Di Balik Ancaman Pemblokiran, Orang Indonesia Paling Banyak Pakai WhatsApp, Instagram, dan Facebook

Kominfo menuturkan bahwa perusahaan teknologi yang beroperasi di Indonesia harus mendaftar sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) sebelum 21 Juli 2022.

Di Balik Ancaman Pemblokiran, Orang Indonesia Paling Banyak Pakai WhatsApp, Instagram, dan Facebook Ilustrasi platform media sosial milik Meta | mundissima/Shutterstock

Diketahui bahwa saat ini Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) tengah mendesak perusahaan teknologi yang beroperasi di Indonesia seperti Meta yang menaungi WhatsApp, Instagram, Facebook, serta Google dan lainnya untuk mendaftarkan diri sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Lingkup Privat.

Jika perusahaan teknologi ini tidak mengindahkan permintaan tersebut, bukan tidak mungkin akan ada sanksi pemblokiran terhadap akses platform yang belum terdaftar sebagai PSE. Adapun batas waktu yang diberikan bagi perusahaan-perusahaan tersebut untuk mendaftar ialah hingga 21 Juli 2022 mendatang.

Johnny G Plate selaku Menteri Kominfo mengungkapkan bahwa pemerintah tak pandang bulu terhadap penerapan aturan PSE Lingkup Privat. Seluruh perusahaan teknologi yang beroperasi di Indonesia baik perusahaan global maupun lokal wajib mendaftar ke negara.

Lebih lanjut Johnny mengutarakan bahwa pendaftaran aplikasi ke negara prosesnya terbilang mudah karena hanya perlu mengakses Online Single Submission (OSS). “Pendaftaran mudah karena itu dilakukan melalui OSS atau online single submission, jadi tidak ada alasan hambatan administrasi,” pungkas Johnny pada Kamis (14/7/2022) dikutip dari CNN Indonesia.

WhatsApp, Instagram, dan Facebook jadi media sosial paling banyak digunakan masyarakat Indonesia

Bila pemblokiran benar-benar dilakukan, tentu dampaknya akan sangat terasa bagi masyarakat Indonesia. Pasalnya, masyarakat Indonesia paling banyak menggunakan platform media sosial besutan Meta yakni WhatsApp, Instagram, dan Facebook dalam keseharian.

10 platform media sosial paling banyak digunakan masyarakat Indonesia tahun 2022 | Angelia/GoodStats

Berdasarkan data dari We Are Social pada tahun 2022, WhatsApp menempati peringkat pertama media sosial dengan jumlah pengguna terbanyak di Indonesia dengan raihan sebesar 88,7 persen.

Adapun jumlah pengguna WhatsApp di Indonesia mengalami peningkatan sebesar 1 persen bila dibandingkan secara year-on-year dengan tahun sebelumnya yang memiliki persentase pengguna sebesar 87,7 persen.

Berikutnya, Instagram berada di posisi ke-2 dengan persentase sebesar 84,8 persen. Sementara itu, Facebook menduduki posisi ke-3 dengan raihan sebesar 81,3 persen pada tahun 2022. Raihan ketiga platform media sosial di bawah naungan Meta ini tergolong memiliki jarak yang cukup jauh dibandingkan posisi berikutnya.

Adapun posisi ke-4 diraih oleh TikTok dengan proporsi jumlah pengguna sebesar 63,1 persen, diikuti oleh Telegram dengan raihan pengguna sebesar 62,8 persen. Secara berurutan di posisi ke-6 hingga ke-10 diraih oleh Twitter (58,3 persen), Facebook Messenger (48,6 persen), Line (39,7 persen), dan Pinterest (36,7 persen).

WhatsApp jadi andalan masyarakat Indonesia mencari informasi

Dalam kurun waktu beberapa tahun ke belakang, jumlah pengguna aktif media sosial di Indonesia terus bertumbuh dan mengalami tren peningkatan. Saat ini tercatat ada sebanyak 191 juta masyarakat Indonesia telah bergabung menjadi pengguna aktif media sosial per Januari 2022.

Tren jumlah pengguna media sosial di Indonesia dari tahun 2014-2022 | GoodStats

Bila dibandingkan secara year-on-year (YoY), pada Januari 2014 Indonesia memiliki 62 juta pengguna aktif media sosial yang mana angka ini naik 16,1 persen pada tahun berikutnya menjadi 72 juta pengguna aktif media sosial. Peningkatan paling masif terjadi pada periode Januari 2017 di mana jumlah pengguna aktif media sosial di Indonesia naik 34,2 persen dari tahun sebelumnya menjadi 106 juta jiwa.

Dengan jumlah pengguna yang besar ini, tidak heran bila platform media sosial jadi media yang paling sering diakses masyarakat untuk memperoleh informasi. Adapun persentasenya mencapai 73 persen pada tahun 2021, berdasarkan hasil survei Kominfo bekerja sama dengan Katadata Insight Center (KIC).

Media sosial paling dipercaya masyarakat Indonesia dalam mencari informasi tahun 2021 | GoodStats

Secara lebih rinci, WhatsApp jadi media sosial yang paling dipercaya masyarakat dengan raihan sebesar 48,8 persen pada tahun 2021. Facebook menempati posisi ke-2 dengan raihan sebesar 23,2 persen dan Instagram di posisi ke-3 dengan tingkat kepercayaan sebesar 13,8 persen. Lagi-lagi, ketiga platform ini mengungguli klasemen hasil survei.

Selain itu, beberapa platform media sosial lainnya yang dipercaya dalam mencari informasi di antaranya YouTube, Twitter, Telegram, Tiktok, Line, dan lainnya.

Google juga terancam meski jadi situs paling banyak dikunjungi masyarakat

Di sisi lain, Google juga disinyalir terancam bila tidak segera mendaftar sebagai PSE Lingkup Privat sesuai dengan tenggat waktu yang disampaikan oleh Kemenkominfo. Berdasarkan data dari We Are Social, jumlah pengunjung situs google.com mencapai 583 juta per bulan. Adapun rata-rata kunjungan di situs Google ialah selama 23 menit 41 detik.

10 situs paling banyak dikunjungi masyarakat Indonesia tahun 2022 | GoodStats

Berikutnya, youtube.com menempati posisi ke-2 dengan total 241 juta pengunjung dan detik.com di posisi ke-3 dengan 119 juta pengunjung per bulan. Adapun facebook.com berada di posisi ke-3 dengan total 103 juta kunjungan per bulan. Sementara itu situs Instagram.com dikunjungi oleh 38,2 juta masyarakat Indonesia per bulan, menempatkannya di posisi ke-14.

Kemenkominfo mengutarakan bahwa pendaftaran PSE dinilai sebagai wujud ketaatan pada aturan negara, di mana sektor digital selama ini diberikan kesempatan berkembang yang sangat luas oleh pemerintah.

Aturan pendaftaran PSE sendiri merupakan amanat dari Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggara Sistem dan Transaksi Elektronik, serta Peraturan Menteri Kominfo Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Lingkup Privat.

Penulis: Diva Angelia
Editor: Editor

Artikel Sebelumnya Daftar Negara dengan Angka Prevalensi Diabetes Tertinggi di Dunia
Artikel Selanjutnya Meninjau Peluang Resesi Negara Asia Pasifik, Bagaimana dengan Indonesia?
Konten Terkait