Harga emas hari ini, Jumat, 12 Juni 2026, yang dijual melalui PT Pegadaian (Persero) terpantau mengalami penurunan pada sejumlah jenis dan ukuran cetakan. Berdasarkan informasi resmi dari Pegadaian, harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) ukuran 1 gram turun Rp25.000.
Sebelumnya, harga emas Antam berada di level Rp2.822.000 per gram dan kini menjadi Rp2.797.000 per gram. Sementara itu, harga buyback atau harga jual kembali emas Antam tercatat berada di level Rp2.482.000 per gram.
Di sisi lain, harga emas cetakan PT Untung Bersama Sejahtera (UBS) juga mengalami penurunan. Harga emas UBS ukuran 1 gram kini dibanderol Rp2.676.000 per gram, turun Rp27.000 dibandingkan harga pada perdagangan sebelumnya.
Hal serupa terjadi pada produk Galeri24. Harga emas Galeri24 ukuran 1 gram berada di level Rp2.663.000 per gram atau turun Rp27.000 dari harga kemarin.
Penurunan harga pada ketiga produk tersebut mencerminkan masih adanya penyesuaian di pasar logam mulia domestik yang mengikuti pergerakan harga emas global serta sentimen pasar keuangan internasional.
Baca Juga: Prabowo Tunjuk Pimpinan BGN Baru, Ini Profil dan Rekam Jejak Mereka
Perbandingan Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24 Hari Ini
Perbedaan harga antara Antam, UBS, dan Galeri24 masih terlihat pada berbagai ukuran yang tersedia di Pegadaian. Secara umum, emas Antam tetap menjadi produk dengan harga tertinggi, sedangkan Galeri24 menjadi pilihan yang relatif lebih ekonomis pada sebagian besar ukuran.
Masing-masing produk emas batangan menawarkan variasi ukuran yang berbeda. UBS menyediakan emas mulai dari ukuran 0,5 gram hingga 500 gram. Sementara itu, Galeri24 menawarkan ukuran yang lebih beragam, mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram. Kedua produk tersebut tidak menyediakan ukuran 3 gram. Adapun Antam menawarkan pilihan ukuran mulai dari 0,5 gram hingga 100 gram.
Keberagaman ukuran tersebut memberikan fleksibilitas bagi masyarakat untuk menyesuaikan investasi emas dengan kemampuan finansial dan tujuan investasi masing-masing.
Pada ukuran terkecil, yakni 0,5 gram, harga emas Antam tercatat sebesar Rp1.451.000. Sementara itu, UBS dibanderol Rp1.447.000 dan Galeri24 menjadi yang paling terjangkau dengan harga Rp1.426.000.
Untuk ukuran 1 gram, Antam masih menjadi produk dengan harga tertinggi, yakni Rp2.797.000. UBS berada di level Rp2.676.000, sedangkan Galeri24 menjadi pilihan paling ekonomis dengan harga Rp2.663.000.
Perbedaan harga semakin terlihat pada ukuran menengah hingga besar. Untuk ukuran 10 gram, harga emas Antam mencapai Rp27.441.000. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan UBS yang dibanderol Rp26.107.000 dan Galeri24 sebesar Rp26.049.000.
Sementara itu, pada ukuran 100 gram, emas Antam tercatat mencapai Rp273.637.000. Di sisi lain, Galeri24 masih menjadi opsi paling ekonomis dengan harga Rp258.751.000, sedangkan UBS berada di posisi tengah dengan harga Rp259.920.000.
Selisih harga yang cukup signifikan juga terlihat pada ukuran jumbo. Untuk ukuran 1 kilogram, hanya Galeri24 yang menyediakan produk tersebut dengan harga Rp2.581.152.000. Adapun UBS menawarkan ukuran terbesar 500 gram dengan harga Rp1.297.690.000.
Meski demikian, calon pembeli perlu memahami bahwa harga emas yang tercantum masih berupa harga dasar. Dalam praktiknya, pembelian emas batangan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 0,25 persen sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34/PMK.10/2017.
Pajak tersebut umumnya dipotong langsung saat transaksi dilakukan. Dengan demikian, total biaya yang dibayarkan konsumen akan sedikit lebih tinggi dibandingkan harga yang tercantum.
Harga Emas Dunia Mulai Bangkit Setelah Empat Hari Tertekan
Pergerakan harga emas di dalam negeri masih dipengaruhi oleh tren harga emas global. Setelah mengalami koreksi dalam beberapa hari terakhir, harga emas dunia kembali menguat seiring meningkatnya minat investor terhadap aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik.
Melansir Bloomberg Technoz, harga emas di pasar spot dunia ditutup di level US$4.217 per troy ons pada Kamis (11/6/2026). Angka tersebut melonjak 3,56% dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang sempat mengalami penurunan 9% dalam rentan waktu empat hari berturut-turut.
Selain faktor teknikal, pelaku pasar juga masih mencermati sejumlah sentimen global, mulai dari arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed), perkembangan inflasi, hingga kondisi geopolitik yang berpotensi memengaruhi pergerakan harga emas dalam jangka pendek.
Dari sisi geopolitik, perkembangan di Timur Tengah turut memberikan dukungan terhadap harga emas. Bloomberg News melaporkan bahwa Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, membatalkan rencana serangan militer terhadap Iran. Keputusan tersebut memunculkan harapan bahwa penyelesaian konflik akan lebih mengedepankan jalur diplomasi.
Di tengah berbagai ketidakpastian tersebut, emas masih menjadi salah satu instrumen investasi yang banyak dipilih karena dianggap mampu menjaga nilai aset saat kondisi pasar bergejolak. Jika tren penguatan harga emas dunia berlanjut, harga emas domestik berpeluang kembali mengalami kenaikan pada perdagangan berikutnya.
Meski demikian, investor tetap perlu mencermati perkembangan pasar global dan membandingkan harga antarproduk sebelum bertransaksi. Pasalnya, setiap merek emas memiliki struktur harga, biaya, dan tingkat likuiditas yang berbeda.
Sumber:
https://pegadaian.co.id/harga-emas
Penulis: Helni Sadiyah
Editor: Firda Wandira