Gen Z memang terkenal sebagai generasi yang adaptif, digital-savvy, dan penuh potensi di era ekonomi digital. Namun di balik citra tersebut, survei Jakpat menunjukkan bahwa mayoritas Gen Z masih mengandalkan orang tua sebagai sumber penghasilan utama mereka.
Survei yang melibatkan 1.945 responden pengguna e-wallets secara daring pada 14-21 November 2025 dengan margin of error di bawah 5% ini menyebutkan bahwa 42% Gen Z bergantung penuh pada pendapatan orang tua sebagai sumber penghasilan bulanannya. Angka ini jauh lebih tinggi ketimbang Milenial (6%) maupun Gen X (5%), menunjukkan bahwa kemandirian finansial di kalangan Gen Z belum sepenuhnya terbentuk.
Baca Juga: 60% Gen Z di Indonesia Cemas Akan Masa Depan
Di sisi lain, sekitar 31% Gen Z telah memperoleh penghasilan dari pekerjaan full-time, dan angka yang sama juga tercatat untuk pekerjaan part-time. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian Gen Z memang sudah mulai masuk ke dunia kerja, namun belum sepenuhnya stabil atau cukup untuk menjadi sumber penghasilan utama.
Banyak dari mereka masih berada dalam fase transisi, baik sebagai mahasiswa, fresh graduate, maupun pekerja awal karier yang penghasilannya belum mapan.
Fenomena ini juga mencerminkan perubahan struktur ekonomi dan pasar kerja. Persaingan yang semakin ketat, meningkatnya biaya hidup, serta tingginya tuntutan keterampilan membuat proses menuju kemandirian finansial menjadi lebih panjang dibandingkan generasi sebelumnya. Dengan demikian, dukungan finansial dari orang tua menjadi semacam jaring pengaman yang membantu Gen Z bertahan sambil membangun karier.
Selain pekerjaan formal, sebagian Gen Z juga mulai mencari alternatif sumber penghasilan. Sebanyak 14% tercatat memiliki penghasilan dari bisnis. Sementara itu, 10% memperoleh pendapatan dari investasi, mencerminkan meningkatnya literasi finansial di kalangan generasi muda, walau memang porsinya masih rendah.
Menariknya, sumber penghasilan lain seperti pendapatan pasangan (8%) dan tabungan pribadi (7%) masih berada di angka yang cukup rendah. Hal ini mengindikasikan bahwa sebagian besar Gen Z masih berada dalam tahap awal kehidupan finansial, di mana akumulasi aset dan stabilitas ekonomi belum sepenuhnya tercapai.
Apakah Negatif?
Ketergantungan pada orang tua ini tidak selalu dapat dipandang negatif. Dalam banyak kasus, hal tersebut merupakan bagian dari proses adaptasi terhadap kondisi ekonomi yang semakin kompleks.
Namun, di sisi lain, fenomena ini juga menjadi pengingat pentingnya memperkuat pendidikan finansial, memperluas akses lapangan kerja, serta menciptakan ekosistem yang mendukung kemandirian ekonomi generasi muda.
Baca Juga: Tren Pengeluaran Gen Z: 75% Habiskan Gaji untuk Makanan
Sumber:
https://insight.jakpat.net/e-wallet-consumer-patterns-by-generation/
Penulis: Agnes Z. Yonatan
Editor: Editor