Penanaman Modal Asing (PMA) memegang peranan krusial sebagai pendorong transformasi ekonomi Indonesia, terutama melalui percepatan program hilirisasi industri. Arus modal internasional ini tidak hanya membawa ketersediaan dana, tetapi juga transfer teknologi dan pembukaan akses pasar global yang memperkuat daya saing nasional di sektor-sektor strategis.
Berdasarkan data Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Pengelolaan Modal (BKPM), realisasi investasi asing di Indonesia pada tahun 2025 mencapai Rp900,9 triliun atau tumbuh sekitar 0,1% dibandingkan tahun sebelumnya. Kontribusi PMA sangat dominan pada sektor hilirisasi, di mana investasi asing menyumbang Rp429,6 triliun atau sekitar 73,5% dari total investasi hilirisasi nasional, dengan fokus utama pada pengembangan industri nikel, tembaga, dan besi baja.
Menurut survei BKPM pada tahun 2025, daya tarik utama Indonesia bagi investor asing terletak pada pertumbuhan pasar domestik yang menjanjikan serta basis konsumen yang besar, didukung juga oleh populasi 280 juta jiwa dengan struktur usia produktif yang kuat.
Dari 2015 hingga 2025, terdapat lima negara yang secara konsisten menempati posisi teratas sebagai investor utama di Indonesia. Kelima negara tersebut adalah Singapura, China, Hong Kong, Jepang, dan Malaysia.
Baca Juga: 10 Kabupaten/Kota dengan Realisasi Investasi Dalam Negeri Tertinggi
Singapura menjadi negara penanam modal asing terbesar di Indonesia sepanjang 2015–2025. Dalam setiap tahun pada periode tersebut, Singapura selalu berada di peringkat pertama. Nilai investasi Singapura berkisar antara US$5,9 miliar hingga US$20,1 miliar per tahun. Akumulasi total investasi Singapura selama satu dekade mencapai US$124,5 miliar.
Lebih lanjut, China menempati peringkat kedua secara akumulasi dengan total USD$53,0 miliar. Investasi China meningkat signifikan setelah tahun 2020. Pada tahun 2020, investasi China tercatat US$4,8 miliar lalu melonjak hampir dua kali lipat pada tahun 2024 menjadi US$8,1 miliar.
Hong Kong berada di peringkat ketiga dengan total investasi US$49,2 miliar selama periode 2015–2025. Pada tahun 2024 dan 2025, Hong Kong menempati peringkat kedua di atas China.
Jepang menempati peringkat keempat secara akumulasi dengan total US$42,2 miliar. Nilai investasi Jepang per tahun cenderung stabil di kisaran US$2,3 miliar hingga US$5,4 miliar.
Dengan realisasi investasi sebesar US$27,1 miliar, Malaysia mengisi peringkat kelima. Malaysia mulai konsisten masuk lima besar sejak tahun 2018. Pada tahun 2024 dan 2025, Malaysia menempati peringkat keempat.
Lebih jauh, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa minat investasi ke Indonesia masih tinggi, terlepas dari gejolak geopolitik dan geoekonomi dunia. Menurut Rosan, para pemodal asing tetap menunjukkan minat yang sangat baik terhadap Indonesia, dan realisasi investasi masih sesuai dengan target yang direncanakan.
"Untuk investasi di Indonesia itu sangat tinggi, masih sangat-sangat baik, dan ini terbukti dari investasi yang masuk juga masih sesuai dengan yang kita rencanakan,” kata Rosan di Jakarta, Selasa (21/4/2025) dikutip ANTARA.
Baca Juga: Kenapa Investor Global Tertarik di Indonesia?
Sumber:
https://docs.google.com/document/d/12b98bdpZ3mKN2Mgv86xEsZL_nnGc03I0-JOKXbsOuUE/edit?usp=sharing
Penulis: Anggia Leksa
Editor: Editor