Persaingan industri e-commerce Indonesia pada 2026 masih didominasi oleh sejumlah nama besar. Namun, hasil survei Snapcart menunjukkan adanya jarak yang cukup lebar antara pemimpin pasar dan para pesaingnya.
Sebanyak 73% responden mengaku paling sering menggunakan Shopee untuk berbelanja online. Di posisi kedua terdapat TikTok Shop dengan 16%, disusul Tokopedia sebesar 7%. Sementara itu, Lazada dan Blibli masing-masing hanya memperoleh 3% dan 1%.
Baca Juga: Daftar E-commerce Paling Sering Diakses 2025, Shopee Masih Juara
Keunggulan Shopee tidak hanya terlihat dari total pengguna, tetapi juga dari distribusi pengguna berdasarkan kelompok usia.
Data Snapcart menunjukkan Shopee menjadi platform belanja utama pada seluruh kelompok umur, mulai dari remaja hingga usia di atas 55 tahun. Tidak ada satu pun kelompok usia yang menempatkan platform lain di posisi pertama.
Pada kelompok usia di bawah 17 tahun, Shopee digunakan oleh 67% responden. Angka tersebut meningkat menjadi 73% pada kelompok usia 17–24 tahun dan 25–34 tahun. Dominasi Shopee bahkan semakin kuat pada kelompok usia 35–44 tahun yang mencapai 76%.
Sementara itu, pada kelompok usia 45–54 tahun, Shopee masih menjadi pilihan utama dengan pangsa 61%. Untuk responden berusia di atas 55 tahun, platform ini kembali mendominasi dengan angka 70%.
Temuan ini menunjukkan bahwa Shopee berhasil menjangkau hampir seluruh segmen konsumen, mulai dari generasi muda hingga kelompok usia yang lebih senior.
E-Wallet Jadi Metode Pembayaran Terfavorit
Menurut survei Snapcart, sebanyak 44% responden memilih e-wallet sebagai metode pembayaran utama saat bertransaksi di platform e-commerce. Angka tersebut menempatkan e-wallet di posisi pertama, mengungguli metode pembayaran lain seperti Cash on Delivery (COD) yang digunakan oleh 29% responden serta transfer bank atau virtual account sebesar 20%.
Sementara itu, penggunaan kartu debit maupun kartu kredit masih relatif rendah, hanya 4%, sedangkan layanan Buy Now Pay Later (BNPL) atau pay later tercatat sebesar 3%.
Konsumen Indonesia kini semakin terbiasa dengan penggunaan transaksi digital yang menawarkan kemudahan, kecepatan, dan insentif promosi seperti cashback maupun diskon.
Menariknya, walaupun e-wallet menjadi metode pembayaran paling populer secara keseluruhan, preferensi pembayaran ternyata berbeda antarkelompok usia.
Pada kelompok usia di bawah 17 tahun, penggunaan e-wallet mencapai 60%, menjadikannya metode pembayaran yang paling dominan. Tren serupa terlihat pada kelompok usia 17–24 tahun (45%) dan 25–34 tahun (43%).
Generasi muda cenderung lebih nyaman menggunakan dompet digital karena telah terbiasa dengan ekosistem pembayaran digital yang terhubung langsung dengan aplikasi belanja, layanan transportasi online, hingga transaksi sehari-hari.
Di sisi lain, konsumen yang lebih dewasa masih menunjukkan preferensi yang cukup tinggi terhadap metode pembayaran tradisional. Pada kelompok usia 45–54 tahun, misalnya, penggunaan e-wallet memang tinggi di angka 48%, tetapi COD masih digunakan oleh 21% responden.
Sementara pada kelompok usia di atas 55 tahun, e-wallet digunakan oleh 52% responden, diikuti transfer bank atau virtual account sebesar 22%.
Adapun survei dari Snapcart ini dilakukan secara daring pada 17-21 April 2026 dengan melibatkan 888 responden.
Baca Juga: Jumlah Kunjungan ke Situs E-Commerce Indonesia Melemah
Sumber:
https://snapcart.global/how-consumers-shop-online-platform-usage-preferences-and-payment-trends/
Penulis: Agnes Z. Yonatan
Editor: Editor