6 Gedung Pencakar Langit Tertinggi di Asia Tenggara, Ada dari Indonesia?

Indonesia melalui Autograph Tower-nya berada di posisi enam besar gedung pencakar langit tertinggi di Asia Tenggara

6 Gedung Pencakar Langit Tertinggi di Asia Tenggara, Ada dari Indonesia? Ilustrasi gedung pencakar langit | voyata/Shutterstock

Di pusat kota, terlebih pada bagian distrik yang berfokus pada bisnis, umum dibangun gedung-gedung tinggi yang berfungsi untuk mengefektifkan aktivitas ragam sektor mulai dari ekonomi hingga sosial. Gedung-gedung ini akrab disapa dengan sebutan pencakar langit.

Gedung pencakar langit merupakan sebuah istilah untuk menggambarkan gedung-gedung yang memiliki ketinggian tidak umum atau sangat tinggi. Umumnya, gedung pencakar langit disebut ketika ada kumpulan bangunan yang memiliki tinggi rata-rata sama dalam satu daerah atau mendominasi daerah di sekitarnya.

Namun, sebuah konvensi di Amerika Serikat dan Eropa telah membuat batas minimum ketinggian bangunan yang layak disebut sebagai pencakar langit, yakni 150 meter atau 490 kaki. Usut punya usut, istilah pencakar langit ini berawal dari ungkapan sehari-shari masyarakat New York pada abad ke-19.

Menurut data The Skyscraper Center, per November 2021 lalu ada 13 kota di dunia yang setidaknya memiliki lebih dari 100 gedung pencakar langit . Ketiga belas kota tersebut antara lain Hong Kong (510), Shenzhen (332), New York (296), Dubai (232), Shanghai (175), Tokyo (164), Guangzhou (142), Chongqing (131), Chicago (130), Wuhan (109), Bangkok (109), Jakarta (107), dan Kuala Lumpur (101).

Hingga saat ini, Burj Khalifa di Dubai, Uni Emirat Arab masih menjadi bangunan tertinggi di dunia dengan tinggi 828 meter atau 2.717 kaki. Gedung yang dibangun pada 2010 lalu ini memiliki total 163 lantai dengan material utama baja di atas beton.

Shanghai Tower menjadi bangunan tertinggi kedua di dunia dengan tinggi 632 meter, disusul Makkah Royal Clock Tower di Makkah dengan tinggi 601 meter. Bangunan di Shenzhen, Ping An Finance Center berada di posisi 4 dengan tinggi 599,1 meter dan Lotte World Tower di Seoul menjadi yang kelima dengan tinggi 554,5 meter.

Lalu, bagaimana dengan Asia Tenggara? Menurut sumber yang sama, mayoritas gedung pencakar langit di Asia Tenggara berada di Malaysia. Bahkan, gedung pencakar langit tertinggi di Asia Tenggara berasal dari Malaysia. GoodStats merangkum 6 gedung pencakar langit tertinggi di Asia Tenggara.

Merdeka PNB 118, Malaysia (678,9 meter)

Merdeka 118 Tower | DEIGNBOOM

Merdeka PNB 118 Tower atau kini lebih akrab disebut Merdeka 118 merupakan gedung pencakar langit dengan ketinggi 678,9 meter atau sekitar 2.717 kaki. Bangunan ini sudah mencapai penyelesaian tahap akhir dan berencana akan beroperasi Juli ini.

Gedung yang berlokasi di Jalan Hang Jebat, Kuala Lumpur ini akan menjadi gedung pencakar langit tertinggi kedua di dunia di bawah Burj Khalifa ketika beroperasi. Nama Merdeka diambil dari lokasinya yang dekat dengan Stadion Merdeka.

Gedung yang diisi oleh 118 lantai ini bergaya neo-futuris dan pola songket tradisional Melayu. Rencananya, gedung ini akan dipergunakan secara beragam, mulai dari kompleks perbelanjaan, marete, apartemen, hotel, hingga observatorium.

Vincom Landmark 81, Vietnam (461,2 meter)

Vincom Landmark 81 | Arup

Vincom Landmark 81 merupakan gedung pencakar langit tertinggi di Vietnam dengan tinggi 461 meter atau sekitar 1.513 kaki. Gedung yang memiliki 81 lantai ini berada di tepi barat Sungai Saigon, Ho Chi Minh yang berbatas langsung dengan Jembatan Saigon.

Gedung ini pertama kali mulai dibangun pada 2015 silam dan dibuka pada 27 Juli 2018 lalu oleh pemiliknya, Vinhomes atau sebuah perusahaan real-estate terkemuka di Vietnam. Sampai saat ini, Landmark 81 masih menjadi gedung tertinggi ke-15 di dunia dengan isi gedung yang terdiri atas hotel, apartemen, ruang ritel, restoran, bar, hingga observatorium.

The Exchange 106, Malaysia (456,3 meter)

The Exchange 106 Tower | Exchange 106

The Exchange 106 merupakan bangunan pencakar langit dengan lantai sebanyak 95 dengan tinggi 456 meter atau sekitar 1.462 kaki. Gedung yang berada di kawasan Tun Razak Exchange (TRX), Kuala Lumpur ini mulai dibangun pada 2016 silam dan diresmikan pada 2019 lalu.

Menurut beberapa sumber, gedung ini diberi nama 106 karena di samping bangunannya yang berisi 95 lantai, gedung ini juga memiliki mahkota setinggi 65 meter atau setara dengan 12 lantai. Gedung ini memiliki luas sekitar 240 ribu meter persegi dan didesain serta dikonstruksikan oleh Mulia Group.

Petronas Twin Tower 1 & 2, Malaysia (451,9 meter)

Menara Kembar Petronas | Korina

Gedung yang akrab disapa sebagai Menara Kembar Petronas ini memiliki tinggi 451,9 meter atau sekitar 1.483 kaki. Berlokasi di Kuala Lumpur, gedung ini pernah menjadi bangunan tertinggi di dunia pada tahun 1998-2004, tetapi hingga saat ini masih memegang status sebagai pencakar langit kembar tertinggi di dunia.

Bangunan ini mulai dibangun pada 1 Maret 1993 silam dan baru diresmikan pada 31 Agustus 1999 lalu. Gedung ini memiliki jumlah lantai sebanyak 88 dengan luas lantai sekitar 395 ribu meter persegi. Menara Petronas dimiliki oleh KLCC Holdings Sdn Bhd dengan biaya sekitar 1,6 miliar dolar AS.

One Bangkok O4H4, Thailand (436,1 meter)

Rencana One Bangkok O4H4 Tower | Council on Tall Buildings and Urban Habits

Gedung yang baru direncanakan beroperasi pada 2025 mendatang ini memiliki ketinggian 436,1 meter atau sekitar 1.431 kaki. Gedung ini berada di kawasan Rama 4 Road, Bangkok dan berencana memiliki lantai sebanyak 92 lantai.

Gedung ini pertama kali dicanangkan pada tahun 2017 dan mulai dibangun pada 2018. Dikembangkan oleh Frasers Property yang merupakan anak dari TCC Group atau salah satu konglomerat di Thailand, gedung ini berencana akan diisi dengan hotel dan perkantoran.

Autograph Tower, Indonesia (382,9 meter)

Autograph Tower | Putra Gaya Wahana

Gedung yang berada di dalam kompleks Thamrin Nine ini menjadi gedung tertinggi di Indonesia sekaligus keenam di Asia Tenggara. Gedung yang saat ini berada di urutan ke-48 tertinggi di dunia ini dibangun dengan konsep ramah lingkungan. Bahkan, gedung ini mendapatkan predikat BCA Green Mark Platinum.

Autograph Tower pertama kali dibangun pada 2014 silam dan baru rampung pada 2022 lalu. Gedung yang berisi 75 lantai ini berbahan dasar komposit beton-baja dan dipergunakan untuk hotel dan perkantoran.

Penulis: Raihan Hasya
Editor: Iip M Aditiya

Konten Terkait

Indeks Pembangunan Pariwisata 2024: Indonesia Salip Belgia dan Selandia Baru

Kabar membanggakan datang dari sektor pariwisata nasional. Indonesia catat kenaikan 10 peringkat dalam Travel and Tourism Development Index (TTDI) 2024.

Bagaimana Skor Layanan Bea Cukai Indonesia Dibandingkan Negara ASEAN Lainnya?

Singapura memiliki skor layanan bea cukai terbaik di antara negara ASEAN lainnya.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Dengan melakukan pendaftaran akun, saya menyetujui Aturan dan Kebijakan di GoodStats

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook
Student Diplomat Mobile
X