Lonjakan produksi beras 2025 yang menembus 34,71 juta ton tidak hanya menutup kebutuhan nasional, tetapi juga menciptakan surplus hingga ±4,77 juta ton, level yang jarang terjadi tanpa impor medium.
Menariknya, swasembada ini tercapai bersamaan dengan deflasi beras hingga 0,59% dan NTP konsisten di atas 124, sinyal bahwa stabilitas pasokan kali ini tidak mengorbankan kesejahteraan petani.