam kartu SIM | Andrey_Popov/Shutterstock

Menurut data Top Brand Index fase 1 yang dirilis pada tahun 2022, kartu subscriber identity module (SIM) prabayar Simpati menduduki peringkat pertama pilihan masyarakat Indonesia. Adapun raihan skor Top Brand Index untuk kartu SIM prabayar Simpati mencapai 34,3 persen.

5 kartu SIM prabayar pilihan masyarakat Indonesia tahun 2022 | GoodStats

Sementara itu, IM3 menempati posisi ke-2 dengan raihan skor Top Brand Index sebsear 13,3 persen. Disusul kartu SIM XL prabayar di posisi ke-3 dengan skor indeks sebesar 11,7 persen. Ketiga produk kartu SIM prabayar di atas berhasil memperoleh predikat Top Brand.

Berikutnya, kartu Tri “3” berada di posisi ke-4 dengan raihan sebesar 10,6 persen dan kartu AS di posisi ke-5 dengan skor indeks 8,8 persen pada tahun 2022.

Adapun penilaian top brand award fase 1 melibatkan 8.500 responden yang berasal dari 15 kota besar di Indonesia. Ada 3 kriteria yang wajib dipenuhi suatu produk agar dapat memperoleh predikat top brand, di antaranya ialah unggul dalam mind share, market share, dan juga commitment share.

Di sisi lain, baru-baru ini beredar isu dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengenai dugaan kebocoran data registrasi kartu SIM prabayar sebanyak 1,3 miliar tepatnya 1.304.401.300 pengguna.

Kebocoran data ini diduga telah terjadi sejak tahun 2017 dan kini data tersebut diperjualkan oleh seseorang bernama Bjorka lewat forum Breached.to. Adapun data pengguna kartu SIM prabayar yang bocor diperkirakan berukuran 87 gigabyte (GB).

Sebagaimana diketahui, sejak 31 Oktober 2017 Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mewajibkan para pengguna kartu SIM prabayar untuk mendaftarkan NIK masing-masing agar kartu SIM dapat dioperasikan.

Adapun data yang bocor meliputi nomor seluler kartu prabayar dengan identitas pengguna, terdiri dari nomor induk kependudukan (NIK), nama operator seluler, serta tanggal registrasi nomor telepon seluler (ponsel) bersangkutan.

Namun lebih lanjut pada Jumat (2/9/2022), Direktur Jenderal Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh dikutip dari Kompas.com berujar, “Dari pengamatan pada sistem milik Ditjen Dukcapil, tidak ditemukan adanya log akses, traffic, dan akses anomali yang mencurigakan.”

Ia pun menyimpulkan bahwa data yang bocor tersebut bukan berasal dari Ditjen Dukcapil Kemendagri. Walaupun demikian, Kemendagri akan tetap menelusuri lebih dalam dugaan kebocoran data kartu SIM prabayar yang saat ini tengah marak.

Penulis: Diva Angelia
Editor: Iip M Aditiya

Artikel Sebelumnya Demam K-Drama di Indonesia, Seperti Apa?
Artikel Selanjutnya Merek Makanan Paling Sukses Dipromosikan oleh Idol Kpop 2022
Konten Terkait