Dari tahun ke tahun, jumlah mahasiswa di Indonesia terus mengalami peningkatan. Hal ini juga sejalan dengan terus bertambahnya persentase penduduk Indonesia yang menamatkan pendidikan hingga ke jenjang perkuliahan.
Namun, apabila dilihat dari status kelompok lembaga perguruan tinggi di Indonesia, perbandingan jumlah mahasiswanya menunjukkan perbedaan angka yang cukup signifikan.
Baca Juga: Tren Jumlah Mahasiswa dan Dosen Indonesia 2019-2024
Berdasarkan data yang diperoleh dari Pangkalan Data Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (PDDikti Kemdiktisaintek), mayoritas mahasiswa di Indonesia menempuh pendidikan di perguruan tinggi swasta (PTS). Jumlah mahasiswa di perguruan tinggi swasta tercatat sebanyak 4.580.149 orang, lebih tinggi dibandingkan perguruan tinggi negeri (PTN) yang mencapai 3.875.751 orang.
Sementara itu, jumlah mahasiswa pada perguruan ainggi agama (PTA) dan perguruan tinggi kedinasan (PTK) relatif lebih kecil. PTA negeri mencatat 795.330 mahasiswa, diikuti PTA swasta sebanyak 498.691 mahasiswa, sedangkan PTK sebanyak 217.568 mahasiswa. Data ini menunjukkan bahwa meskipun lembaga berbasis keagamaan dan kedinasan memiliki kontribusi penting dalam sistem pendidikan tinggi, proporsi mahasiswanya masih jauh di bawah perguruan tinggi negeri maupun swasta secara umum.
Tingginya jumlah mahasiswa di perguruan tinggi swasta menandakan keunggulannya dalam hal fleksibilitas dan daya tampung yang lebih luas. Sebarannya juga cenderung merata ke berbagai daerah dibandingkan dengan status kelembagaan perguruan tinggi lainnya sehingga dapat menjangkau lebih banyak mahasiswa. Di samping itu, PTS juga adaptif terhadap kebutuhan industri dengan membuka program studi yang responsif terhadap perkembangangan pasar kerja dan jejaring yang luas dengan perusahaan-perusahaan nasional atau internasional.
Namun, karena tidak mendapatkan bantuan operasional yang setara dengan PTN, biaya kuliah di PTS cenderung lebih tinggi. Selain itu, keunggulan PTS yang telah disebutkan sebelumnya juga hanya dirasakan kampus swasta yang sudah bereputasi tinggi, sedangkan PTS yang berskala kecil, masih kesulitan dalam menjaga kualitas, seperti pembaruan fasilitas fisik, laboratorium, perpustakaan, hingga teknologi pembelajaran yang menunjang kegiatan akademik mahasiswanya.
Melihat kondisi tersebut, pada tahun 2025, Kemdiktisaintek melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) telah memberikan perhatian besar terhadap penguatan PTS melalui Program Penguatan Perguruan Tinggi Swasta (PP-PTS). Program pengembangan institusi ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja PTS di Indonesia.
“Program PP-PTS ini ditujukan untuk peningkatan mutu, sebagai salah satu concern dari pemerintah, bagaimana kita menyelenggarakan proses pendidikan tinggi yang bermutu, tidak hanya di PTN, tapi juga PTS. Sejalan dengan Pak Dirjen, PTS ini adalah mitra pemerintah, bersama memberikan pendidikan yang berkualitas untuk anak bangsa, sesuai amanat Undang-undang nomor 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Melalui testimoni PTS yang sudah dijangkau oleh program ini sebelumnya, PTS yang ada di wilayah 3T dan wilayah lainnya, dapat kita lihat bahwa program ini sangat membantu mereka meningkatkan kualitas proses pembelajaran,” ungkap Direktur Kelembagaan Mukhamad Najib pada Selasa (3/6/2025), melansir laman resmi Kemdiktisaintek.
Baca Juga: Pendidikan Jadi Jurusan Paling Diminati Mahasiswa Indonesia pada 2025
Sumber:
https://pddikti.kemdiktisaintek.go.id/statistik
Penulis: Silmi Hakiki
Editor: Editor