Ini 10 Negara dengan Paspor Terkuat di ASEAN, Indonesia di Urutan Berapa?

Seberapa kuat paspor Indonesia dibanding negara ASEAN lain? Temukan peringkat dan akses bebas visanya di sini.

Ini 10 Negara dengan Paspor Terkuat di ASEAN, Indonesia di Urutan Berapa? Ilustrasi Paspor | Kenneth Surillo/pexels.com
Ukuran Fon:

Paspor bukan sekadar dokumen perjalanan. Lebih dari itu, paspor mencerminkan akses internasional suatu negara atau seberapa mudah warganya berpergian ke luar negeri tanpa hambata visa. Di awal tahun 2026, Henley & Partners menerbitkan daftar peringkat paspor global.

Berdasarkan data terbaru, kekuatan paspor diukur dair jumlah negara yang bisa diakses tanpa visa, visa on arrival, atau dengan e-visa. Semakin banyak akses yang dimiliki, maka semakin tinggi posisi sebuah negara dalam ranking paspor global.

Lalu, bagaimana posisi negara-negara ASEAN dalam peringkat ini? Terlebih dari itu, bagaimana posisi Indonesia dalam peringkat ini?

Baca Juga: 7 Bandara Terbaik di ASEAN 2026, 2 di Antaranya dari Indonesia!

10 Negara ASEAN dengan Paspor Terkuat 2026 | GoodStats
Dengan jumlah negara bebas akses sebanyak 192 negara, Singapura menjadi negara ASEAN dengan paspor terkuat.

Berdasarkan data dari Henley & Partners, Singapura menjadi negara dengan paspor terkuat tidak hanya di ASEAN, tetapi juga di dunia. Negara ini memiliki akses ke 192 negara tanpa visa atau dengan kemudahan visa.

Di posisi kedua terdapat Malaysia dengan akses 180 negara. Hal ini kemudian diikuti oleh Brunei dengan 160 negara.

Sementara itu, negara-negra ASEAN lain terlihat masih memiliki akses bebas visa kurang dari 100 negara. Thailand memiliki akses ke 82 negara. Indonesia sendiri berada di peringkat kelima dengan akses ke 70 negara. 

Pada peringkat keenam terdapat Filipina dengan akses ke 65 negara bebas visa. Kemudian disusul oleh Vietnam dan Kamboja dengan bebas akses ke 55 dan 53 negara secara berurutan.

Di urutan sembilan, terdapat Laos dengan bebas akses ke 50 negara. Terakhir, Myanmar berada di peringkat sepuluh dengan paspor yang memiliki bebas akses ke 48 negara.

Dari grafik ini, terlihat jelas adanya gap besar antara tiga negara teratas dengan ASEAN lainnya. Hal ini berarti tidak semua negara di kawasan Asia Tenggara memiliki kekuatan paspor yang merata. Kekuatan paspor Indonesia, misalnya, masih berada di tengah-tengah dan belum mampu menyaingi negara seperti Singapura atau Malaysia dalam hal akses global.

Keuntungan Memiliki Paspor Terkuat

1. Akses Global yang Lebih Luas

Paspor terkuat berarti pemiliknya bisa bepergian ke lebih banyak negara tanpa perlu repot mengisi visa. Ini bukan sekadar soal kemudahan, tetapi juga efisiensi waktu dan biaya. Negara dengan paspor kuat biasanya memiliki hubungan diplomatik yang luas, sehingga warganya mendapatka kemudahan masuk ke banyak negara.

Dalam praktiknya, hal ini membuat perjalanan internasional menjadi jauh lebih fleksibel. Misalnya, pemegang paspor Singapura bisa melakukan perjalanan spontan ke berbagai negara tanpa perlu perencanaan panjang terkait visa.

2. Kemudahan Bisnis dan Investasi

Kekuatan paspor juga berdampak langsung pada peluang ekonomi. Pebisnis dari negara dengan paspor yang kuat lebih mudah melakukan perjalanan untuk ekspansi, menghadiri konferensi, atau menjajaki investasi baru.

Akses internasional paspor yang luas membuka pintu ke pasar global tanpa hambatan administratif yang berarti. Inilah salah satu alasan mengapa negara dengan paspor yang kuat sering kali juga memiliki daya saing ekonomi yang tinggi.

3. Mobilitas Pendidikan dan Karier

Bagi pelajar dan pekerja profesional, paspor yang kuat memberikan peluang lebih besar untuk belajar atau bekerja di luar negeri. Banyak negara memberikan kemudahan visa atau bahkan bebas visa untuk kunjungan jangka pendek yang bisa menjadi langkah awal untuk peluang lebih besar.

Keuntungan-keuntungan ini membuktikan bahwa paspor merupakan kunci untuk membuka peluang global kepada masyarakat suatu negara.

Baca Juga: 5 Negara dengan Jumlah Penduduk Terbanyak di Dunia, Ada Indonesia

Mengapa Paspor Bisa Lebih Kuat dari Negara Lain?

1. Hubungan Diplomatik Internasional

Salah satu faktor utama yang menyebabkan paspor sebuah negara menjadi lebih kuat dari negara lain adalah hubungan diplomatik antar negara. Negara yang memiliki banyak perjanjian bilateral cenderung mendapatkan akses bebas visa ke lebih banyak negara.

Singapura, misalnya, dikenal memiliki hubungan internasional yang sangat baik dan stabil. Hal ini menyebabkan banyak negara memberikan kepercayaan penuh kepada warganya.

2. Stabilitas Politik dan Keamanan

Negara dengan kondisi politik stabil dan tingkat keamanan tinggi biasanya memiliki paspor yang lebih kuat. Hal ini karena negara lain merasa lebih aman menerima kunjungan warga dari negara tersebut.

Sebaliknya, negara dengan konflik internal atau tingkat kejahatan tinggi sering kali menghadapi pembatasan visa yang lebih ketat.

3. Kekuatan Ekonomi

Faktor ekonomi juga memainkan peran penting Negara dengan ekonomi kuat cenderung memiliki warga yang dianggap mampu secara finansial, sehingga risiko overstay atau imigrasi ilegal menjadi lebih kecil.

Inilah sebabnya negara seperti Singapura dan Malaysia unggul dalam ranking paspor ASEAN.

4. Kebijakan Imigrasi dan Timbal Balik

Prinsip resiprositas atau timbal balik juga memengaruhi. Jika suatu negara memberikan bebas visa kepada negara lain, biasanya negara tersebut akan mendapatkan perlakuan serupa.

Artinya, kebijakan imigrasi yang terbuka bisa berdampak positif terhadap kekuatan paspor.

Secara keseluruhan, peringkat negara ASEAN dengan paspor terkuat di awal 2026 menunjukkan bahwa kekuatan paspor mencerminkan posisi suatu negara dalam ranah global.

Indonesia masih memiliki ruang untuk meningkatkan kekuatan paspornya, baik melalui diplomasi, stabilitas, maupun kerja sama internasional. Dengan strategi yang tepat, bukan tidak mungkin posisi Indonesia dalam ranking paspor ASEAN akan terus naik di masa depan.

Baca Juga: 10 Rute Penerbangan Internasional Favorit pada 2025

Sumber:

https://www.henleyglobal.com/passport-index/ranking

Penulis: Aisha Zahrany
Editor: Firda Wandira

Konten Terkait

Sentimen Publik terhadap Mens Rea di Netflix: Antara Satir Politik dan Kontroversi Etika

Acara Mens Rea di Netflix memicu debat panas, dari pujian keberanian hingga kritik etika publik.

5 Ancaman Global Terbesar 2025, Hoaks Paling Ditakuti

Penyebaran hoaks menjadi ancaman terbesar menurut publik global, disusul krisis ekonomi dan terorisme.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook