Sebagai negara dengan iklim tropis, Indonesia memiliki hutan hujan seluas 126 juta hektare yang menjadikannya rumah ideal bagi berbagai macam spesies binatang seperti mamalia. Suhu stabil serta curah hujan dan kelembaban yang tinggi menciptakan kondisi hutan ideal yang kaya akan nutrisi sehingga mendukung keanekaragaman hayati.
Mamalia adalah kelompok binatang bertulang belakang (vertebrata) yang memiliki ciri utama berambut atau berbulu, memiliki kelenjar susu, dan umumnya berkembang biak dengan melahirkan.
Mamalia dianggap sebagai kunci kesehatan dan keseimbangan ekosistem. Mereka membantu mengendalikan populasi, berperan sebagai penyerbuk dan penyebar benih, hingga membantu tumbuhan berkembang di tempat baru. Berkurangnya spesies mamalia dapat memengaruhi keseimbangan ekosistem sebuah wilayah.
Semakin banyak spesies mamalia di sebuah negara, semakin besar tanggung jawab untuk memelihara dan menjaga biodiversitas itu demi generasi yang akan datang.
Menurut data dari Mammal Diversity Database (MDD) yang dihimpun oleh American Society of Mammalogists (ASM) pada 2 Januari 2026, Indonesia tercatat menjadi negara dengan spesies mamalia terbanyak di dunia.
Baca Juga: Hewan Paling Terancam Punah di Dunia
Data oleh ASM menunjukkan Indonesia memiliki 793 spesies mamalia, dengan detail ordo (bangsa) mamalia sebanyak 17, famili (keluarga/suku) 58, dan genus (marga) sebanyak 241. ASM turut mencatat adanya 4 spesies mamalia yang sudah punah di Indonesia, yakni harimau Jawa, harimau Bali, tikus pohon raksasa Verhoeven, dan tikus gua Flores.
Indonesia telah lama menjadi rumah bagi ratusan spesies mamalia seperti gajah, orangutan, bekantan, tapir, hingga anoa. Letak geografisnya di tengah garis Wallace dan Weber membuat Indonesia memiliki keanekaragaman mamalia yang tinggi baik dari fauna barat maupun timur.
Lebih lanjut, Brasil menempati posisi kedua sebagai negara dengan spesies mamalia terbanyak yakni 785 spesies. Adapun persebaran faunanya berasal dari 11 ordo, 51 famili, dan 250 genus, lebih bervariatif dari Indonesia.
Keberadaan Hutan Amazon, sebuah hutan hujan tropis terbesar di dunia, melahirkan biodiversitas spesies mamalia. Bahkan, tak sedikit fauna bersifat endemik atau hanya ada di wilayah tersebut.
Di posisi ketiga terdapat China dengan 746 spesies mamalia, dengan detail 12 ordo, 56 famili, dan 259 genus. China terkenal dengan spesies mamalia endemik andalannya yakni panda raksasa yang menggemaskan.
Lebih lanjut, Meksiko menempati posisi kelima dengan spesies mamalia mencapai 585 ekor, disusul Peru dengan 582 spesies mamalia.
Republik Demokratik Kongo (RDK) menutup daftar tujuh besar dengan jumlah spesies mamalia di negaranya sebanyak 510 ekor. RDK kaya akan hewan endemik seperti okapi atau jerapah hutan, hingga bonobo liar yang populasinya hanya ada di negara tersebut.
Perlindungan Mamalia Indonesia Melalui Konservasi
Sebagai negara dengan spesies mamalia terbanyak, Indonesia memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga populasi serta memelihara ekosistem dari kerusakan lingkungan.
Sayangnya, saat ini sebagian besar spesies mamalia di Indonesia berada dalam status dilindungi karena terancam punah. Beberapa contohnya seperti paus biru, puset Mahakam, kambing hutan Sumatra, gajah Asia, trenggiling, hingga landak Jawa.
Upaya konservasi menjadi langkah penting untuk menjaga kelestarian spesies yang terancam sekaligus melindungi ekosistemnya. Untuk itu, pemerintah Indonesia menyusun Rencana Aksi Nasional Konservasi (RAN Konservasi) sebagai panduan dalam pelaksanaan perlindungan sumber daya alam.
RAN Konservasi berfungsi sebagai kerangka strategis yang dapat digunakan oleh berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat dan daerah hingga LSM serta yayasan swasta, dalam upaya pelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia.
Baca Juga: Menyelami Dunia Ikan dan Mamalia Terbesar di Samudra
Sumber:
https://www.mammaldiversity.org/country/
Penulis: Talita Aqila Shafidhya
Editor: Editor