10 Provinsi dengan Tingkat Kegemaran Membaca Terendah

Provinsi dengan tingkat kegemaran membaca terendah masih didominasi wilayah timur Indonesia, bagaimana datanya?

10 Provinsi dengan Tingkat Kegemaran Membaca Terendah Ilustrasi anak membaca | Pexels
Ukuran Fon:

Berdasarkan data Survei Tingkat Kegemaran Membaca Masyarakat dari Badan Pusat Statistik, terdapat beberapa wilayah di Indonesia yang masih memiliki angka indeks literasi cukup rendah dibandingkan rata-rata nasional sebesar yakni sebesar 72,44. Berikut ulasan sepuluh provinsi dengan tingkat kegemaran membaca terendah menurut data BPS tahun 2024.

10 Provinsi dengan Tingkat Kegemaran Membaca Terendah di Indonesia | GoodStats

Baca Juga: 10 Provinsi dengan Tingkat Kegemaran Membaca Tertinggi di Indonesia

1. Papua Pegunungan

Menempati posisi paling bawah, Papua Pegunungan memiliki tingkat kegemaran membaca hanya sebesar 38,83. Di wilayah ini, masyarakat rata-rata memiliki frekuensi membaca sebanyak 3-4 kali per minggu dengan durasi membaca singkat, yaitu sekitar 1 jam hingga 1 jam 59 menit saja. Jumlah buku yang dibaca pun masih tergolong sedikit, yakni hanya 3-4 buku dalam kurun waktu tertentu.

2. Papua

Masih dari tanah Papua, provinsi induknya berada di posisi kedua terendah dengan angka 50,86. Pola membacanya hampir serupa dengan tetangganya, di mana frekuensi membaca berada di angka 3-4 kali seminggu dan durasi membaca harian sekitar 1 jam hingga 1 jam 59 menit. Menariknya akses internet di wilayah ini juga memiliki frekuensi yang sama, yaitu 3-4 kali seminggu.

3. Papua Tengah

Papua Tengah menjadi provinsi dengan tingkat kegemaran membaca terendah ketiga pada 2024. Provinsi hasil pemekaran ini mencatatkan angka kegemaran membaca sebesar 52,06. Meski lebih tinggi sedikit dari provinsi sebelumnya, kebiasaan masyarakatnya masih didominasi oleh frekuensi membaca 3-4 kali seminggu dengan jumlah buku yang dibaca yakni sebanyak 3-4 buku.

4. Papua Selatan

Masih dari tanah Papua, Papua Selatan memiliki skor 54,82 dalam tingkat kegemaran membaca. Data menunjukkan bahwa durasi membaca masyarakat di sini masih berkisar antara 1 jam hingga 1 jam 59 menit. Menariknya, untuk frekuensi akses internet, masyarakat di sini sudah mulai aktif dengan intensitas 3-4 kali seminggu.

5. Papua Barat Daya

Papua Barat Daya mencatatkan skor 54,89. Dari sisi durasi akses internet, masyarakat menghabiskan waktu yang sama dengan durasi membaca, yaitu di rentang 1 jam hingga 1 jam 59 menit per hari.

6. Papua Barat

Papua Barat memiliki tingkat kegemaran membaca sebesar 59,29. Sama seperti provinsi-provinsi di sekitarnya, masyarakat di sini rata-rata membaca 3-4 kali seminggu dengan jumlah koleksi buku yang dibaca sebanyak 3-4 judul saja.

7. Maluku Utara

Bergeser ke Kepulauan Maluku, Maluku Utara memiliki skor 60,52, ketujuh terendah secara nasional. Meskipun frekuensi membacanya masih 3-4 kali seminggu, durasi akses internetnya sudah menyamai durasi membacanya, yaitu sekitar 1 hingga 2 jam sehari.

8. Gorontalo

Gorontalo mencatatkan angka kegemaran membaca sebesar 62,43. Di sini, frekuensi membaca masyarakat berada di angka 3-4 kali seminggu dengan durasi 1 jam sampai 1 jam 59 menit. Namun, yang cukup mencolok adalah frekuensi akses internetnya yang sedikit lebih tinggi dibanding intensitas membacanya.

9. Maluku

Provinsi dengan tingkat kegemaran membaca terendah berikutnya dipegang Maluku dengan skor 62,58. Data BPS menunjukkan pola yang konsisten: durasi membaca 1-2 jam dan jumlah buku yang dibaca sebanyak 3-4 buku.

10. Nusa Tenggara Barat (NTB)

Menutup daftar sepuluh terbawah adalah NTB dengan angka 65,67. Masyarakat NTB memiliki frekuensi membaca 3-4 kali seminggu. Menariknya, durasi akses internet mereka juga berada pada rentang yang sama dengan durasi membaca, yakni 1-2 jam per hari.

Rendahnya angka-angka di atas menunjukkan bahwa tantangan literasi di wilayah Indonesia Timur dan sebagian wilayah tengah masih cukup besar. Sebagian besar provinsi dalam daftar ini hanya menghabiskan waktu kurang dari 2 jam sehari untuk membaca, dengan jumlah buku yang sangat terbatas.

Baca Juga: 10 Provinsi dengan Persentase Pengguna Bahasa Daerah Terendah 2024

Sumber:

https://www.bps.go.id/id/statistics-table/3/TlROMldrTjVjVzEwVWtkbmRUSk5abkk0T0U5Q1FUMDkjMyMwMDAw/tingkat-kegemaran-membaca-masyarakat-dan-unsur-penyusunnya-menurut-provinsi.html?year=2024

Penulis: Emily Zakia
Editor: Editor

Konten Terkait

10 Provinsi dengan Inflasi Tertinggi November 2025

Riau jadi provinsi dengan inflasi tahunan tertinggi, mencapai 4,27% pada November 2025

Jumlah Keberangkatan Pekerja Migran Indonesia Terus Meningkat

Walau sempat turun pada 2021, jumlah keberangkatan pekerja migran Indonesia terus naik dengan puncaknya pada 2024 sebanyak 297,43 ribu orang.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook