10 Bank dengan Suku Bunga Dasar Kredit Kepemilikan Rumah Terendah 2021

Memiliki rumah idaman merupakan impian semua orang, terutama bagi mereka yang sudah berkeluarga. KPR menjadi pilihan dengan metode pembayaran cicilan.

10 Bank dengan Suku Bunga Dasar Kredit Kepemilikan Rumah Terendah 2021 Ilustrasi perjanjian KPR | stocker89/Shutterstock

Harga lahan dan properti yang kian melonjak terutama di daerah perkotaan menyebabkan kesulitan bagi beberapa orang untuk dapat memiliki rumah idaman dengan cara bayar tunai. Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) hadir sebagai solusi pembelian rumah dengan cicilan.

Melalui KPR, setiap orang dapat melakukan cicilan pembelian rumah sesuai kemampuan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mematok suku bunga dasar kredit (SBDK) untuk KPR pada kisaran 5 hingga 16 persen per tahun.

Bank dengan suku bunga dasar KPR terendah tahun 2021 | GoodStats

Bank Fama Internasional menduduki peringkat pertama Bank dengan SBDK KPR terendah pada Desember 2021. Adapun besaran bunga KPR yang ditetapkan oleh bank ini ialah sebesar 5,13 persen per tahun.

Layanan perbankan digital, Bank Digital BCA menyusul di posisi ke-2 dengan bunga KPR sebesar 5,17 per tahun. Kehadiran Bank Digital BCA tergolong baru namun dapat bersaing dengan para pemain lama industri perbankan lainnya terkait besaran SBDK KPR.

Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bengkulu menempati posisi ke-3 dengan besaran bunga KPR sebesar 5,51 persen. Bersaing tipis, posisi ke-4 diraih oleh BPD D.I. Yogyakarta dengan bunga KPR sebesar 5,59 persen.

Sementara itu Bank IBK Indonesia Tbk menempati posisi ke-5 dengan persentase bunga KPR sebesar 5,69 persen. Selanjutnya menyusul di posisi ke 6 hingga 10 terdapat BPD Riau Kepulauan Riau (Kepri), BPD Sulawesi Tengah, BPD Bali, Bank Keb Hana Indonesia, dan terakhir BPD Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.

7 Layanan Paylater Paling Sering Digunakan di Indonesia 2021

Penulis: Diva Angelia
Editor: Editor

Artikel Sebelumnya Mengintip Nilai Pasar Liga Sepak Bola di ASEAN, Liga Indonesia Jadi yang Termahal
Artikel Selanjutnya Menelaah Sektor Perdagangan Sebagai Tulang Punggung Ekonomi Indonesia
Konten Terkait