Daftar 5 Negara Penyumbang Sampah Plastik Terbesar di Dunia, Ada Indonesia?

Sampah plastik menjadi salah satu isu lingkungan yang paling banyak disuarakan. Lalu, negara mana saja yang menjadi produsen sampah plastik terbanyak di dunia?

Daftar 5 Negara Penyumbang Sampah Plastik Terbesar di Dunia, Ada Indonesia? Ilustrasi tumpukan sampah plastik | Teerasak Ladnongkhun/Shutterstock

Sampah plastik merupakan salah satu masalah terbesar yang dihadapi dunia saat ini. Permasalahan ini telah menjadi perhatian terbesar generasi muda, dan salah satu masalah lingkungan terpenting di zaman kini.

Plastik sekali pakai seperti pembungkus makanan, kantong plastik, dan botol minuman memenuhi tempat pembuangan sampah dan lautan di dunia dengan peningkatan tiap tahunnya. Ditambah, sampah plastik sulit dihancurkan atau diurai.

Menurut data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), volume sampah pada tahun 2022 tercatat naik menjadi 70 juta ton. Angka ini meningkat signifikan dari tahun sebelumnya yang berjumlah 68,5 juta ton. Dari total tersebut, sampah plastik menyumbang sebanyak 17 persen.

Berdasarkan artikel Insider Monkey, Indonesia menjadi salah satu negara dengan jumlah pengurangan produksi sampah plastik paling mengesankan di antara daftar negara yang menghasilkan sampah plastik terbanyak di dunia.

Pada tahun 2016, Indonesia tercatat menyumbang sampah plastik salah kelola (Mismanaged Plastic Waste/MPW) sebanyak 9,13 juta ton. Negara ini akhirnya berhasil menurunkan angka tersebut menjadi 824.234 ton MPW pada tahun 2021 silam.

Sayangnya, Indonesia menjadi penyumbang polusi plastik di laut terbesar ketiga di dunia, di mana sebagian besar sampah plastik di negara ini berakhir di sungai dan lautan. Salah satu faktor utama permasalahan ini adalah kurangnya sistem pengelolaan sampah yang komprehensif di Indonesia.

5 negara produsen sampah plastik tertinggi di dunia | Goodstats

Lalu, negara mana saja yang memproduksi sampah plastik paling banyak di dunia berdasarkan MPW pada tahun 2021?

1. India

Potret kondisi sampah plastik yang berserakan di Jaipur, India | Nila Newsom/Shutterstock

India tercatat memiliki total sampah salah kelola sebanyak 13 juta ton MPW pada tahun 2021. Mengutip Insider Monkey, sejarah banyaknya sampah plastik di India dapat ditelusuri kembali pada tahun 1950-an, ketika negara itu mulai memproduksi dan menggunakan produk plastik.

Seiring maraknya jumlah industri plastik di India, volume sampah plastik yang dihasilkan juga semakin meningkat. Sebagian besar sampah plastik di negara ini juga tidak dikelola dengan baik dan benar, sehingga banyak berakhir di pembuangan sampah, jalan, dan saluran air.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah India telah melakukan beragam upaya untuk mengatasi masalah sampah plastik di negara tersebut. Beberapa upaya tersebut antara lain menerapkan larangan plastik sekali pakai tertentu, meningkatkan upaya daur ulang, dan berinvestasi dalam infrastruktur pengelolaan sampah. Namun, permasalahan sampah di negara ini kian marak dan terus menjadi tantangan bagi negara ini dan juga dunia.

2. China

Potret orang yang sedang mengangkut sampah plastik di Beijing, China | Testing/Shutterstock

Total sampah salah kelola China mencapai 12,3 juta ton MPW pada tahun 2021. Angka ini mengantarkan China menjadi negara produsen sampah plastik terbesar kedua setelah India. Adapun, perkiraan jumlah sampah plastik yang dihasilkan oleh negara ini tiap tahunnya bahkan mencapai 60 juta ton.

Pengelolaan sampah plastik di China menjadi tantangan besar, karena negara ini telah berjuang untuk mengikuti pertumbuhan pesat industri plastiknya dan meningkatnya volume sampah plastik yang dihasilkannya.

Sayangnya, sebagian besar sampah plastik di China tidak dikelola dengan baik dan berakhir di tempat pembuangan sampah, jalan, dan saluran air, di mana hal itu menyebabkan berbagai masalah lingkungan dan kesehatan.

3. Filipina

Potret seseorang yang sedang mengumpulkan sampah di laut di Manila, Filipina | Aldarinho/Shutterstock

Total sampah plastik salah kelola di Filipina telah meningkat lebih dari dua kali lipat sejak 2016, menjadikan negara itu sebagai produsen MPW tertinggi ketiga di dunia. Pada 2021, tercatat jumlah sampah plastik Filipina mencapai 4,03 juta ton MPW.

Dampak lingkungan dari sampah plastik di Filipina sangat signifikan. Ini terlihat dari masifnya jumlah sampah yang mengotori jalanan dan saluran air, di mana hal tersebut sangat berbahaya bagi ekosistem dan satwa liar.

4. Brazil

Ilustrasi seseorang yang sedang memilah sampah plastik di Sao Paulo, Brazil | Alf Ribeiro/Shutterstock

Brazil menjadi salah satu produsen sampah plastik terbesar di Amerika Selatan, dengan perkiraan 11 juta ton sampah plastik dihasilkan setiap tahunnya. Pada tahun 2021, Brazil menyumbang sebanyak 3,3 juta ton MPW dan menempatkan negara tersebut di posisi keempat dalam daftar.

5. Nigeria

Potret seorang wanita yang sedang memilah sampah plastik di Lagos, Nigeria | Shynebellz/Shutterstock

Nigeria adalah salah satu produsen sampah plastik terbesar di Afrika, dengan perkiraan 3 juta ton sampah plastik yang dihasilkan setiap tahunnya. Pada tahun 2021, Nigeria tercatat menyumbang sebanyak 1,95 juta ton MPW.

Salah satu sumber utama sampah plastik di Nigeria adalah penggunaan plastik sekali pakai, seperti kantong plastik, sedotan, dan botol. Barang-barang ini sering digunakan sekali dan kemudian dibuang, menyebabkan banyaknya sampah plastik yang sulit dikelola.

Selain itu, kurangnya infrastruktur yang memadai untuk pengelolaan sampah, termasuk fasilitas pengumpulan dan daur ulang sampah, juga berkontribusi pada tingginya masalah sampah plastik di negara ini.

Penulis: Nada Naurah
Editor: Iip M Aditiya

Konten Terkait

Taylor Swift Menjadi Miliarder, dari Mana Saja Sumber Kekayaannya?

Kesuksesan finansial seorang penyanyi tidak hanya berasal dari penjualan rekaman atau konser, tetapi juga dari strategi bisnis yang cerdas.

Tiga Tantangan Utama yang Dihadapi ASEAN pada tahun 2024

Pengangguran dan resesi ekonomi, perubahan iklim dan cuaca ekstrem, serta ketegangan ekonomi di negara besar jadi tantangan utama yang dihadapi negara ASEAN.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Dengan melakukan pendaftaran akun, saya menyetujui Aturan dan Kebijakan di GoodStats

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook
Student Diplomat Mobile
X