Harga Pangan Hari Ini Naik Serempak, Cabai Rawit Tembus Rp83.650 Ribu per Kg

Harga pangan hari ini mengalami kenaikan di sejumlah komoditas seperti beras, cabai rawit, bawang merah, hingga gula.

Harga Pangan Hari Ini Naik Serempak, Cabai Rawit Tembus Rp83.650 Ribu per Kg Ilustrasi Pasar Tradisional | Cecep Rahmat/ Unsplash
Ukuran Fon:

Harga pangan hari ini menunjukkan tren kenaikan pada sejumlah komoditas pangan di pasar domestik. Berdasarkan data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), beberapa bahan pangan utama seperti  mengalami kenaikan harga secara bersamaan pada pertengahan Maret 2026.

Komoditas yang tercatat mengalami peningkatan harga antara lain beras, cabai rawit hijau, cabai merah keriting, bawang merah, gula pasir, hingga daging. Pergerakan harga tersebut menjadi perhatian karena bahan pangan tersebut merupakan kebutuhan pokok masyarakat yang banyak dikonsumsi setiap hari.

Kenaikan harga pangan hari ini juga terjadi pada periode menjelang Ramadan dan Idulfitri, saat konsumsi rumah tangga biasanya meningkat. Pada periode ini, permintaan terhadap berbagai bahan makanan cenderung naik, mulai dari beras sebagai sumber karbohidrat utama hingga protein hewani seperti daging dan ayam. Selain itu, komoditas hortikultura seperti cabai dan bawang juga sering mengalami fluktuasi harga karena faktor pasokan dan distribusi.

Situasi tersebut membuat pemantauan harga pangan menjadi penting untuk melihat potensi tekanan inflasi pangan sekaligus memastikan ketersediaan pasokan di pasar tetap terjaga.

Data Harga Pangan Hari Ini Menurut PIHPS

Data harga pangan hari ini diperoleh dari sistem pemantauan yang dikelola oleh PIHPS. PIHPS merupakan lembaga yang menghimpun informasi harga dari berbagai pasar di seluruh Indonesia untuk menghasilkan gambaran harga rata-rata nasional.

Melalui sistem pemantauan tersebut, pemerintah dan masyarakat dapat mengetahui perkembangan harga berbagai komoditas pangan secara real time. Data ini juga sering digunakan sebagai referensi dalam analisis ekonomi pangan, terutama untuk melihat tren kenaikan atau penurunan harga komoditas penting.

Berdasarkan data PIHPS  pukul per 13 Maret 2026, terdapat perbedaan harga yang cukup signifikan antara berbagai komoditas pangan. Beberapa bahan pangan memiliki harga relatif stabil, sementara yang lain menunjukkan harga yang lebih tinggi akibat faktor produksi dan permintaan.

Baca Juga:Strategi Stabilisasi Harga Sembako Jelang Puasa dan Lebaran 2026

Grafik Perubahan Harga Komoditas Pangan

Harga Komoditas Pangan Nasional | GoodStats

1. Daging Ayam dan Daging Sapi

Harga daging sapi kualitas I naik sekitar 0,87% dan menjadi komoditas dengan harga paling tinggi, yakni sekitar Rp145,75 ribu per kilogram. Sementara itu, harga daging ayam ras berada di kisaran Rp41,9 ribu per kilogram, yang relatif lebih terjangkau dibandingkan daging sapi. Meski demikian, harga daging ayam juga mengalami kenaikan sekitar 11,62% dibandingkan harga sebelumnya.

2. Cabai Rawit Merah dan Cabai Rawit Hijau

Di kelompok komoditas hortikultura, cabai rawit merah memiliki harga yang cukup tinggi dengan kenaikan sekitar 6,56%, yakni mencapai Rp83,65 ribu per kilogram. Harga cabai rawit dikenal sangat fluktuatif karena dipengaruhi oleh faktor cuaca, produksi pertanian, serta distribusi pasokan dari daerah sentra produksi ke pasar konsumsi.

Sementara itu, cabai rawit hijau tercatat memiliki harga sekitar Rp54,2 ribu per kilogram, naik sekitar 2,96%. Tingginya harga cabai menunjukkan bahwa komoditas ini masih menjadi salah satu bahan pangan yang paling sensitif terhadap perubahan pasokan.

3. Cabai Merah Besar dan Cabai Merah Keriting


Jenis cabai lainnya juga mengalami kenaikan harga. Cabai merah besar tercatat naik sekitar 5,43% menjadi Rp45,65 ribu per kilogram, sedangkan cabai merah keriting berada di kisaran Rp45,5 ribu per kilogram setelah naik sekitar 3,06%. Kedua jenis cabai ini banyak digunakan dalam berbagai masakan rumah tangga sehingga permintaannya relatif tinggi.

4. Bawang Merah dan Bawang Putih

Berbeda dengan cabai, harga komoditas bawang justru mengalami penurunan. Harga bawang merah tercatat turun sekitar 0,91% menjadi Rp43,4 ribu per kilogram. Sementara itu, harga bawang putih berada di kisaran Rp40,1 ribu per kilogram.

5. Telur Ayam Ras

Selain daging, komoditas protein hewani lain yang cukup banyak dikonsumsi adalah telur ayam ras. Harga telur tercatat sekitar Rp33 ribu per kilogram, naik sekitar 1,07% dibandingkan harga sebelumnya. Hal ini menjadikan telur sebagai salah satu sumber protein yang relatif terjangkau bagi masyarakat.

6. Minyak Goreng dan Gula Pasir

Sementara itu, harga minyak goreng curah naik sekitar 1,05% dengan kisaran Rp19,25 ribu per kilogram. Di sisi lain, harga gula pasir tercatat sekitar Rp18,7 ribu per kilogram, meningkat sekitar 0,81% dari harga sebelumnya.

7. Beras

Sebagai makanan pokok masyarakat Indonesia, beras memiliki harga yang relatif lebih stabil dibandingkan komoditas lainnya dalam grafik. Harga beras kualitas bawah tercatat sekitar Rp14,5 ribu per kilogram, sementara beras kualitas medium mencapai sekitar Rp15,85 ribu per kilogram. Adapun beras kualitas super berada di kisaran Rp16,75 ribu per kilogram.

Stabilitas harga beras umumnya dipengaruhi oleh ketersediaan stok nasional serta kebijakan pemerintah dalam menjaga pasokan dan distribusi beras di pasar domestik.

Faktor Penyebab Harga Pangan Naik

Kenaikan harga pangan hari ini tidak terjadi tanpa sebab. Sejumlah faktor ekonomi dan kondisi produksi turut memengaruhi dinamika harga berbagai komoditas di pasar.

1. Permintaan Meningkat Menjelang Ramadan dan Lebaran

Salah satu faktor utama adalah meningkatnya permintaan masyarakat selama Ramadan dan menjelang Idulfitri. Pada periode ini, konsumsi rumah tangga biasanya meningkat seiring dengan berbagai kegiatan seperti persiapan sahur, berbuka puasa, hingga perayaan hari raya.

Akibatnya, permintaan terhadap komoditas seperti cabai, bawang, daging, dan beras mengalami lonjakan.

2. Distribusi dan Logistik

Selain itu, faktor distribusi dan logistik juga memengaruhi harga pangan. Kendala dalam rantai pasok, seperti transportasi dari daerah produksi ke pasar konsumsi, dapat menyebabkan harga komoditas meningkat.

Distribusi yang tidak lancar sering kali memicu kenaikan harga terutama pada komoditas yang mudah rusak seperti cabai dan sayuran.

3. Produksi Pertanian

Produksi pertanian juga menjadi faktor penting yang memengaruhi harga. Ketika produksi menurun akibat gagal panen atau berkurangnya luas tanam, pasokan di pasar akan berkurang sehingga harga cenderung naik.

Sebaliknya, jika produksi meningkat, harga biasanya akan lebih stabil.

4. Kondisi Cuaca

Di sisi lain, kondisi cuaca turut memainkan peran penting dalam produksi pangan, khususnya untuk komoditas hortikultura. Curah hujan tinggi atau perubahan iklim yang ekstrem dapat mengganggu proses tanam hingga panen.

Hal ini sering menyebabkan pasokan cabai dan bawang berkurang, sehingga harga di pasar mengalami lonjakan.

Baca Juga: Apakah RI Layak disebut Swasembada Pangan pada 2026? Ini Datanya

Sumber:

https://www.bi.go.id/hargapangan

Penulis: Helni Sadiyah
Editor: Firda Wandira

Konten Terkait

10 Orang Terkaya di Indonesia Maret 2026 Terbaru Versi Forbes dan Sumber Kekayaannya

Daftar 10 orang terkaya di Indonesia 2026 versi Forbes. Sektor tambang, energi, hingga data center mendominasi sumber kekayaan para miliarder Indonesia.

Gen Z Jadi Penyumbang Pengangguran Terbesar di Indonesia pada 2025

Jumlah pengangguran di Indonesia pada 2025 didominasi oleh kelompok usia 20-24 tahun, angkanya mencapai lebih dari 2,3 juta jiwa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook