10 Negara Tujuan Utama Pengiriman Pekerja Migran Asal Indonesia 2022

Tercatat bahwa total penempatan PMI di seluruh dunia mencapai 62.187 pekerja pada Semester I-2022. Adapun, Hong Kong jadi negara tujuan utama penempatan PMI.

10 Negara Tujuan Utama Pengiriman Pekerja Migran Asal Indonesia 2022 Ilustrasi pekerja migran Indonesia/Reuters

Badan Pelindung Pekerja Migran Indonesia (BP2M) melaporkan sebanyak 51.625 pekerja migran Indonesia (PMI) telah ditempatkan di lima negara hingga Semester I-2022. Adapun, kelima negara terbesar yang menerima PMI antara lain Hong Kong, Taiwan, Korea Selatan, Singapura, dan Jepang.

Sementara, total penempatan PMI di seluruh dunia sudah mencapai 62.187 pada Semester I-2022. Dengan rincian terdapat 32.104 PMI yang ditempatkan pada sektor formal, sisanya sebanyak 30.083 PMI bekerja di sektor nonformal.

Mata pencaharian sebagai asisten rumah tangga masih menjadi pekerjaan yang paling banyak ditempatkan dengan jumlah PMI mencapai 25.021 sepanjang periode Januari-Juni 2022. Diikuti oleh buruh/pekerja sebanyak 10.785 penempatan serta posisi pengasuh anak yang mencapai 4.923 penempatan menurut laporan dari BP2M.

Negara-negara tujuan utama penempatan PMI Semester I-2022 | Goodstats

Selain itu, BP2M juga merinci sejumlah negara yang menjadi tujuan utama penempatan PMI terbesar dari seluruh dunia. Dari total penempatan PMI, Hong Kong menjadi tujuan utama penempatan pekerja migran di luar negeri, yakni mencapai 24.753 pekerja.

Disusul oleh Taiwan sebanyak 17.890 pekerja, lalu Korea Selatan yang mencapai 3.030 pekerja. Singapura menempati posisi keempat sebagai negara tujuan terbanyak PMI mencapai 3.020 pekerja. Diikuti oleh Jepang yang mencapai 2.932 PMI.

Kemudian, di urutan ke-enam ada Arab Saudi dengan total penempatan sebanyak 2.060 pekerja hingga Juni 2022. Selanjutnya, ada Italia mencapai 1.650 pekerja, Malaysia sebanyak 1.200 pekerja, Turki 1.108 pekerja, dan Inggris dengan jumlah 933 pekerja.

Meskipun risiko dan pengalaman pilu tak luput membayangi para PMI, namun hal ini tak mengurangi animo masyarakat untuk mendapatkan nafkah di negeri orang. Sebelumnya, diketahui bahwa sebanyak 62 PMI disekap oleh perusahaan investasi palsu di Kamboja. Kementerian Luar Negeri RI dilaporkan telah berhasil menyelamatkan semua PMI yang disekap.

Migrant Care dari keluarga PMI yang disekap di Kamboja hingga kini masih terus mendesak pemerintah untuk mengupas tuntas kasus tersebut, termasuk identitas pelaku dan semua jejaringnya yang menempatkan para pekerja migran di Kamboja.

Penulis: Nada Naurah
Editor: Iip M Aditiya

Artikel Sebelumnya 10 Provinsi dengan Ketimpangan Pendapatan Penduduk Terendah
Artikel Selanjutnya Sempat Diblokir di RI, Intip Total Pengguna PayPal di Dunia
Konten Terkait