Obat kumur atau mouthwash menjadi salah satu produk yang dipilih masyarakat untuk merawat dan membersihkan mulut secara rutin. Industri produk obat kumur di Indonesia semakin berkembang pesat, didukung oleh meningkatnya kesadaran publik terhadap pentingnya menjaga kebersihan mulut serta meningkatnya pendapatan dari produk sekali pakai.
Berdasarkan laporan Populix bertajuk Exploring Market Sizing Mouthwash Product, dari 1.243.141 responden, mayoritas (sekitar 85%) melaporkan berkumur setidaknya sekali sehari, dan sepertiga menggunakan obat kumur lebih dari sekali sehari. Hal ini menunjukkan bahawa obat kumur telah menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian.
Menurut survei yang dilakukan pada 16-26 September 2024, terdapat beberapa alasan masyarakat membeli produk obat kumur.
Survei menunjukkan bahwa alasan utama responden membeli produk obat kumur adalah untuk melawan bau mulut dan menjaga napas tetap segar dengan persentase 71%. Pertimbangan lainnya, 23% responden membeli obat kumur untuk menjaga kesehatan gigi dan gusi.
Di sisi lain, sebanyak 2% responden membeli obat kumur setelah berkonsultasi dengan dokter gigi atau edukasi kesehatan (2%), untuk mengobati sariawan atau iritasi mulut (2%), dan untuk membangun kebiasaan hidup sehat (1%).
6 Faktor dalam Memilih Obat Kumur
Populix juga mencatat beberapa faktor yang menjadi pertimbangan publik saat memilih merek obat kumur yang tepat. Berdasarkan survei, sebanyak 51% responden mempertimbangkan faktor citra dan kepercayaan merek dalam memilih obat kumur.
Dalam laporannya, Populix mengungkapkan bahwa pasar obat kumur didominasi oleh 1 merek terkemuka, yaitu Listerine. Merek ini digunakan sebagian besar oleh konsumen, sementara merek lain yang juga banyak digunakan yaitu Pepsodent dan Betadine.
Selain kepercayaan terhadap merek, sebanyak 50% responden juga mengaku mempertimbangkan harga sebelum memilih merek obat kumur yang tepat. Selanjutnya, rasa dan varian juga menjadi faktor yang dipertimbangkan konsumen, yaitu dengan persentase 49%.
Menariknya, 38% responden meminta rekomendasi dari dokter atau keluarga dalam memilih merek obat kumur yang tepat. Hal ini menunjukkan konsultasi dari ahli atau orang terdekat turut menjadi aspek penting dalam menjaga kesehatan mulut dan gigi.
Sisanya, sebanyak 27% responden mengaku mempertimbangkan kemasan atau ukuran dalam memilih produk obat kumur. Terakhir 15% responden melihat ketersediaan pasar terlebih dahulu.
Baca Juga: Simak! Hanya 11,2% Penderita Masalah Gigi dan Mulut yang Pergi Berobat
Sumber:
https://drive.google.com/file/d/1laoScRo_1VQ564s8QXwjDarumJtF7Oq_/view
Penulis: Salamah Harahap
Editor: Editor