Dua Dekade Eksploitasi Macan Ilegal

Hewan buas yang memiliki corak kulit menawan ini seringkali menjadi incaran para pemburu untuk diperjualbelikan anggota tubuhnya.

Dua Dekade Eksploitasi Macan Ilegal Ilustrasi Macan | Unsplash/agord70345203222008

Macan adalah hewan yang menjadi pucuk rantai makanan di hutan. Hewan buas yang memiliki corak kulit menawan ini seringkali menjadi incaran para pemburu untuk diperjualbelikan.

Tak hanya kulitnya, rupanya berbagai anggota tubuh macan juga kerap kali menjadi incaran para pemburu di seluruh dunia. Meski menjadi hewan yang dilindungi di hampir di seluruh bagian dunia, kasus eksploitasi macan secara ilegal juga tak kunjung mereda. 

Menurut data yang dihimpun Traffic.org kasus eksploitasi macan ilegal terus menunjukkan peningkatan terhitung sejak tahun 2000 hingga 2022.

Dapat dilihat dalam visualisasi data di bawah bahwa meskipun naik turun, tren penyitaan bagian tubuh macan dari para kriminal terus meningkat setiap tahunnya. Selama dua dekade, tahun 2019 dan 2020 menjadi tahun dengan penyitaan bagian tubuh macan terbanyak selama dua dekade terakhir. Di tahun 2019, tercatat ada 143 bagian tubuh macan yang disita oleh badan hukum setiap negara.

Beruntungnya, jumlah penyitaaan bagian tubuh macan ini menurun di tahun 2021 dan 2022. Jumlah penyitaan di tahun tersebut masing-masing berada di angka 100 dan 51 anggota tubuh. 

Dari seluruh negara di dunia yang menjadi habitat macan, India  tercatat menjadi negara dengan penyelamatan macan dari kriminal tertinggi di angka 863 ekor sejak tahun 2000. 

Konklusi ini lahir berdasarkan jumlah macan yang berhasil terselamatkan dari para kriminal yang ingin mengeksploitasi macan di India. Setelah India, Thailand dan Cina menyusul di bawahnya dengan total penyelamatan di angka 403 dan 367 ekor macan sejak tahun 2000.

Sebagai negara yang juga menjadi rumah bagi para harimau, kasus eksploitasi juga terjadi di Indonesia. Tercatat sudah ada 319 ekor harimau yang berhasil diselamatkan dari jeratan para kriminal sejak tahun 2000 hingga 2022 di Indonesia. 

Menurut Traffic.org, penjualan harimau dan bagian tubuh harimau juga terjadi di platform media sosial facebook. Dari data yang dihimpun oleh traffic.org, Vietnam menjadi negara dengan perdagangan macan dan bagian tubuhnya terbanyak di facebook dengan 515 total postingan. Disusul di bawahnya oleh Thailand dan Kamboja dengan masing-masing 53 dan 28 postingan sejak tahun 2000 hingga 2022. 

Menurut data, kulit menjadi bagian tubuh yang paling banyak dieksploitasi oleh para kriminal. Dalam skala global, tercatat ada 902 kulit macan yang ditemukan dan disita di seluruh dunia. Selain itu, tulang dan tubuh macan yang sudah mati juga menjadi bagian tubuh yang paling banyak dieksploitasi. Tercatat ada sebanyak 411 tulang dan 386 tubuh macan mati yang telah disita di seluruh dunia sejak tahun 2000. 

India menjadi negara dengan pelaku kriminal eksploitasi macan terbanyak sejak tahun 2000 hingga 2022 dengan total 1724 pelaku. 1043 di antaranya ditangkap, 87 dipenjara, 62 didenda dan 532 orang dituntut. Disusul Cina dan Indonesia dengan masing-masing pelaku sebanyak 755 dan 484 orang. 

Untuk Indonesia sendiri, ada sebanyak 227 orang ditangkap, 147 orang dituntut, 59 orang dipenjara, serta 51 orang didenda akibat eksploitasi macan ilegal sejak tahun 2000. 

Penulis: Puja Pratama Ridwan
Editor: Iip M Aditiya

Artikel Sebelumnya KRL Commuter Line Catat 215 Juta Pengguna Sepanjang 2022, Ini Rinciannya
Artikel Selanjutnya Doyan Pesan Makanan Online, RI Jadi Pasar Online Food Delivery Terbesar Se-ASEAN

Dengan melakukan pendaftaran akun, saya menyetujui Aturan dan Kebijakan di GoodStats

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook