10 Alasan Publik RI Cari Tempat Makan Baru, dari Harga Murah hingga Menu Unik!

Harga terjangkau (64%) dan keunikan menu (49%) menjadi alasan utama konsumen Indonesia mencoba tempat makan baru.

10 Alasan Publik RI Cari Tempat Makan Baru, dari Harga Murah hingga Menu Unik! Ilustrasi Tempat Makan di Indonesia | Unsplash
Ukuran Fon:

Industri tempat makan di Indonesia semakin berkembang seiring dengan meningkatnya gaya hidup masyarakat. Berbagai jenis tempat makan mulai dari restoran, kafe, warung kopi (warkop), hingga angkringan banyak ditemukan di setiap daerah dengan mengusung konsep yang unik dan menarik perhatian.

Tidak hanya kompetitif soal menu dan rasa, banyak tempat makan yang kini berlomba menghadirkan pengalaman lengkap, mulai dari fasilitas menarik, konsep yang unik, hingga harga yang ramah di kantong. Persaingan ini membuat pelaku usaha terus beradaptasi mengikuti selera konsumen yang cepat berubah. Lantas apa alasan konsumen RI terus mencoba tempat makan baru?

Dalam survei Jakpat bertajuk Consumer Insights: Local Food & Beverage Market yang melibatkan 769 responden yang biasa makan di luar dari delapan kota di Pulau Jawa pada 2-7 September 2025, sekitar 73% publik Indonesia memilih untuk mencoba makan di tempat baru. Jakpat juga mencatat beberapa alasan konsumen Indonesia mencoba tempat makan baru.

10 Alasan Konsumen RI Mencoba Tempat Makan Baru | GoodStats
10 Alasan Konsumen RI Mencoba Tempat Makan Baru | GoodStats

Berdasarkan survei, sebesar 64% responden mencoba tempat makan baru karena harganya yang terjangkau, menunjukkan harga menjadi pertimbangan penting bagi konsumen sebelum mulai mencoba tempat makan baru. Konsumen Indonesia cenderung menyukai tempat makan yang murah dan pas di kantong. Promo atau diskon pembukaan turut menjadi alasan beberapa responden mencoba tempat makan baru (48%)

Kemudian, sebanyak 49% responden juga tertarik dengan menu unik yang ada di tempat makan. Adapun faktor lainnya mencakup media sosial/iklan (44%), lokasi yang strategis (43%), dan ulasan/peringkat bagus (42%).

Data ini menunjukkan bahwa konten di media sosial seperti iklan dan ulasan/review dari konsumen sebelumnya menjadi faktor kuat yang mendorong konsumen untuk mencoba tempat makan baru. Dalam laporan yang sama, Jakpat mencatat bahwa sebesar 40% responden terpengaruh dengan konten TikTok seperti influencer makanan dalam mencari keberadaan tempat makan baru.

Sisanya, konsumen juga tertarik pada rumah makan baru dengan pelayanan yang ramah (40%), suasana menarik (37%), fasilitas lengkap (35%), dan rekomendasi (34%).

Kebersihan Jadi Prioritas Utama

Dalam memilih tempat makan secara umum, kebersihan menjadi prioritas utama para konsumen dengan capaian 80%. Kebersihan ini mencakup area makan dan toilet.

Selain itu, responden juga memprioritaskan tempat duduk yang nyaman (68%), pembayaran non-tunai (56%), ruangan bermain (56%), wifi gratis (53%), hingga area pengisian daya alat elektronik (50%).

Tak sedikit juga responden yang memprioritaskan adanya fasilitas area parkir (48%), keberadaan AC (38%), area keluarga (28%), dan hiburan/musik (27%).

Melalui data tersebut, dapat disimpulkan bahwa setiap jenis tempat makan perlu mempertimbangkan seluruh aspek dalam menunjang kenyamanan konsumen, mulai dari kelengkapan fasilitas hingga akses internet dan hiburan yang mudah.

Baca Juga: Angkringan Jadi Salah Satu Tempat Makan Favorit Publik RI 2025

Sumber:

https://insight.jakpat.net/consumer-insights-local-food-beverage-market/

Penulis: Salamah Harahap
Editor: Editor

Konten Terkait

KUHP dan KUHAP Nasional 2026 Resmi Berlaku, Indonesia Masuki Era Baru Penegakan Hukum

KUHP dan KUHAP Nasional 2026 menandai reformasi hukum pidana Indonesia menuju sistem modern berkeadilan restoratif.

Benarkah Indonesia Negara Paling Bahagia di Dunia?

Menurut GFS, Indonesia jadi negara paling sejahtera dengan skor mencapai 8,1 pada 2025.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook