Warga Indonesia Habiskan 53 Miliar Jam Main Mobile Games pada 2025

Warga RI habiskan 53,52 miliar jam bermain mobile games pada 2025, naik 3,9% dari tahun lalu.

Warga Indonesia Habiskan 53 Miliar Jam Main Mobile Games pada 2025 Ilustrasi Bermain Mobile Games | RDNE/Pexels
Ukuran Fon:

Dalam beberapa tahun terakhir, mobile games telah menjelma dari sekadar hiburan menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian masyarakat Indonesia. Ponsel pintar bukan lagi hanya alat komunikasi, melainkan juga ruang untuk bermain, bersosialisasi, hingga berkompetisi. 

Fenomena ini berujung pada perubahan pola konsumsi waktu luang publik. Waktu yang dihabiskan untuk bermain mobile games terus bertambah, seiring meluasnya penetrasi internet, berkembangnya ekosistem game lokal dan global, serta meningkatnya kualitas konten game itu sendiri.

Menurut laporan Sensor Tower, waktu yang dihabiskan bermain mobile games secara global mencapai 444,63 miliar jam sepanjang 2025. Nilai ini naik dari tahun 2024 yang sebesar 440,45 miliar jam, menegaskan bagaimana masyarakat tidak hanya bermain mobile games untuk mengisi waktu senggang, namun juga untuk berinteraksi dan mencari hiburan.

Di Indonesia, warganya menghabiskan sekitar 53,52 miliar jam untuk bermain mobile games sepanjang 2025. Durasinya terus meningkat dari tahun ke tahun. 

Durasi bermain mobile games di Indonesia | GoodStats
Durasi bermain mobile games di Indonesia | GoodStats

Pada 2022, publik Indonesia menghabiskan 45,31 miliar jam bermain mobile games, yang kemudian naik 2,4% menjadi 46,4 miliar jam pada tahun berikutnya.

Memasuki 2024, sebanyak 51,5 miliar jam dihabiskan untuk bermain mobile games, naik 11% dari tahun lalu. Durasi penggunaan mobile games kembali naik 3,9% menjadi 53,52 miliar jam pada 2025.

Baca Juga: Pengeluaran Indonesia dalam Mobile Games Tertinggi Ke-2 di ASEAN

Walaupun durasinya meningkat, jumlah unduhan malah tercatat turun. Pada 2022, jumlah unduhan untuk mobile games di Indonesia tercatat sebesar 3,4 miliar kali, kemudian turun 5% menjadi 3,23 miliar pada 2023, dan naik tipis menjadi 3,28 miliar pada tahun berikutnya.

Pada 2025, jumlah unduhan untuk mobile games kembali melemah menjadi 3,02 miliar kali, turun hingga 7,9% secara tahunan.

Keuntungan IAP Naik

Pasar mobile games semakin menjadi industri yang menjanjikan di Indonesia, dinilai dari kenaikan keuntungan in-app purchase (IAP). IAP merupakan uang yang dikeluarkan pengguna games untuk membeli kebutuhan dan aksesori dalam games, dengan tujuan memperoleh keuntungan lebih selama bermain.

Data Sensor Tower mencatat nominal keuntungan IAP dari mobile games di Indonesia mencapai US$436 juta pada 2025, naik 4,3% dibanding tahun lalu. Keuntungan dari IAP ini hampir selalu meningkat dari tahun ke tahun, menegaskan luasnya pasar mobile games tanah air.

Baca Juga: Daftar Game Online Terpopuler di Kalangan Anak Muda 2025

Sumber:

https://sensortower.com/blog/state-of-mobile-2026

Penulis: Agnes Z. Yonatan
Editor: Editor

Konten Terkait

Indonesia Punya 404 Ribu Rumah Ibadah pada 2024

Indonesia memiliki 404.531 rumah ibadah pada 2024, dengan rumah ibadah agama Islam terbanyak yaitu 307.729 masjid.

Angka Pernikahan di Indonesia Merosot Setiap Tahunnya

Dalam rentang waktu sepuluh tahun, angka pernikahan di tanah air tercatat telah merosot hingga hampir 29%.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook