Harganya Naik, Kenali Apa Saja 7 Jenis Gas Industri Penopang Manufaktur di Indonesia

Harga gas industri non-HGBT di Indonesia mengalami kenaikan akibat kendala logistik. Simak penyebab dan fungsi 7 jenis gas industri utama berikut ini.

Harganya Naik, Kenali Apa Saja 7 Jenis Gas Industri Penopang Manufaktur di Indonesia Ilustrasi Industri Gas | Tom Fisk/Pexels
Ukuran Fon:

Sektor manufaktur Indonesia tengah diguncang isu kenaikan harga gas industri, khususnya untuk kategori non-Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT). Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, bahkan sampai memanggil Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara (PGN) untuk mencari jalan tengah setelah isu ini memicu kekhawatiran gelombang PHK di sektor padat karya seperti industri keramik.

Kenaikan harga ini terjadi secara spesifik di wilayah Jawa Barat, Banten, Bekasi, dan Jakarta. Penyebab utamanya bukanlah kelangkaan stok nasional, melainkan menurunnya lifting atau produksi gas pipa dari sumur-sumur lokal di Jawa bagian barat.

Baca juga: Harga LPG Naik 18,75%, Simak Harga LPG Terbaru dan Dampaknya

Untuk menutupi defisit pasokan tersebut, pemerintah terpaksa mendatangkan Liquefied Natural Gas (LNG) cair dari luar pulau, seperti Papua, Sulawesi, dan Kalimantan. Proses pengiriman lintas pulau inilah yang memicu pembengkakan biaya logistik (logistics cost) yang akhirnya mendongkrak harga jual ke konsumen industri.

Mengenal Apa Saja 7 Jenis Gas Industri Utama di Indonesia

Gas industri adalah kelompok bahan gas yang diproduksi secara khusus untuk memenuhi kebutuhan manufaktur, medis, hingga teknologi. Berikut adalah tujuh jenis gas industri yang paling krusial di Indonesia beserta fungsi spesifiknya:

  1. Oksigen
  2. Nitrogen
  3. Argon
  4. Hidrogen
  5. Karbondioksida
  6. Asetilena
  7. Helium.
Jenis Gas Industri Utama di Indonesia
Jenis Gas Industri Utama di Indonesia 

Menjaga Keseimbangan Energi dan Daya Saing

Kenaikan harga gas industri menjadi alarm penting bagi ketahanan energi nasional. Mengingat peran vital ketujuh gas di atas dalam rantai pasok manufaktur harian, perumusan formulasi harga yang ideal oleh pemerintah dan PGN sangat dinantikan.

Langkah mitigasi logistik yang tepat menjadi kunci utama agar industri nasional tetap kompetitif, produktif, dan mampu menghindari badai efisiensi tenaga kerja.

Baca juga: Pemanfaatan Gas Bumi untuk Domestik Capai 69%

Sumber:

https://www.distributorgas.com/

Penulis: Fadhlan Firdaus Syafrudin
Editor: Editor

Konten Terkait

Prediksi dan Head-to-Head Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026, Persentase Victory Socceroos di Angka 40%

Australia versus Paraguay telah terjadi lima kali dan Socceroos menang dua kali.

Prediksi dan Head-to-Head Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026, Seri Jadi Hasil Terbaik Samurai Biru dalam 31 Tahun

Persentase menang Swedia atas Jepang mencapai 50 persen.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan SSO GNFI Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook