10 Provinsi dengan Tingkat Kegemaran Membaca Tertinggi 2025
Sosial • 12 Maret 2026NTT jadi provinsi dengan tingkat kegemaran membaca tertinggi, meraih skor 62,05 pada 2025
NTT jadi provinsi dengan tingkat kegemaran membaca tertinggi, meraih skor 62,05 pada 2025
Jawa Timur tercatat jadi provinsi dengan perpustakaan terakreditasi terbanyak pada 2025, jumlahnya mencapai 3.285 perpustakaan.
NTT jadi provinsi dengan tingkat kegemaran membaca tertinggi pada tahun 2025, skornya mencapai 62,05.
Pada tahun 2026, Perpusnas RI hanya mendapat anggaran sebesar Rp378 triliun atau dipangkas 47,6% dari besaran sebelumnya yang mencapai Rp721,7 triliun.
Kab. Bekasi jadi wilayah yang paling rajin ke perpustakaan di Jawa Barat, dengan rata-rata 488 pengunjung harian pada 2024
Yogyakarta menempati posisi pertama sebagai provinsi dengan minat baca tertinggi di Indonesia pada 2024.
Dalam waktu sedekade, angka buta aksara di Indonesia menyusut sebesar 1,88%, dari yang semula 4,78% pada tahun 2015 menjadi 2,9% pada tahun 2025
Papua Pegunungan (31,68%) menjadi provinsi dengan persentase penduduk buta aksara terbanyak pada tahun 2025, diikuti Papua Tengah (14,18%) dan NTB (8,93%)
The Wedding People menjadi buku fiksi terfavorit versi Goodreads dengan jumlah 94.733 voting pada tahun 2024.
Riset dari Rewind Zone membuktikan bahwa 75% film tersukses masa kini adalah film adaptasi, berbanding terbalik dengan kondisi 40 tahun lalu.
Buku bertajuk Visualisasi Data: Dari Angka Menjadi Cerita resmi diluncurkan pada Selasa (11/11/2025) di Perpustakaan Nasional RI, Jakarta.
Jurassic Park (1993) menjadi film adaptasi buku terbaik dengan 961 vote di Fandango.
Laskar Pelangi menjadi buku Indonesia terpopuler sepanjang masa dengan skor 47.492 di Goodreads.
Bali menjadi provinsi paling gemar membaca, dengan 69,52% penduduk usia 10 tahun ke atas membaca dalam seminggu terakhir
DI Yogyakarta jadi provinsi yang pelajarnya paling gemar ke perpustakaan pada 2024, mencapai 65,43%.
Sebanyak 54,69% penduduk Indonesia mampu membaca huruf Arab, yang sebagian besar dipengaruhi oleh kegemaran membaca kitab suci.
Sebanyak 93,8% pelajar di Aceh mengaku membaca kitab suci dalam seminggu terakhir, disusul Papua (93,41%) dan Kepri (92,96%) pada tahun 2024
Sebanyak 67,8% responden atau hampir 7 dari 10 publik RI mengaku tidak pernah berkunjung ke perpustakaan dalam setahun terakhir
Sebanyak 37,6% publik menilai bahwa pengadaan perpustakaan umum di daerah sangat penting, hanya segelintir yang menganggap tidak penting
Pamor perpustakaan sebagai pintu gerbang pengetahuan menurun berkat isolasi Covid dan majunya teknologi, meski demikian beberapa provinsi masih memiliki minat.
Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.
Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook