Pengangkatan Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) pengganti Dadan Hindayana menjadi salah satu topik yang banyak diperbincangkan publik dalam beberapa hari terakhir ini. Selain menyoroti kebijakan yang akan dijalankannya, masyarakat juga penasaran akan latar belakang pendidikan serta perjalanan karier perempuan yang kini memegang kendali program strategis nasional tersebut.
Nanik Sudaryati Deyang atau yang lebih dikenal sebagai Nanik S. Deyang lahir di Madiun, Jawa Timur, pada 3 Januari 1968. Sosoknya dikenal memiliki pengalaman panjang di berbagai bidang, mulai dari dunia jurnalistik, media, politik, hingga pemerintahan.
Baca Juga: 88% Manfaat MBG Dinilai Mengalir ke Elit dan Mitra Program, Anak-Anak Hanya 6,5% - GoodStats Data
Latar Belakang Pendidikan Nanik S. Deyang
Perjalanan akademik Nanik dimulai di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto. Ia tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Biologi dan berhasil meraih gelar Sarjana (S1) Biologi.
Pendidikan di bidang biologi memberikan bekal pengetahuan mengenai ilmu hayati, lingkungan, kesehatan, serta berbagai aspek yang berkaitan dengan kehidupan manusia. Keilmuan tersebut dinilai relevan dengan berbagai isu yang saat ini menjadi perhatian Badan Gizi Nasional, termasuk ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat.
Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, Nanik melanjutkan studi ke jenjang magister. Ia mengambil program Magister Ilmu Kehutanan di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.
Pilihan bidang kehutanan menunjukkan ketertarikannya pada isu lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Melalui pendidikan tersebut, Nanik memperoleh perspektif yang lebih luas mengenai hubungan antara lingkungan, ketersediaan pangan, serta kesejahteraan masyarakat.
Kombinasi latar belakang Biologi dan Ilmu Kehutanan menjadi modal akademik yang unik. Meski bukan berasal dari disiplin ilmu gizi secara langsung, pemahaman tentang ekosistem, sumber daya alam, dan kesehatan manusia dapat menjadi landasan penting dalam mendukung kebijakan gizi berbasis keberlanjutan.
Mengawali Karier Sebagai Jurnalis
Sebelum terjun ke dunia pemerintahan, Nanik lebih dulu membangun karier di industri media. Ia mengawali kiprahnya sebagai wartawati di Tabloid Bangkit yang berada dalam kelompok media Kompas Gramedia.
Pengalaman sebagai jurnalis membentuk kemampuan komunikasi publik, manajemen informasi, dan pemahaman terhadap berbagai isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Kariernya kemudian berkembang ke posisi-posisi strategis di dunia media. Nanik pernah menjabat sebagai Pemimpin Umum Majalah Femme, Direktur Utama Tabloid Info Kecantikan, serta menjadi komisaris di sejumlah perusahaan media.
Jejak panjang di industri media membuatnya dikenal memiliki kemampuan kepemimpinan sekaligus pengalaman manajerial yang cukup kuat.
Aktif di Dunia Politik dan Pemerintahan
Nama Nanik semakin dikenal publik setelah aktif mendukung Prabowo Subianto pada Pemilihan Presiden 2019. Saat itu ia dipercaya sebagai Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi.
Kedekatannya dengan lingkaran pemerintahan berlanjut setelah Prabowo memenangkan Pilpres 2024. Pada periode 2024-2029, Nanik dipercaya menduduki posisi Wakil Kepala I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan.
Kariernya di sektor publik terus mengalami peningkatan. Pada 12 Juni 2025, ia ditunjuk sebagai Komisaris Independen Pertamina. Beberapa bulan kemudian, tepatnya pada 17 September 2025, Presiden Prabowo mengangkatnya sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
Penunjukan tersebut sekaligus mengakhiri tugasnya sebagai Wakil Kepala I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan. Sejak saat itu, Nanik mulai terlibat langsung dalam pelaksanaan berbagai program strategis BGN.
Resmi Menjadi Kepala Badan Gizi Nasional
Puncak perjalanan karier Nanik terjadi pada 2 Juni 2026. Ia resmi dipercaya menjadi Kepala Badan Gizi Nasional menggantikan Dadan Hindayana.
Sebagai orang nomor satu di BGN, Nanik kini memegang tanggung jawab besar dalam mengawal berbagai program prioritas pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu agenda unggulan Presiden Prabowo Subianto.
Pengalamannya yang mencakup dunia media, politik, hingga birokrasi dinilai menjadi bekal penting dalam memimpin lembaga yang memiliki peran strategis untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat Indonesia.
Dengan latar belakang akademik di bidang biologi dan kehutanan serta pengalaman profesional yang beragam, Nanik S. Deyang menghadapi tantangan besar untuk memastikan berbagai program gizi nasional dapat berjalan efektif dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Tidak heran jika profil dan rekam jejaknya kini menjadi perhatian publik seiring dimulainya babak baru kepemimpinannya di Badan Gizi Nasional.
Sumber:
Hasil Riset GoodStats
Penulis: Raka Adichandra
Editor: Muhammad Sholeh