Indonesia peringkat 2 Pemilik Rekening Bank Digital Terbanyak di Dunia 2021

Merilis survei dari Fiver.com 2021, Indonesia menempati peringkat kedua terbanyak pemilik bank digital di dunia dengan jumlah persentase 24,90 persen.

Indonesia peringkat 2 Pemilik Rekening Bank Digital Terbanyak di Dunia 2021 Ilustrasi Mobile Banking | Pickawood/Unsplash

Memperingati hari Hak Konsumen Sedunia yang jatuh setiap tanggal 15 Maret ini selalu memiliki tema tahunan. Pada 2022 tahun ini Membership of Consumers International yakni 200 kelompok konsumen di 100 negara memilih Fair Digital Finance sebagai tema, berangkat dari persoalan konsumen secara global.

Berkat pandemi Covid-19 yang tengah melanda dunia mengakibatkan peningkatan sektor perekonomian digital. Diperkirakan pada 2024 nanti jumlah konsumen perbankan digital akan melebihi 3,6 miliar.

Negara dengan Pemilik Rekening Digital Terbanyak di Dunia 2021 | Goodstats

Merilis survei dari Fiver.com pada 2021, Indonesia menempati peringkat kedua terbanyak pemilik bank digital di dunia dengan jumlah persentase 24,90 persen. Sementara itu Brasil menduduki peringkat pertama dengan jumlah persentase 32 persen.

Disusul oleh peringkat ketiga dan keempat dari Irlandia sebesar 24,77 persen dan Vietnam dengan persentase 23,34 persen. Polandia sebagai peringkat kelima menyumbang angka 22.03 persen.

Diposisi keenam hingga kedelapan dengan negara pemilik rekening digital terbanyak di dunia diisi oleh negara bagian Eropa dan Asia, yakni Swiss (21,62 persen), Malaysia (20,36 persen), dan Jepang (20,14 persen).

Peringkat kedua dari sepuluh besar terakhir ditempati oleh Jerman (19,33 persen), dan Hongaria (18,82 persen).

Survei tersebut merupakan hasil survei pemilik rekening digital yang sudah memasuki usia dewasa awal hingga lansia pada kisaran usia 18-65 tahun keatas.

Di Indonesia sendiri pada 2021 terdapat 25 persen orang dewasa Idonesia memiliki rekening bank digital, atau setara dengan 47.722.913 orang. Angka itu diperkiraan akan naik hingga akhir 2022 nanti dan 39 persen pada 2026 nanti.

Pertumbungan keuangan digital ini membawa energi baru bagi kemajuan ekonomi digital juga terbukanya peluang baru. Namun, tak hanya berupa keuntungan, kemajuan era keuangan digital juga membawa risiko yang dapat menyebabkan ketidakadilan bagi konsumen. Keuangan digital dapat meningkatkan kemungkinan bahwa mereka yang rentan bisa tertinggal.

Semarak Hari Hak Konsumen Sedunia diharapkan dapat memicu percakapan global demi keuangan digital yang adil bagi para konsumen.

Penulis: Nabilah Nur Alifah
Editor: Editor

Artikel Sebelumnya All England 2022: Indonesia Boyong 22 Pemain, India Kirim Wakil Terbanyak
Artikel Selanjutnya UN Peacekeeping 2021: Indonesia Kirim 2.804 Pasukan Perdamaian PBB
Konten Terkait