Jumlah perpustakaan di suatu daerah dapat menjadi salah satu indikator tingkat literasi masyarakat sekaligus mencerminkan ketersediaan serta pemerataan fasilitas pendidikan. Meskipun di era digital saat ini berbagai informasi dapat diakses dengan mudah melalui buku elektronik (e-book), keberadaan buku fisik di perpustakaan tetap tidak tergantikan oleh teknologi.
Buku fisik menawarkan pengalaman sensorik yang mendalam serta fokus kognitif yang lebih stabil tanpa gangguan radiasi layar. Hal tersebut membuat proses penyerapan ilmu menjadi jauh lebih berkualitas bagi pembaca. Melalui penyediaan fasilitas perpustakaan yang memadai di setiap daerah, diharapkan akses terhadap buku fisik ini semakin terbuka luas sehingga tingkat literasi masyarakat dapat meningkat.
Baca Juga: 10 Provinsi dengan Jumlah Perpustakaan Terakreditasi Terbanyak pada 2024
Menurut laporan Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2025, secara keseluruhan dominasi perpustakaan terakreditasi berpusat di Pulau Jawa, yang mana Jawa Timur menempati posisi puncak dengan jumlah yang sangat signifikan, yakni mencapai 3.285 perpustakaan. Posisi kedua ditempati oleh Jawa Tengah dengan 2.681 perpustakaan, diikuti oleh DI Yogyakarta (1.150 perpustakaan) dan Jawa Barat (1.129 perpustakaan) yang memiliki selisih angka cukup tipis di peringkat ketiga dan keempat.
Di luar Pulau Jawa, Bali memimpin dengan 866 perpustakaan terakreditasi, disusul oleh Sulawesi Selatan (796) dan Kepulauan Bangka Belitung (766). Sementara itu, DKI Jakarta berada di posisi kedelapan dengan total 715 perpustakaan. Peringkat terbawah dalam daftar sepuluh besar ini ditempati oleh Kalimantan Barat dan Sumatra Selatan, yang masing-masing memiliki 452 dan 410 perpustakaan.
Data ini menunjukkan adanya ketimpangan jumlah fasilitas literasi terakreditasi antarwilayah di Indonesia. Angka perpustakaan terakreditasi di Jawa Timur tercatat paling tinggi, jauh mengungguli provinsi lainnya. Konsistensi Jawa Timur yang memiliki perpustakaan terakreditasi terbanyak dari tahun ke tahun ini selaras dengan indeks pembangunan literasi masyarakatnya yang juga paling tinggi pada 2025. Dengan demikian, tersedianya fasilitas perpustakaan di setiap daerah menjadi salah satu indikator dalam menentukan kualitas sumber daya manusia.
Pemerintah Dorong Pemerataan Pengembangan Perpustakaan Daerah
Kabar baiknya, jumlah perpustakaan di Indonesia terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2023 jumlah perpustakaan terakreditasi tercatat sebanyak 11.458, kemudian pada 2024 mengalami peningkatan menjadi 14.246 perpustakaan, dan terus berlanjut hingga 2025 mencapai 16.915 perpustakaan.
Meningkatnya jumlah perpustakaan ini salah satunya didorong oleh dukungan pemerintah dengan menyalurkan Dana Alokasi Khusus (DAK) nonfisik sebesar Rp150 miliar kepada 207 lokasi prioritas di seluruh Indonesia pada 2025. Adapun tahun 2026 ini, meskipun alokasi anggarannya turun menjadi Rp125 miliar, tetapi jumlah penerimanya semakin meningkat menjadi 272 daerah prioritas.
“Penambahan lokasi prioritas mencerminkan upaya pemerintah dalam mewujudkan pemerataan pengembangan perpustakaan di seluruh Indonesia. Penetapan lokasi prioritas penerima DAK Nonfisik Tahun 2026 berdasarkan pada dua kriteria utama, yakni kapasitas fiskal daerah yang ditetapkan oleh Kementerian Keuangan serta status akreditasi perpustakaan daerah,” ujar Joko Santoso selaku Sekretaris Utama (Sestama) Perpusnas, pada Senin (20/10/2025), melansir laman resmi Perpusnas.
Baca Juga: Provinsi yang Warganya Paling Rajin ke Perpustakaan
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/statistics-table/3/Um1wWk1FMTNWakJHY20xUldYbzBkRzVLZG1KSlFUMDkjMyMwMDAw/-jumlah-perpustakaan-terakreditasi-menurut-provinsi--jenis-perpustakaan--dan-predikat-akreditasi.html?year=2025
Penulis: Silmi Hakiki
Editor: Editor